THE LAST ROYAL JOGYA PRINCESS WEDDING CEREMONY 2013

The Royal Princess Jogya

detail berita

Wedding Ceremony

4 DAYS AGO

Berita Satu

MERDEKA.COM, Jelang pernikahan putri ketiga Sultan HB X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro, panitia akan menyediakan 3 videotron yang akan menayangkan acara pernikahan secara live.

Rencananya 3 videotron tersebut akan di pasang di tiga titik di sepanjang Malioboro.

Tiga videotron itu akan dipasang di Abu Bakar Ali, di depan kantor Dinas Pariwisata dan di titik nol. Kabag Humas Setda DIY, Iswanto mengatakan, dipasangnya videotron tersebut supaya masyarakat Yogya juga bisa menyaksikan secara langsung acara pernikahan putri Sultan tersebut.

“Nanti akan dipasang tiga videotron supaya masyarakat bisa melihat langsung,” kata Iswanto, Senin (14/10).

Pihak panitia juga telah bekerja sama dengan PT Telkom untuk menayangkan acara pernikahan tersebut secara live streaming melalui useetv.com.

“Panitia juga bekerjasama dengan telkom untuk penayangan streaming lewat internet,” ujarnya.

Sumber: Merdeka.com

Keraton Tolak Beberkan Anggaran Pernikahan Agung

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengarahkan calon menantunya KPH Notonegoro (kanan), dan adiknya

bagaimana melakukan pondongan (membopong) pengantin putri saat melakukan gladi bersih Upacara Panggih dan Pondongan Pernikahan Agung di Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta, (19/10). TEMPO/Suryo Wibo

LATIHAN UPACARA KIRAB PERNIKAHAN

Layaknya pernikahan agung sebuah kerajaan, upacara pernikahan putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X, GRAj Nurastuti Wijareni (GKR Bendara) dengan Achmad Ubaidillah (KPH Yudanegara) akan berbalut kemeriahan, tradisi yang mengakar, dan menjadi pusat perhatian. Perpaduan tradisi dan kemeriahan itu setidaknya bakal tecermin dari kirab pengantin yang melibatkan sembilan kereta kuda.

Ada dua prosesi kirab, yang pertama saat membawa pengantin pria dan keluarga dari Ndalem Mangkubumen menuju Bangsal Ksatrian. Kirab ini dilaksanakan pada Minggu (16/10) menggunakan tiga kereta kuda.

Berdasarkan keterangan panitia pernikahan, mempelai pria akan menaiki kereta Kiai Kuthoharjo, sedangkan keluarga dan kerabatnya akan naik Kiai Pupito Manik dan Kiai Kus Gading.

Adapun kirab kedua berlangsung untuk membawa kedua mempelai dari keraton menuju Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. Pengantin akan menaiki kereta Kiai Jong Wiyat peninggalan Hamengku Buwono VII. ”Pada saat ini keluarga pengantin mengikuti dengan menaiki kereta Kiai Permili, Kiai Roto Biru, Kiai Kus Cemeng, dan Kiai Kus Ijem,” ujar Ronny Guritno, salah satu panitia pernikahan, di sela pengecekan kesiapan kereta kuda di kompleks KeratonYogyakarta kemarin.

 

Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta

Putri Sultan Kirab Berbusana Jawa Jangan Meniran

Pengantin dikirab dari Keraton Yogyakarta ke Gedung Kepatihan di
Jalan Malioboro.

Ini Ucapan Ijab Kabul Mantu Sultan dalam Bahasa Jawa

Dina iki ingsun dhaupake sira kalayan putraningsun Putri GKR Hayu.

Roy Suryo Ucapkan Selamat Sultan Mantu Via Baliho  

Nderek Mangayubagyo Pernikahan Agung GKR Hayu-KPH Notonegoro.

Sultan Mantu, Hotel Solo Tak Kecipratan Rezeki

‘Saya cek ke hotel-hotel, hampir tidak ada tamu dari Yogyakarta atau limpahan turis dari sana.’

Pejabat Jadi Penerima Tamu, Acara Sultan Dicela

Sekda DIY meneken surat izin absen ke kantor bagi 33 Kepala Dinas Pemda DIY karena menjadi penerima tamu acara resepsi pernikahan anak Sultan HB X.

Sultan Mantu, Anies Baswedan Tamu VIP Keraton  

Keluarganya punya hubungan dekat dengan Keraton Yogya sejak masa Sultan Hamengku Buwono IX.

Sultan Mantu, Jalanan di Yogyakarta Tetap Lancar  

Kelancaran jalan ini disebabkan para pejabat mendapatkan pengawalan ketat dan pemberlakuan sistem buka-tutup.

Royal Wedding Yogya: Rakyat Pesta Mie Rebus  

Paguyuban Pedagang Mie Rebus Kuningan, Jawa Barat, memeriahkan Pesta Rakyat Dhaup Ageng dengan 1.000 mangkuk mie rebus dan 1.000 gelas es teh.

Sambut Sultan Mantu, Rakyat Yogya Siapkan Pesta  

Pesta rakyat Yogya berlangsung di Malioboro.

Hadir di Pernikahan Sultan Yogya, Jokowi Pakai Jas  

Jokowi mendoakan mempelai bahagia dunia dan akhirat.

Proses Panggih Pengantin Keraton Yogya Dimulai

Proses ini dimulai saat Presiden SBY tiba di bangsal Kencana Keraton Yogyakarta.

Panggih, Putri dan Mantu Sultan Lempar Gantal  

Ratu Hayu membasuh kaki Notonegoro yang baru menginjak telur.

Sultan Mantu, Keraton Yogya Dijaga Panser TNI

Keris abdi dalem diikat pita biru.

SBY Tiba di Yogya Sejam Sebelum Panggih  

Panggih atau bertemunya pengantin laki-laki dan perempuan berlangsung di Bangsal Kencono.

Sebelum Sungkem, Mantu Sultan Melepas Kerisnya  

Notonegoro dhawung, melepas keris sebelum sungkem mertuanya, Sultan Hamengku Buwono X

 

ONE DAY AGO

TANTINGAN PROCESS AND MEDORENI.ALSO SIRAMAN

GKR HEMAS LEAD THE SIRAMAN CEREMONY

THE PRINCESS ENTER THE CER4MONY AREA

THE PRICESS WASH HER HUSBAND FEET

 SULTAN HB X AND PRESIDEN RI SBY
 
 

UPACARA KIRAB

 

 
 

Begini Urutan Kirab Pernikahan Putri Sultan Yogya

Begini Urutan Kirab Pernikahan Putri Sultan Yogya

Kereta Kyai Jongwiyat mengikuti gladi kotor kirab pernikahan agung GKR Hayu dan KPH Notonegoro dari Museum Kereta Keraton menuju Pendopo Kepatihan Yogyakarta (11/10/2013). TEMPO/Suryo Wibowo.

//
 
 

TEMPO.CO, Yogyakarta – Sebanyak 12 kereta keraton akan dikirab dalam perhelatan dhaup ageng atau pernikahan putri Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro. Kirab kereta tersebut melibatkan pasangan pengantin sekaligus Sultan dan permaisurinya, GKR Hemas pada 23 Oktober. Kirab kereta dilangsungkan guna mengantarkan pasangan pengantin dari keraton menuju bangsal kepatihan untuk menjalani resepsi.

“Kirab itu peninggalan HB VII. Kalau dulu, pengantin perempuan ditandu dan pengantin laki-laki naik kuda. Sekarang naik kereta,” kata GKR Hemas di Keraton Kilen Yogyakarta, Jumat, 18 Oktober 2013.

Kirab dengan menggunakan kereta keraton dinilai lebih efektif. Sebanyak 12 kereta tersebut ditarik oleh 68 ekor kuda. Kerabat keraton, Kanjeng Raden Tumenggung Yudohadiningrat menjelaskan, kereta yang ditumpangi pengantin keluar dari Keraton Keben dengan menggunakan kereta Kyai Jongwiyat. Kereta itu memang dipergunakan untuk pengantin.

Kereta tersebut diikuti kereta Kyai Notopuro yang mengangkut utusan Sultan, kemudian kereta Kyai Ambarukmo, Kyai Notobiru, dan Kyai Permili. Kereta Kyai Permili adalah kereta yang mengangkut para penari Bedaya Mataram. Sedangkan 12 penari Lawung menunggang kuda. Mereka dikawal bergada prajurit Prawirotomo dan Patang Puluhan. Tiap-tiap bergada terdiri dari 60 orang.

“Iring-iringan kereta itu melalui sisi barat alun-alun utara menuju Jalan Trikora dan melawan arus menuju ke kawasan Malioboro,” kata Yudohadiningrat.

Setelah sampai di depan Museum Sonobudoyo di utara alun-alun, baru kemudian kereta yang ditumpangi Sultan dan Hemas keluar dari pagelaran keraton. Sultan mengendarai kereta Kyai Winomoputro. Kemudian diikuti kereta Kyai Landrofer Wisman, Kyai Landrofer Suroboyo, Kyai Landrofer Ijem, Kyai Mandrasuwala yang ditumpangi Adipati Puro Paku Alam Sri Paduka Paku Alam IX, serta Kyai Pus Gading dan Kyai Puspoko Manik yang dikendarai kerabat Paku Alaman.

Iring-iringan kereta Sultan dikawal empat bergada prajurit, yaitu bergada prajurit Wirabraja, Daeng, Ketanggung, dan Mantrijeron. Total prajurit yang mengawal berjumlah 360 orang.

“Untuk pengawalan di lokasi yang dilalui kereta dilakukan polisi dan relawan keraton. Mereka pasang pagar betis,” kata Yudohadiningrat.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Inilah Agenda Pernikahan Putri Bungsu Sultan HB X

Dwi Indah Nurcahyani – Okezone
Kamis, 6 Oktober 2011 15:12 wib
detail berita

N Wijareni- A Ubaidillah (Foto: gresnews.me)
HAJATAN besar Keraton Yogyakarta akan segera dilangsungkan pertengahan Oktober 2011. Apa saja agenda besar yang bakal digelar selama empat hari berturut-turut tersebut?

Sultan Hamengkubuwono (HB) X bakal menggelar perayaan pesta pernikahan putri bungsunya, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni yang akan menikah dengan Achmad Ubaidillah. Rencananya, acara besar tersebut digelar selama empat hari berturut-turut di Keraton Yogyakarta, mulai 16-19 Oktober 2011.

Achmad Ubaidillah yang diwawancarai okezone secara eksklusif mengatakan, bahwa serangkaian acara panjang tersebut akan berisi berbagai aktivitas yang bernafas kental adat Jawa.

“Tanggal 16 Oktober saya menjalani upacara selamat datang, 17 midodareni, 18 akad nikah dan resepsi, sementara 19 upacara perpisahan dan 20 saya akan kembali ke Jakarta dengan memboyong Reni,” urainya saat bertandang ke kantor redaksi okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (5/11/2011).

Dituturkannya, puncak acara akan terjadi pada 18 Oktober 2011. “Tanggal 16 Oktober saya datang ke Yogyakarta, rangkaian acara pernikahan akan segera dilangsungkan hari itu juga,” lanjutnya.

Pria tampan yang kerap disapa Ubai ini mengatakan, bahwa perayaan pesta pernikahan sendiri akan digelar dalam dua sesi.

“Dari pukul 10.00–12.00 WIB untuk VVIP, yakni RI 1, RI 2, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Lembaga Tinggi Negara dan lainnya. Setelah acara itu saya dan Reni keliling Yogyakarta naik kereta dan selesai sekira pukul 17.30 WIB. Setelah itu, saya beres-beres untuk merayakan pesta untuk tamu VIP malam harinya. Jadi, dua kali resepsi,” tutupnya. (tty)

40 Raja Hadiri Pernikahan Putri Sultan

  • Selasa, 18 Oktober 2011 | 11:25 WIB

 
 

GKR Bendoro melakukan sungkem kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menjalani prosesi tantingan di Tratag Prabayekso, Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (17/10/2011). Dalam prosesi tantingan tersebut Sri sultan Hamengku Buwono X menanyakan kemantapan hati putrinya, GKR Bendoro untuk menikah dengan KPH Yudanegara. | TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
 

 
 

 

<!–

75k

–>

0

 

<!–

Berita terbaru #Kompas.com

 

–>

 

 

<!–

 

–>YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 40 raja dari kerajaan-kerajaan Nusantara akan hadir dalam pernikahan putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, dengan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, Selasa (18/10/2011) di Bangsal Kencono, Keraton Yogyakarta. Mereka akan menyaksikan kedua pengantin dipertemukan dalam upacara panggih di Bangsal Kencono.

“Raja-raja dari seluruh Nusantara akan hadir semua, antara lain Raja Siak, Raja Kasunanan Cirebon, Raja Kasunanan Mangkunegaran, Raja Lombok, dan Raja Ternate. Total ada sekitar40 raja,” kata Koordinator Panitia Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta Kanjeng RadenTumenggung (KRT) Yudahadiningrat, Senin (17/10/2011) di Yogyakarta.

Sehari sebelum puncak pernikahan, para abdi dalem memasang tarup berupa hasil-hasil bumi, seperti pisang sesanggan, kelapa gading, daun keluwih,daun janur, daun puring, serta batang tebu. Tarup sebagai tanda dimulainya hajatan pernikahan.

Menurut Yudahadiningrat, total 2.515 undangan akan hadir dalam puncak pernikahan di Keraton Yogyakarta serta resepsi di Kepatihan. Sebanyak 1.015 undangan akan mengikuti prosesi panggih di Bangsal Kencono pukul 10.00, dan 1.500 undangan lainnya akan hadir pada resepsi di Kepatihan pukul 16.00.

Pada puncak acara pernikahan akan hadir pula Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, 20 menteri, 10 duta besar, dan beberapa tokoh, seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Hamzah Haz. “Sesudah upacara akad nikah di Masjid Panepen dan panggih di Bangsal Kencono, kedua pengantin dan orangtua akan berjabat tangan dengan para tamu di Bangsal Proboyekso,” kata Yudahadiningrat.

Dari Bangsal Proboyekso, kedua pengantin akan menuju Bangsal Purworukmi untuk melakukan upacara tampa kaya dan dhahar klimah. Sekitar pukul 15.30, pengantin akan diarakdengan kirab kereta kencanadari Regol Keben menuju Kepatihan.

Selama berlangsung hajatan pernikahan ini, wisata di kompleks Keraton Yogyakarta ditutup sejak Minggu (16/10/2011) hingga Rabu (19/10/2011). Meski demikian, khusus pada ritual kirab, wisatawan dan masyarakat bisa menyaksikan arak-arakan pengantin bersama rombongan di sepanjang Jalan Malioboro. “Prosesi kirab bisa disaksikan masyarakat dan wisatawan,” kata Kerabat Keraton Gusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo.

Saat kirab, kedua pengantin akan diarak dengan kereta Kyai Jong Wiyat, kereta tua peninggalan Sultan Hamengku Buwono VII tahun 1881. Kereta itu berbentuk terbuka sehingga pengantin bisa dilihat langsung oleh publik.

Tradisi kirab dari Keraton Yogyakarta ke Kepatihan sendiri sudah lama tak dipraktikkan sejak zaman Patih Danureja V bertakhta di Kepatihan. Pada era Sultan HB VII, prosesi resepsi biasa diselenggarakan di Kepatihan. (ABK)
Putri Bungsu Raja Yogyakarta Menikah Dengan Rakyat Biasa

Putri Bungsu Raja Yogyakarta Menikah Dengan Rakyat Biasa

GKR Hemas mencium lutut Sri Sultan Hamengku Buwono X pada acara Ngabekten di Tratag Proboyekso, Keraton Yogya, Selasa (22/9).(TEMPO/HERU CN) 

TEMPO Interaktif, Yogyakarta – Putri bungsu Raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bendara Raden Ajeng Nurastuti Wijareni akan menikah Oktober 2011 mendatang. Resepsi anak kelima yang biasa dipanggil Reni itu akan diadakan dari tanggal 16-19 Oktober. Sementara upacara wisuda gelar calon pengantin akan diadakan pada tanggal 3 Juli di bangsal Purworetno Keraton Yogyakarta.

“Resepsinya digelar di Bangsal Kepatihan (kantor Gubernur DIY),” kata Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura (jabatan sekretaris negara) Gusti Bendara Pangeran Haryo Djoyokusumo saat ditemui Tempo di Kepatihan, Selasa, 24 Mei 2011.

Djoyokusumo menjelaskan resepsi pernikahan di bangsal Kepatihan memang berbeda dengan resepsi pernikahan keluarga keraton sebelumnya. Biasanya, resepsi diadakan di keraton, sedangkan tradisi di bangsal Kepatihan adalah tradisi zaman HB VIII. “Jadi, kami kembalikan ke tradisi awal, sekaligus untuk mendukung pariwisata,” kata Djoyokusumo.

Pengantin akan diarak enam kereta menuju tempat resepsi, dari keraton menuju kepatihan. Kereta yang dikendarai pengantin adalah kereta yang diberi nama Kanjeng Kyai Jongwiyat. Perjalanan kirab bisa disaksikan masyarakat Yogyakarta.

Reni adalah putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X yang lahir tanggal 18 September 1986. Dia disunting pemuda asal Sumatera, Muhammad Ubaidilah, dari kalangan warga biasa. Prosesi lamaran telah berlangsung sekitar dua bulan lalu. “Kalau upacara wisuda pemberian gelar pengantin tanggal 3 Juli nanti,” kata Djoyokusumo.

Dalam wisuda nanti, gelar Reni akan berubah menjadi seperti ibunya, yaitu Gusti Kanjeng Ratu, sedangkan suaminya akan menyandang gelar Gusti Pangeran Haryo. Upacara wisuda gelar itu bertepatan dengan jumenengan Sultan HB X.

PITO AGUSTIN RUDIANA

rELATED iNFO
LOOK THE VIDEO FROM YOU TUBE ,PLEASE CLICK
 
 
 

MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

Dr IWAN ‘S CYBERMUSEUM

 THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

  MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

   DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

     PENDIRI DAN PENEMU IDE

      THE FOUNDER

    Dr IWAN SUWANDY, MHA

                     

The Driwan’s  Cybermuseum

                    

(Museum Duniamaya Dr Iwan)

Showroom :

The Royal Princess Jogya Wedding Ceremony.

Introduction Marriage Akbar Sultan Palace 16 to 19 October 2011 | Wedding GRA Nurastuti Wijareni With M Ubaidillah
 
  Akbar Sultan Palace wedding will be held at 16 to 19 October 2011. As for his graduation ceremony the bride and groom will be held on July 3, 2011 at ward Purworetno Ngayogyokarto Sultanate Palace. Sultan Palace is currently preparing the dancers who will perform at the event’s youngest daughter married the Sultan HB X is also a finalist of Miss Indonesia 2009, GRA Nurastuti Wijareni with M Ubaidillah

Pernikahan Akbar Keraton Yogyakarta 16-19 Oktober 2011 | Pernikahan GRA Nurastuti Wijareni Dengan M Ubaidillah

Yogyakarta Love grows precisely when a position far from each other. That initial engagement GRAj Nurkamnari Goddess, the third daughter of Sri Sultan HB X, with the SE Yun Prasetyo MBA. Application was filed by mail.
Yun who now holds Purbodiningrat KPH, since Friday (9 / 5), officially became the law of Sri Sultan HB X He has edited GRAj Nurkamnari Goddess who now holds the RCC Maduretno, third daughter of the King of Yogyakarta.
Yun, son of H Djuwanto (late) and Raden Ayu Handayati Djuwanto, Gusti Goddess first met in 1994. Introduction bridged one of the companions Goddess. When introduced, they admitted there was no special feeling.
New in 2003 they met again. “We met on the street and had time to chat,” said Yun.
But that relationship has not shown the flowers of romance. Moreover, the Goddess and then continue their studies in Australia and continuing education Yun S2 in Washington DC, USA.
Interestingly, even in places far from each other it romance blossoms spread between the two. February 2008, Yun ventured to apply for her idol’s daughter.
Yun, the restaurateur and florist, also apply to the Sultan. What is also unique, applications submitted in the form of a letter written and submitted parent applicants.
“Because my father was dead, application filed on behalf of the mother. It contained more or less begged Ngarsa Dalem that we should marry his daughter.’s Letter of application written in Java and Latin,” said Yun.
Not long ago, written answers sent by messenger whose contents Dalem grant application. “So we got married,” tutrur Yun.
Yun then got promoted Kangjeng Tumengung Raden (KRT) and given the same name Purbodiningrat. Rank was raised again to Kangjeng Prince Hario (KPH) with a fixed name Purbodiningrat.
For Goddess, Yun was the first girlfriend. “He was good,” he said commenting on her partner.
Facing her marriage, Yun pleaded not have special preparation. He just set up the Al-Quran and its translation plus a set of tools that made prayer and gold wedding ring.
Thursday evening, the Sultan summoned his daughter, GKR Maduretno. In a ceremony called tantingan it, the Sultan asked the truth if her daughter wanted to marry Purbodiningrat KPH.
“Son of Queen Maduretno Kangjeng Ingsun Gusti, what sira saguh dhaup karo man Ingsun Purbodiningrat KPH?” asked the Sultan to his daughter. It means, ‘My son Gusti Kangjeng Maduretno Queen, are you willing to marry abdiku, KPH Purbodiningrat?’
The question was answered speedy way, “Inggih or yes.” Finally, in the morning ceremony took place. GKR Maduretno married themselves by the Sultan, his father.
The party was filled with white flowers and great lively. Seen a number of important guests attended the ceremony, including Vice President M Jusuf Kalla and his wife.
On behalf of Purbodiningrati, one of the relatives of Yogyakarta Palace RM Dinusatomo say, the name was originally used by the son of the elder brother of Sri Sultan HB VIII that had died. Purbodiningrat itself means the ruler of the world’s major

Sultan HB X’s youngest daughter and her partner will be carried using the royal carriage.


 

Gusti Maya Raden Achmad Nur Astuti Wijareni and Ubaidillah (Document Family)
YouTube – The event was held in the grand moment of Yogyakarta Palace. Sri Sultan Hamengkubuwono would marry her youngest daughter, Maya Gusti Raden Astuti Wijareni Nur, by Achmad Ubaidillah on October 18, 2011.

Royal Wedding aka royal style wedding will be performed. Like what? “Royal Wedding within the meaning of marriage in court must do the traditional ceremony that we need to do,” said GKR Hemas in the House Representatives, Jakarta, Friday, September 30, 2011.

Hemas revealed, the wedding party of the people was also presented as Yogya. “Also the one that awaited the people, who awaited the palace,” he said.

According to him, people around the palace enthusiastically welcomed the event which has had its day. “They come to pray and celebrate. They want to go partying in the streets and corners of the city, so there is a festival. Later they will be entertained a number of folk entertainment while waiting for the passage of trains royal wedding, “said Hemas.

Hemas said, the concept of marriage is continuing a tradition that begins Sultan Hamengkubuwono VII. According to him, when it was sent around the bride being carried in procession. Accompany their partners around the riding. “But then arguably feudal, so the carriage ride both ways from being carried to the location of the wedding palace in kepatihan,” he said.

He added, how the procession the wedding couple’s special moments most anticipated is the community. The committee will also provide screens on street corners. “We put on some corner so people can view the proceedings Yogya,” he said.

Hemas hope, in addition to fulfilling its obligations as a parent: to marry a child, his youngest daughter’s wedding can also be a tourist attraction in Yogyakarta.

Is the bride will wear fancy clothes, such as marriage between Prince William and Kate Middleton? “We still do not have that luxury. What is clear is that the concept of traditional clothing, traditional fixed, and that nothing has changed. Our son does not use expensive design, tailor lengganan keep us, “said Hemas.

 

Pengantin Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat

marriage processions in Yogyakarta Kingdom. Could also to learn about Javanese Kraton used and the use of language like this is rare. according to published manuscripts Kraton.

Lane X, King Ngayogyokarto Sultanate Palace, Friday (05/09/2008) and then, all three daughters married, Gusti Raden Maya (GRAJ) Nurkamnari Goddess with Kangjeng Raden Tumenggung (KRT) Purbodiningrat. After marriage GRAJ Nurkamnari Goddess got a new name Gusti Kangjeng Queen (RCC) Maduretno, while KRT Purbadiningrat be Kangjeng Prince Harya (KPH) Purb

Flare / SOWAN Nyantri
Ing dinten Thursday Legi, dated 1941 Kaping 2 Jumada Jimawal utawi Suryo Kaping May 8, 2008.

Wanci enjing 8:00 (08:00 GMT)

Ha (1). Kangjeng Gusti Hariya Hadiwinoto Prince, the Prince Harya Bendara Gusti, the Dalem Prince Abdi Abdi Dalem Sentana sarta the carpenter Regents Punakawan sarta Kaprajan sanese sarta the Dharah Dalem jaler ingkang cepeng damel sami sami SOWAN wenten ing Gadri Dalem Kasatriyan majesties.

Na (2). Gusti Kangjeng Queen Pembayun, relict Garwa Dalem Nata, Gusti Raden Ayu Suryokusumo, the Gusti Ayu Bendara Raden, relict Kangjeng Panembahan, garwane Kangjeng Prince Harya Hadiwinoto Gusti, the relict garwa Lurah Prince, the Prince Harya Bendara garwane Gusti, the relict garwa Gusti Bendara Prince Harya, the Blood Dalem estri sarta the Abdi Dalem estri ingkang sami sami cepeng damel wenten bloom ing majesties Dalem Kedhatonan Sekar Ward.

Ca (3). Gusti Kangjeng Queen Hemas, Gusti Raden Nurkamnari Goddess Maya, the Maya sanese Gusti Raden sarta the Blood Dalem estri ingkang kakersakake ngampil ampilan bride, sami bloom ing wenten majesties Dalem Kilen Palace.

Ra (4). Raden Kangjeng Tumenggung Purbodiningrat, Hajjah Handayati Djuwanto sarta ombong sanese sami sumadya wenten griyane ing.

Waci enjing 8.30 am (08:30 GMT)

Ha (1). Kangjeng Gusti Haryo Hadiwinoto envoy Prince Prince Kangjeng Harya Wironegoro saha Kangjeng Tumenggung Danukusumo Raden, kakersakake nimbali Kangjeng Raden Tumenggung Purbodiningrat SOWAN Nyantri. Abdi Dalem Bidale envoy Dalem dhumateng griyane Kangjeng Raden Tumenggung Purbodiningrat medal majesties Dalem Regol Magangan mengangge cenela sarta numpak wimana Paring Dalem Kawedanan Hageng Punakawan sarta Kriya spacecraft.

Na (2). Gusti Kangjeng Queen (GKR) Pembayun envoy Bendara Raden Ayu serakit dhumateng majesties Dalem Kraton Kilen, kakersakake nyuwun marake Gusti Raden Nurkamnari Goddess Maya wenten ing majesties Dalem Kedhatonan Sekar Ward. Bidale Gusti Raden Ayu Bendara serakit dhumateng majesties Dalem Kraton Kilen medal seketeng sakidul majesties Queen Kencanan Dalem Ward.

Wanci enjing 9:30 (09:30 GMT)

Ha (1). Sowane Kangjeng Raden Tumenggung Purbodiningrat wenten ing Gadri majesties Dalem Kasatriyan kahirit Abdi-envoy-Dalem Dalem serakit ginarudug Hajjah Handayati Djuwanto sarta ombyong sanese, lumebet cempuri majesties-Dalem Palace Ngayogyakarta medal-Dalem Regol Magangan majesties. Ing Weten Gadri majesties-Dalem Kasatriyan katampi Kangjeng Gusti Prince Harya Hadiwinoto, sasampune lenggahan sawetawis lajeng Kangjeng Raden Tumenggung Purbodiningrat kapapanake wenten-ing majesties Dalem Gedhong Sri Katon. Wondene Hajjah Handayati Djuwanto sarta ombyong sanese kapapanake wenten ing board ingkang sampun disumektake

Sri Sultan HB X meninjau KPH Purbodiningrat yang sedang nyantri

Na (2). Gusti Raden Ajeng Nurkamnari Dewi katampi Gusti Kangjeng Ratu Pembayun wenten ing Kagungan-Dalem Bangsal Sekar Kedhatonan kakanthi Bendara Raden Ayu serakit, saking Kagungan-Dalem Bangsal Kraton Kilen dhumateng Kagungan-Dalem Bangsal Ratu Kencana. Sesampune lenggahan sawetawis, bakda majang sarta tarub Gusti Raden Ajeng Nurkamnari Dewi lajeng kapapanake wenten ing empar Kagungan-Dalem Bangsal Prabayeksa kidul iring wetan, wondene ampilan sarta ombyong sanese kapapanake wenten ing papan-papan ingkang sampun disumektake. ***

The Traditional Ceremony

1.Pelangkahan ceremony

PENJEMPUTAN PENGANTEN PRIA

PENJEMPUTAN PRINCESS JOGYA

THE ROYAL SULTAN FAMILY AS THE CHIEF OF CEREMONY

the end @ copy right Dr Iwan Suwandy 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s