Driwanmasterpiece Cybermuseum:”The Merak Harbour Historic Collections”(Koleksi sejarah Kota Merak)

MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

Dr IWAN ‘S CYBERMUSEUM

 THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

  MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

   DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

     PENDIRI DAN PENEMU IDE

      THE FOUNDER

    Dr IWAN SUWANDY, MHA

                     

     WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

  SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

Showroom :

The Driwan’s  Cybermuseum

                    

(Museum Duniamaya Dr Iwan)

 

                    Please Enter

                   

              DMC SHOWROOM

(Driwan Masterpiece  Cybermuseum)Showcase:

The Merak City Historic collections

Frame One :

Dr Iwan collections

1.Merak City Postal History in early 20th century(Koleksi Sejarah  Pos Kota Merak sekitar tahun 1910)

After 25 years seaking, this day I find the rare MERAK CITY Halte straigth Line Stampedsend by trai across by boat in Sunda Straigt to cds (Kali)anda lampong (Stempel Kantor Pos Halte Kereta Api Merak, pada masa Hindia Belanda tidak ada Kantorpos dikota Merak)

 

this off cover still rare but if in complete posatl used cover very rare, please who have that collections please show us via comment,thanks You (Dr Iwan s notes). This the only one type of MERAK city Postal History ever found.

FRAME TWO :

THE VINTAGE MERAK CITY PICTURES COLLECTIONS(International Collections)

1.DEI Gouveneur general De Graaf visit Merak harbour in 1930

File:COLLECTIE TROPENMUSEUM Gouverneur-Generaal De Graeff tijdens een bezoek aan Merak of Poelau Merak TMnr 10018721.jpg
No higher resolution available.
   
   

2.The Japanese 2d Division celebrates landing at Merak, Java

File:The Japanese 2d Division celebrates landing at Merak, Java.jpg
No higher resolution available.
The_Japanese_2d_Division_celebrates_landing_at_Merak,_Java.jpg‎ (640 × 404 pixels, file size: 58 KB, MIME type: image/jpeg)
  • Description: The Japanese 2d Division celebrates landing at Merak, Java – 1 March 1942

FRAME THREE:

THE RECENCT MERAK CITY PICTURES COLLECTIONS

1.Merak Harbour 

arrived in merak, Merak,banten, Indonesia travel blog

arrived in merak

arrived in merak harbour waiting for ferry to bakauheni,buy a ticket for crossing, and then wait for the queue to hold the ship, this really bored, when cross was almost 3 hours

2.At Night From Merak to Bakauheni Lampong by Fery Boat across the Sunda Straits in Indonesian language

I ever across thhe Sunda Straight from Merak to bakauheni 4 time circa 1985 to 1990, the ferry still good but the rest room not so well ,we must pay extra bill if want to sit at the aircondaitioning room with Video across  that tie about one and half hours,but during the raining seasons at Dec until february the sea flow high until 2 meter we must add one hours more to cross. The recent info the fery became bad and some were burn and thinking, that made the truck and bus long queing look the article and  pictures below.

Government Add Ship To Overcome Congestion at the Merak

The government finally decided to re-add a fleet of ships to overcome the current congestion at the port of Merak ferry, Banten. It was decided at the cabinet meeting on Wednesday (1 / 3).

Minister of Transportation, Freddy Numberi stressed that the move adds another fleet was not an instruction from President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). This time the government set up four military ships from the navy.

“Hopefully, about 27 or 28. The navy is 4, then from some companies such operations from NTT (East Nusa Tenggara) would pull us all. Because we see the volume of trade between Sumatra-Java greatest right now, “he said.

Freddy also attract a number of promising steps boats from other provinces are not going to disrupt operations in the waters of other regions. The addition of these vessels will continue until no new vessels entered the port of Merak.

“So hopefully we have the ASDP with the addition of more ships, hopefully can help in addition to that of other agencies to help,” he said.

In addition, the government hoped the operators involved are working together to increase the number of vessels both local and foreign private operators.

So far, Kemenhub claimed to have been carrying out the procurement of new ships with a capacity of 5000 GT (gross tons). Kemenhub deliberately raise capacity to 5,000 GT vessel of 200 GT to be able to deal with natural conditions, especially the big wave.

Previously, the government has added to the previous vessel of 23 vessels. The ship originated from Pelni. (Source)

about the recent travel read ib indonesian language story below :

Seputar Jalan Jalan kali ini berwisata ke Lampung dan kami akan menggunakan jasa penyembrangan kapal fery untuk dapat menyebrangi Selat Sunda dari pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni.
Seputar Jalan Jalan sengaja menggunakan kendaraan umum agar dapat menikmati selama di perjalanan, kami sengaja mencegat bus yang menuju ke Merak dari pintu toll Kebun Jeruk pukul 21:00 wib karena lebih efektif dan lebih cepat dan juga tidak harus menunggu terlalu lama di terminal. Tidak begitu lama kami menunggu akhirnya datang juga bus yang lewat (Primajasa) hanya mengeluarkan kocek 18 ribu rupiah sudah dapat menikmati perjalanan dengan bus ac yang sangat nyaman sekali.
Memakan waktu 2,5 jam perjalan kami dari pintu toll Kebun Jeruk menuju ke Merak, seandainya tidak banyak berhenti disetiap terminal mungkin hanya 1-1.5 jam kami sampai di pelabuhan Merak, kami tiba di pelabuhan merak pukul 23:30 wib akhirnya kami langsung beli tiket kapal roro dgn harga tiket 10 ribu rupiah per kepala untuk dewasa.

Kami dari Seputar Jalan Jalan melihat kapal-kapal very yang bersandar di pelabuhan Merak banyak kapal-kapal yang perawatannya kurang baik, terutama sekali di bagian toilet, emmm ….. aromanya seperti di terminal bus (bau pesing) begitu juga dengan yang di ruangan vip, disini kalau kita ingin masuk keruangan vip di kenakan tambahan biaya sebesar 5 ribu rupiah tetapi tergantung kapalnya, kalau ruangannya nyaman kita di kenakan biaya tambahan 7 ribu rupiah per penumpang.

Seputar Jalan Jalan memperhatikan keadaan kapal-kapal fery ini yang bersandar di pelabuhan Merak, kalau di perhatikan dari jam berlayarnya sudah sangat lama dan kebanyakan kapal-kapal fery ini berasal dari Negeri Matahari Terbit (Jepang).

Ada beberapa kapal untuk kelas ekonomi  yang ruangannya sangat tidak nyaman sekali untuk para penumpangnya, dilihat dari kondisi bangku penumpang untuk kelas ekonomi seperti tempat duduk bus metro mini dan kadang ada satu baris bangku (10 bangku) yang lepas entah kemana perginya dan juga tempat penyimpanan live jacket, disini kami jumpai tidak terkunci dan terbuka begitu saja, dan kami berpikir apakah cukup live jacket tsb untuk para penumpangnya ??, dan kami sangat yakin pasti ada tangan-tangan jahil yang mengambilnya karena posisi lemarinya terbuka dan tidak terkunci rapat kalau seperti ini siapa yang disalahkan dan yang bertanggung jawab ??? penumpang yang disalahkan atau para crew kapal yang teledor karena tidak memperhatikan inventaris kapal fery  ???.
Dan kami pernah menaiki beberapa kapal fery yang sangat-sangat nyaman dan bersih sekali dan interiornya yang sangat terawat, tempat penyimpanan live jacketnya sangat tertib dan rapih serta mudah dijangkau oleh para penumpang bila terjadi kecelakaan dan yang utama sekali adalah toiletnya yang bersih dan tidak bau pesing.

Di ruangan vip yg kami utarakan diatas tersebut, setiap kapal berbeda-beda fasilitasnya, ada yg vip lesehan, ada vip yg interiornya meniru cafe dan banyak lagi ragamnya. Untuk yang di kelas ekonomi jangan kuatir walaupun tempat duduknya tidak senyaman yg diruangan vip tetapi ada satu hiburan yang membuat semua penumpang terhibur selama perjalanan ke pelabuhan Bakauheni yaitu “organ tunggal” yang biduannya lumayan cantik-cantik dengan dandanannya yang sangat sexy-sexy ….. !!. Kebetulan sekali Seputar Jalan Jalan di dalam perjalanan ini malam minggu jadi suasana di kapal sangat ramai terutama di ramaikan oleh ulah para penggemar musik organ tunggal terutama sekali para supir truk yang mengangkut kebutuhan sembako dari pulau Jawa ke pulau Sumatera dengan rute jalan darat.

Rata-rata para supir ini berjoget dan menyawer si biduannya dan ada juga yang jahil sambil menyawer ke biduanitanya tangan yang satunya mencoel badan si biduan ….. dan yang dicoel malah bilang, tambah lagi sawerannya kalau nyoel…nyoel …., suasana semakin ramai dengan sorakan penumpang lainnya yang menyaksikan aksi yang joget penyanyinya. Selain hiburan organ tunggal masih banyak lagi hiburan-hiburan yang ada diatas kapal seperti hiburan para pedagang obat dan penjual pernak-pernik kebutuhan alat-alat listrik yang semuanya selalu ditingkahi dengan guyonan-guyonan yang membuat penumpang tertarik apa yang di jajakan si pedagang tsb.

Akhirnya kami memutuskan berkeliling di geladag kapal dan turun ke bawah tempat parkiran mobil, truk dan sepeda motor, ada kejadian yang unik Seputar Jalan jalan alami didalam kapal terutama di tempat parkir kendaraan. Ketika Seputar Jalan Jalan sedang menikmati secangkir coffe mix indocaffee tiba-tiba ada wanita menawarkan jamu dan pijat, dalam hati kami mau mijat dimana emangnya ada tempat untuk mijat ??, lalu kami dihampiri oleh seorang wanita menawarkan jamu dan jasa pijat,

Saking asyiknya kami menikmati coffe mix tanpa di tanya lagi si-wanita penjual jamu telah menghilang dari hadapan kami dan ketika kami tanya kepada si penjual kopi katanya si-wanita penjual jamu telah pergi karena takut melihat id card kami yang bertuliskan dari media online, dan menurut informasi si penjual kopi bisnis seperti ini sudah lama ada dan memang hanya sebagian penumpang yang mengerti, yang sering bepergian dan menyembrangi Selat Sunda ini dengan kapal fery.

Tanpa terasa perjalanan kami pun sudah hampir 3 jam lamanya diombang-ambingkan di atas lautan Selat Sunda tanpa dari kejauhan pelabuhan Bakauheni sudah tampak dengan wajahnya yang anggun yang dihiasi lampu-lampu terutama sekali pemandangan yang nampak sangat menonjol adalah Menara Siger, yang berada diatas pelabuhan Bakauheni.

Akhirnya kami tiba di pelabuhan Bakauheni tepat pukul 02:30 WIB, dan kami mencari bus jurusan terminal Rajabasa, bus ini baru berangkat dari pelabuhan Bakauheni tepat pukul 03:30 wib, hampir semua bus di terminal ini menjejalkan penumpangnya hingga penuh baru berangkat kalau belum penuh dalam artian kalau dilorong bus ini sudah terisi oleh penumpang  baru bisa berangkat kalau belum jangan harap bisa berangkat dan kita bisa berjam-jam lamanya di pelabuhan Bakauheni ini.
Seputar Jalan Jalan tak henti-hentinya memandangi pemandangan pagi melalui jendela kaca bus yang akan membawa kami ke Pasir Putih, di kanan jalan pemandangannya di penuhi oleh kebun pisang, pohon kelapa dan pohon durian dan di kiri jalan pemandangannya adalah lautan/pantai dan tambak-tambak udang serta tambak ikan bandeng. hampir 3 jam lamanya kami diatas bus, akhirnya kami sampai ditujuan dan kami segera bergegas mencari penginapan, banyak penginapan diwilayah ini dan hampir rata-rata sekelas melati dari harga 40-150 ribu rupiah.
Kami pun mendapatkan penginapan yang cukup nyaman dan kami memilih penginapan yang harganya 100 ribu (tv, ac dan double bad), dan kamipun akhirnya dapat meluruskan badan ini yang sangat lelah sekali selama dalam perjalanan.

FRAME FOUR :

THE HISTORY OF MERAK HARBOUR

Rapat Untuk Melawan VOC. Foto : www.jakarta.go.idDilakukan sejak tahun 1619 oleh Kerajaan Banten saat VOC berusaha hendak merebut bandar pelabuhan Merak, yang membuat orang Banten sangat marah dan menaruh dendam terhadap VOC. Apalagi VOC telah dengan sewenang-wenang merebut Jayakarta yang menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Banten dan berusaha memblokade pelabuhan dengan Kerajaan Banten.

Untuk menghadapi bahaya dan ancaman Kerajaan Mataram, VOC berusaha mendekati Kerajaan Banten. Tetapi Banten sudah terlanjur menaruh dendam terhadap Belanda. Pada Desember 1627 orang-orang Banten merencanakan pembunuhan terhadap J.P. Coen. Tetapi rencana itu bocor dan telah diketahui musuh. Kemudian mereka mengamuk dan membunuh beberapa orang Belanda.

Tahun 1633, ketika VOC bertindak sewenang-wenang terhadap orang-orang Banten yang berlayar dan berdagang di Kepulauan Maluku, maka pecah lagi peperangan antara Banten dan VOC. Keangkuhan orang Belanda ini memicu kemarahan dan sikap anti terhadap sifat kolonialis. VOC bukan saja ingin menguasai perdagangan tetapi juga menerapkan pajak yang tinggi terhadap rakyat Banten.

Orang-orang Banten merasa harga diri mereka dilecehkan. Mereka adalah penganut Islam kuat dan selalu memiliki semangat untuk menegakkan keadilan. Rakyat Banten menganggap orang-orang Belanda adalah orang-orang yang akan merusak tatanan kehidupan di tanah Banten.

Hubungan antara Kerajaan Banten dan VOC lebih gawat lagi ketika kerajaan itu diperintah oleh Sultan Abdulfatah. Abdulfatah yang dikenal gelarnya Sultan Ageng Tirtayasa (1650-1682). Hal ini dibuktikan dengan peperangan-peperangan yang dilakukannya melawan VOC atau Kompeni Belanda, baik di darat maupun di laut. Di daerah-daerah perbatasan antara Batavia dan Kerajaan Banten seperti di daerah Angke, ‘Pesing dan Tangerang sering terjadi pertempuran-pertempuran yang membawa korban kedua belah pihak.

Untuk melawan Banten, VOC membentuk pasukan-pasukan bayaran yang terdiri dari pelbagai suku bangsa seperti: Suku Bugis, Suku Bali, Suku Banda dan lain-Iainnya. Selain itu VOC juga terdiri dari pelbagai suku bangsa Indonesia yang bermukim dan bertempat tinggal di Jakarta, termasuk orangorang Cina, orang-orang Jepang serta keturunan orang-orang Portugis yang sudah menjadi kawula atau pegawai-pegawai VOC. Orang-orang Belanda senfliri yang tidak seberapa jumlahnya, karenanya selalu berada di garis belakang, namun dengan persenjataan lengkap bahkan mempergunakan senjata meriam.

VOC juga mendirikan dan memperkuat perbentengan-perbentengan mereka di perbatasan Kerajaan Banten, seperti di daerah Angke, Pesing dan lain-lainnya, Tahun 1658, dipimpin Raden Senopati Ingalaga dan Haji Wangsaraja menyerang Batavia di daerah Angke dan Tangerang. Kedatangan tentara Banten itu sudah diketahui VOC melalui mata-mata dan kaki tangan mereka.

VOC menyiapkan pasukan-pasukannya dan segera menyongsong tentara Banten itu. Dan terjadilah pertempuran seru. Dengan kapalkapalnya dan persenjataan meriam-meriamnya yang besar VOC mengurung serta menutup pelabuhan Banten, yang berakibat terhentinya perdagangan Kerajaan Banten.

Dengan cara yang demikian VOC banyak menimbulkan kerugian lawan, karena hidup kerajaan itu sebagian besar bergantung kepada perdagangan. Belanda yang licik berusaha memecah belah dan mengadu domba orang-orang Banten, yang berhasil mengadu domba Sultan Ageng Tirtayasa dan puteranya, Sultan Haji. Akhimya ayah dan anak itu bermusuhan dan berperang. Sultan Ageng Tirtayasa melawan VOC, sedang Sultan Haji berpihak pada VOC.

Pada bulan Pebruari 1682 pecah perang antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji. Tanggal 6 Maret 1682 VOC mengirimkan bantuan di bawah pimpinan Saint Martin. Sultan Ageng Tirtayasa dipukul mundur dan bertahan di Tirtayasa. Januari 1683 Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Purbaya serta sejumlah pasukan Banten berada di Parijan, Tangerang. Mereka tetap melanjutkan perjuangan melawan VOC. Kemudian Sultan Haji mengirim surat kepada ayahnya agar datang ke Istana, yang curiga memenuhi undangan puteranya.

Tanggal 14 Maret 1683 Sultan Ageng tiba di Istana dan diterima dengan baik, tetapi kemudian ditangkap dan dibawa ke Batavia. Tahun 1695 Sultan Ageng Tirtayasa wafat. Setelah Sultan Ageng wafat, sisa-sisa tentara Banten tetap mengadakan perlawanan.

Setelah Kesultanan Banten dihapus oleh Belanda, perjuangan melawan penjajah dilanjutkan oleh rakyat Banten yang dipimpin oleh ulama dengan menggelorakan semangat perang sabil. Keadaan ini berlangsung sampai Negara Republik Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya. Hal ini terlihat di berbagai pemberontakan yang dipimpin oleh kiai dan didukung oleh rakyat, antara lain peristiwa “Geger Cilegon” pada tahun 1886 di bawah pimpinan KH Wasyid (w. 28 Juli 1888) dan “Pemberontakan Petani Banten” pada tahun 1888

the end @copyright Xr Iwan Suwnady 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s