Driwan Church History Museum (continue)

DRIwAN CHURCH HISTORY  MUSEUM

PERT INTRODUCTIONS

CREATED BY

Dr Iwan suwandy,MHA

Copyright @ 2014

INTRODUCTIONS

Since little KId in 1950 ,every morning

I vist the church at the front my house in Padang City west sumatra, i met all the early fransican padfua italian ftaher who owrk here after the fly from cumminist china, like father mario bgiani, ganizarooro,capra, laurenzi,spinabelli, morini,  etc, but (I didnot became priest because related to the unmeried problem, my friend became priest Romo Sandharma SH.

I have write the history of indonesian church , and also other articles related with church, I have just foun many best book relatated with the church History also another histporical artifact, and i have promisise when prayin to Madona Maria which given me mercgy to built this museum dedicated to her,majesty

Please click below to look my articles before

The histyory ofIndonesian Rome Catholic Church

I will built the museum related basic with the church bibble or alkibatb book from the old testament,during Jesus era, the 12 Jesus pupilm adna after that until 1075.

   
B.C. (Before Christ)Visitors watch a presentation that introduces the Bible with its Old and New Testaments, then pass to another room where they put on monks outfits, to discover the different kinds of papers used long ago including the papyrus, then to translate a verse from the Bible from the Hieroglyphs into Arabic and write it down on a papyrus paper as a souvenir.

A.D. (After Christ)

In a Roman Coliseum, a 3-D exciting movie will take the visitors in time to experience what happened with the Early Church through the eyes of the Centurion. At the end of the movie, visitors will be imprisoned and the door of the prison won’t open before the children answer some questions on the screen about the movie contents.

Back to the Future

After experiencing how the Bible came to us through early writing, visitors will have to go back in time into the first printing press (Gutenberg), and experience the difficulties of printing on a 90-years-old printing press. Then back to the future, to the new technologies where the Bible can be reached through various technologies, visitors will read a story from the Bible and play some computer games.

I hope all the christian will happy and get spirit and mercy when read  and look this musuem

Jakatta 1st December 2014

Dr Iwan suwandy,MHA

 Koleksi Historis Gereja katolik Indonesia 1800-1942

(THE INDONESIA CATHOLIC CHURCH HISTORIC COLLECTIONS)

FRAME ONE : INTRODUCTIONS(PENDAHULUAN)

I. DASAR PEMIKIRAN(BACKGROUND)

1.In May,8th,1807 was the moment of earliest histrotic of the beginning of Catholic Churh hirachy in Batavia (now Jakarta) and also the first point of Catholic church Hirarchy in Dutch east indie because at this date the Dutch east Indie ‘s Perfectur Apostholic had begun officially was the first Perfectur apostilk P.J.Nielsen,Pr. The young Church were developed until age 200 years .and the Keuskupan agung Jakarta have serveing actively the Catholic pupil at Jakarta,Bekasi and tangerang. 25 years ago the new bigger Yakobus church had built at Kelapa gading Jakarta Utara, and now have renovation to be the very amizing church in Jakarta utara.

Tanggal 8 Mei 1807 merupakan momentum awal bersejarah dimulainya hierarki Gereja Katolik di Jakarta (Batavia kala itu) bahkan titik mula hierarki Gereja Katolik di Hindia Belanda dimana pada tanggal tersebut telah diresmikan berdirinya Prefektur Apostolik Hindia Belanda dengan Prefektur Apostolik Pertama yaitu P. J. Nellisen, Pr. Gereja belia ini terus-menerus bertumbuh dan berkembang secara dinamis hingga kini telah mencapai usia 200 tahun, usia yang matang bagi gereja untuk berkarya nyata di masyarakatnya dalam wilayah yurisdiksinya dan hal inilah yang menjadi tantangan bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta untuk terlibat aktif melayani dalam kehidupan bermasyarakat di Jakarta, Tangerang dan Bekasi.Dua puluh lima tahun yang lalu didirikan sebuah gereja yang indah menarik di Kelapa Gading Jakarta.

2.Dr Iwan Suwandy want to make an active participations to add the christian catholic informations in order to add their knowledge related with their church.

Dr Iwan suwandy ingin ikut secara nyata berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan pengetahuan informasi para umat Katolik yang tekait dengan gereja mereka.

3. When the age of Indonesian Catholic Church became 200 years and the Kelapa gading ‘s yakobus church 25 years ,this time was the best moment for the catholic church and dr iwan suwandy to reseach about the history of church development as the basic info for the next development.

Ketika usia Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan jakarta telah mencapai usia 200 tahun ,lihat surat gembala uskup agung Jakarta terkait perayaan dua abad Gereja Katolik Indonesia dibawah ini:

dan gereja St Yakobus kepalpa gading 25 tahun silahkan melihat label peringatan dibawah ini :

, tentunya merupakan momentum yang tepat agar Geraja katolik Indonesia dan Dr iwan melakukan penelitian sejarah Gereja Katolik sebagai informasi awal untk perkembangan dimasa mendatang.

4, After collecting informations since 20 years ,starting in 1990, I starting to analysing and made exhibition my best collections of indonesia catholic Church ‘s history. some information I found from google exploration, This the first complete info from all of Indonesian province in cybermuseum, bacause this time the history from each church only.

Setelah mengumpulkan informasi sejak 20 tahun yang lalu,mulai tahun 1990.saya menemukan koleksi yang terkait dengan gereja katolik indonesia seperti Buku peringatan gereja katolik Indonesia dalam bahasa belanda dengan pengantar dari Paus Pius IX tanggal 28 Pebruari 1926 ,lihat illustrasinya dibawah ini

buku ini yang menjadi sumber inormasi yang sangat berguna anatar lain berisi sejarah dan peta misi katolik dIndonesia silahkan lihat illustrasinya dibawah ini :

dalam peta ini terlihat Indonesia dibagi dalam enam wilayah apostolik dan sembilan perfektur.berdasarkan area ini akan disajikan koleski illustrasi dan info sejarahnya.

selain itu saya menemukan patung maria antik di Bukitinggi tahun 1984 dari toko antik teman saya ,lihat fotonya .

Seluruh info tersebut diatas ditambah dari eksplorasi google cukup menarik untuk di analisa dan ditampilkan dalam pameran koleksi historis gereja katolik Indonesia, . Pameran ini adalah informasi lengkap dari seluruh provinisi yang pertama kali dilakukan di museum dunia maya, karena saat ini hanya ada pameran dari masing-masing gereja saja dan tidak lengkap.

4. I hope all the Catholic members in Indonesia and all over the world will accepting the best informations to add their knowledge about the history of Catholic church in Indonesia.The infowill write in English language whic can read by all christian catholic memebers all over the world

5. Thanks very much for indformations from all the priest had add in the internet which I add with my own collections in this exhituion

6. I know this informations were not complete and need more corrections and added info, please comment and suggestion to make this article more best performance.

Jakarta january 2011

Dr Iwan suwandy

FRAME TWO:

*ill

*ill peninggalan gereja portugis di Bitaoni Timor.

agama Katolik merupakan agama yang pertama kali muncul dan berkembang sangat pesat terutama di kawasan eropa. Dengan memakai pusat di vatikan, misionaris misionaris disebar bersama dengan melalui armada armada kapal penjelajah. Misi gold,glory, and gospel yang mengikutsertakan agama sebagai misi utama penjelajah eropa turut serta menjadi faktor penyebar agama Katolik.
Agama katolik diyakini pertama kali dibawa oleh penjelajah Portugis yang mendarat di Maluku utara. Tokoh misionaris yang paling berperan dalam penyebaran agama katolik di daerah ini adalah Fransiskus Xaverius (seorang Santo yang disebut kehidupannya sangat mirip dengan gaya hidup Yesus)di antara 1546-1547 terutama di Ambon,Saparua dan Ternate.

THE CATHOLIC CHURCH BEFORE 19TH CENTURY (voc era)

Kemenangan VOC atas Spanyol dan Portugis di Indonesia menyebabkan terhentinya penyebaran agama Kristen Roma Katolik, karena bangsa Spanyol dan Portugis menganut agama Kriosten Roma Katolik sedangkan Belanda menganut agama Protestan. Belanda mengusir mereka dan melarang penyebaran agama Katolik, kemudian menjadikan Protestan sebagai gantinya. Tujuan orang-orang Belanda itu ingin melenyapkan agama Katolik, baik di negeri Belanda sendiri maupun di daerah jajahannya (Embuiru dalam Bakry, 1979). Meski kondisinya demikian, tetap masih ada pengikut Katolik dan mereka memiliki imam Katolik yang secara diam-diam saling tolong menolong.

GEREJA KATOLIK ABAD KE XIX.

THE CATHOLIC CHURCH IN 19TH CENTURY

Barulah ketika Raja Lodewijk naik takhta yang memeluk agama Katolik berkuasa, Penyebaran Agama Katolik kembali berkembang pesat. Pada tanggal 8 Mei 1807 pimpinan Gereja Katolik di Roma mendapat persetujuan Raja Louis Napoleon untuk mendirikan Prefektur Apostolik Hindia Belanda di Batavia (sejalan dengan sejarahnya Katedral Jakarta)

namun ada anggapan bahwa berkembangnya agama Katolik di Maluku buka merupakan yang pertama kali. Adalah suatu daerah di pantai barat Sumatra di pelabuhan tertua di Indonesia yaitu Barus (dahulu pancur). Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya”. yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.
Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria

hingga saat ini keberadaan agama katolik cukup besar dengan penganut sekitar 3,6 % dari populasi penduduk Indonesia .Jika dalam suatu negeri terdapat misi Katolik, maka segala usaha misi diatur langsung oleh pusat misi di Roma yang bernama Congregatio de Propaganda Fide (Komisi untuk menyiarkan Iman). Langkah yang ditempuh pertama kali ketika mereka memasuki daerah baru adalah mendirikan prefektur-Apostolis, dipimpin oleh seorang Padri yang disebut Prefek-Apostolis. Apabila usaha misi telah berkembang dengan baik, maka Prefektur tersebut ditetapkan menjadi vikariat-Apostolis. Pada tahun 1826 organisasi tersebut pernah berlaku di Indonesia ketika Paus menetapkan Prefektur-Apostolis pertama di sana. Persengkataan antara pemerintah Belanda dengan gereja Roma Katolik berakhir pada tahun 1847, ketika gereja Roma Katolik diakui berdaulat. Setelah itu, Kristen Katolik dan Protestan semakin berkembang di Indonesia (Bakry, 1979)

pada tahun 1810-1820, didirikan gereja kathedral pertama di Bayavia(Jakarta) Indonesia yang sampai saat masih ada, lihat gambar lama (vintage picture) gereja tersebut tahun 1880:

sejarah singkat gereja kathedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta
Gereja Katedral Jakarta

Letak Jakarta, Indonesia
Afiliasi agama Katolik Roma
Tahun diresmikan 21 April 1901

Deskripsi arsitektur
Arsitek Antonius Dijkmans
Jenis arsitektur Gereja
Gaya arsitektur Neo-Gothic
Tahun selesai 21 April 1901
Spesifikasi
Puncak 2

Gereja Katedral Jakarta (nama resmi: Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 dalam cuaca yang cerah, Gereja itu pun sempat roboh.

PS KOLEKSI LENGKAP LIHAT DI Driwancybermuseum blog,SILAHKAN KLIK hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com.

Selesai @ hak cipta dr Iwan Suwandy 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s