Driwanmasterpiece Collections:”The Vintage Actress Titin Soemarni Picture”(Koleksi Foto antik aktris film Titin Sumarni)

MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

Dr IWAN ‘S CYBERMUSEUM

 THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

  MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

   DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

     PENDIRI DAN PENEMU IDE

      THE FOUNDER

    Dr IWAN SUWANDY, MHA

                     

     WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM               

  SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

Showroom :

The Driwan’s  Cybermuseum

                    

(Museum Duniamaya Dr Iwan)

 

                    Please Enter

                   

              DMC SHOWROOM

(Driwan Masterpiece  Cybermuseum)Showcase:

The Vintage Indonesian Actrees Titin sumarni pictures Collections 

Frame One:

Dr Iwan collections

Frame Two:

National Collections

Titin Soemarni almadalah seorang bintang tenar di jaman nya.
 
 
 
Titin Soemarni


Frame Three:

Titin Soemarni Biography

 

Buku Kuno tentang kisah hidup artis terkenal jaman doeloe,

“Rahasia Hidup Titin Sumarni”, bintang film terkenal Indonesia th.1950an.

Buku diterbitkan th.1955, tebal buku: 72 halaman.

Ketika Titin Sumarni mulai muncul di dunia perfilman nasional pada 1953, namanya langsung meroket sebagai artis papan atas perfilman Indonesia. Mojang geulis asal Sunda kelahiran Surabaya, 28 Desember 1930, ini saat tampil pertama kali dalam film Putri Solo produksi perusahaan film Bintang Surabaya telah merebut hati penonton.

Kala itu film satu-satunya hiburan di luar rumah. Televisi baru muncul 10 tahun kemudian. Titin Sumarni dengan tahi lalat di bibirnya membuat penonton tergila-gila.
Dia pun mengalahkan rivalnya kala itu, Netty Herawati, Komalasari, Ellya Rosa, dan Ermina Zaenah. Kehadirannya cukup menggairahkan perfilman nasional yang saat itu menghadapi saingan film-film Melayu (sebelum jadi Malaysia) dan India.
Sayangnya, karier Titin yang gemilang di dunia film tidak diikuti kehidupan rumah tangganya. Dia bercerai dengan Mustari, seorang pegawai biasa. Kemudian, dia menikah dengan Saerang, pengusaha kaya dari Sulawesi Utara.

Film terakhirnya Janjiku (1956). Lama tidak muncul di dunia film, banyak orang melupakannya. Tiba-tiba Titin Sumarni dikabarkan dalam keadaan sakit. Bukan hanya itu, setelah kembali menjanda, hidupnya melarat, tidak memiliki rumah dan tidak punya uang untuk berobat. Rekan-rekan artis pun mengumpulkan dana sebelum ia meninggal dunia pada 15 Mei 1966 dalam usia masih muda, 35 tahun.

2.Buku Almanak 1955




Buku Almanak tahun 1955, buku yang menceritakan tentang segala hal di tahun tersebut, sampai biografi para artis yang jaya di kala itupun diulas didalam buku ini, ukuran 11 x 15 cm, tebal 406 halaman.
Para Artis yang diulas antara lain : Titin Sumarni, Dahlia, Subono, Sofia, Rd. Endang, Mimi Mariani, Mien Sondakh, Nur Hassanah, Abd. Hamid Arif, Nana Mayo.

the end @ Copyright Dr Iwan Suwandy 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s