Selamat Jalan Seniorku Dr Chandra Komisaris Utama Blue Bird Group

Pagi ini saat membaca surat Kabar Kompas, akau sangat terkejut membaca berita bahwa seniorku Brig,Jen Pol (P) Dr H.KRH Chandra Suharto,MBA,SpJP bin Djokosoetono ,satu angkatan di Kesehatan  Polri diatas penulis, telah meninggalkan kita semua. Almarhum saat terakhir adalah Komisaris Utama Blue Bird Group.

*logo taksi Blue Bird

 Marilah kita berdoa semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan dibukakan pintu ampunan yang seluas-luasnya serta mendapat tempat terbaik disis Allah SWT,amin.

 Penulis serta teman-teman Keluarga besar Purnawirawan Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri mengucapkan belasungkawa dan semoga keluarga yang ditinggal di berikan ketabahan, segala jasa  -jasa beliau selama bertugas di Rumah sakit Pusat Polri RS Sukanto akan kami kenang selalu.

Menurut berita diSurat Kabar Kompas hari ini , almarhum meninggal tanggal 11 Oktober,pada usia 67 tahun,pukul 9.30 waktu setempat di Rumah sakit UMC St,Radboud,Nijmegen Belanda.

Untuk menegnang almarhum, penulis akan meberikan bebrapa informasi dan kesan-kesan tentang almarhum :

1.Almarhum adalah lulusan wajib Militer dari Korps Polri  di Lanuma Panasan Solo tahun 1972 , satu angkatan diatas  penulis. Setelah tamat pendidikan almarhum bertugas di RUMKIT POLRI PUSAT Kramatjati Jakarta , kalau tidak keliru sampai pensiun, Beliau telah melanjutkan pendidikan spesialisasi Jantung dan pembuluh darah di FKUI.

2. Pada waktu pertama kali ketemu tahun 1994, di Dokkes Mabes Polri di Kebayoran baru, almarhum berkomentar ” Dr Iwan kamu darimana saja, tiba-tiba muncul dan melenjit di Mabes POLRI”, memang kami belum pernah bertemu, sebab hampir selama 21 tahun penulis bertugas di daerah Sumatera dan Kalimantan Barat, selalu di front terdepan , Hanya setelah menyelesai pendidikan S2 administrasi rumah sakit, ditarik Ke Mabes POLRI untuk menyusun perencanaan pembangunan Dokkes POLRI di Bagian  Pembinaan Sistem,kemudian memimpin Lab.DOKPOL dan terakhir merencanakan dan membina pembangunan Dukungan Kesehatan terhadap operasional POLRI.

3. Ada beberapa kisah yang lucu sehubungan dengan profil dan penampilan sama antara  penulis dan almarhum, juga saat itu  berpangkat sama Kombespol. Keluarga besar POLRI sering  keliru,dan selalu menyapa penulis sebagai Dr Chandra, walaupun penampilannya tidak persis sama,mungkin karena postur tubuh hampir sama.

Hal sama juga dengan maestro blutangkis kita Rudy Hartono, apakah memang mirip ,silahkan pemabaca yang menilai sebab  penulis sendiri belum pernah bertemu dengannya. Tapi sudah beberapa orang keliru yang menyapa penulis sebagai Rudy.

4. Saya masih ingat saat perayaan ulang tahun Ibunda  almarhum, NY Djokosoentono, pendiri Blue Bird Group di alula PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) Kebayoran baru. Saat itu barulah penulis mengetahui , bahwa almarhum adalah putra pendiri Blue Bird group , dan ayahnya adalah almarhum Prof Djokosoetono,dekan Fakultas Hukum UI pertama, dan gurubesar PTIK, pantaslah acara tersebut digelar disana.

5. Penulis dan keluarga selalu memanfaatkan taxi Blue Bird karena sistem dan pengemudinya sangat disiplin ,terus selalu memakai argo, tidak sama dengan taksi lain.Penulis menunggu dengan sabar di Bandara Sukarno Hatta maupun di stasiun Kereta api ,agar dapat naik taksi Blue Birds, banyak yang rela antrian cukup lama.

6. Almarhum sangat sederhana hidupnya dan selalu membantu teman-temannya,banyak Dokter POLRI yang hampi  pensiun dibantu dengan penjualan mobil bekas taksi blue bird dengan harga sangat murah, agar dapat dikembangkan jadi taksi didaerah,seperti di Surabaay, Penulis sendiri tidak punya kesenangan bisnis taksi sehingga pernah membelitaksi bekas tersebut.

7.Begitu menbaca berita duka tersebut diatas, penulis jadi mengenang beberapa teman senior dan satu angkatan di Wamil yang telah mendahului kita . diantaranya sebagai berikut :

1) Yang telah mendahului kita semua saat masih dinas aktif , ada dua orang satu angkatan dari TNI AD, yaitu

(1)Alm.Kol.TNI AD CKM Dr Dikot Harahap ,terakhir Kakesdam Lampung, almarhum adalah ketua korps Siswa WAMIL ABRI Lanuma Pansan Solo angkatan tahun 1973, yang meiliki portur paling hebat,tapi Tuhan menentukan yang lain.

(2)Alm Brigjen TNI CKM Dr Paul, terakhir KA RUKTIK AD Gatot Subroto Jakarta,posturnya kurang atletis,tapi jago main pingpong, walaupun pernah taruhan dengan penulis,ia kalah karena ia tak tahu penulis juara tenis meja Sumatera Tengah.Almarhum melencit kariernya setelah menyelesaikan pendidikan spesialisasi Anaestesi dan menjadi dokter pribadi Kelurga besar Pak Harto.Penulis beberapa kali bertemu dengan almarhum sebelum ia menjadi jendral.

2) Yang mendahului kita setelah purnawirawan :

1) Almarhum Kombespol Dr Christanto TH, senior yang jabatannya digantikan oleh penulis. Meninggal karena ditabrak mobil ,yang supirnya lagi mabuk dipagi hari ,saat almarhum olah raga sepeda. sungguh tragis almarhum orangnya sehat dan sangat bersemangat, jasa dan idenya terhadap pengembangan laboratorium identifikasi DNA selalu dikenang,sebab setelah dikembangkan penulis jadi suatu fasilitas yang sangat bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

2) Ada sejumlah nama lain seperti senior penulis Almarhum Kombel Pol (P) Edison Silaen ,Dr Nangoy dan yunior penulis Kombes Pol (P) Drg Doebroto, dan beberapa teman lain,

Sehubungan dengan banyak teman-teman penulis yang telah mendahului kita pada usia yang realtif belum teralu tua, maka penulsi mengambil sikap menghentikan segala kegiatan yang terkait dengan profesi, agar dapat hidup lebih santai dan tidak mengalami stress akibat  kerja aktif  dan  berat saat ini, dan pindah keprofesi yang lebih menyenangkan yaitu jadi petualangan keliling dunia,sambil mengumpulkan koleksi unik yang informatif, lalu menyusun tulisan tentang pertualangan tersebut dengan illustrasi koleksi terkait,dihubuungkan dengan sejarah wilayah dimana koleksi ditemui,tampilkan di tiga web blog internnet,dan sebagian tulisan dikirim ke Kompasiana untuk belajar menulis yang lebih baik.

Selesai @hak cipta Dr iwan suwandy 2010

Advertisements