Pameran Koleksi Sepeda Antik di Cybermuseum Dr Iwan

Driwancybermuseum’s Blog

tarian betawi tempo dulu                 

                           WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

                          SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

                                                AT DR IWAN CYBERMUSEUM

                                          DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE FOR ADDS ADVERTISME  (UNTUK IKLAN SPONSOR)

_____________________________________________________________________

 *ill 001

                      *ill 001  LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

                                THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

                           MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

                 DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

                                        PENDIRI DAN PENEMU IDE

                                                 THE FOUNDER

                                        Dr IWAN SUWANDY, MHA

                                      

                 WELCOME TO THE  HALL OF HUMAN HERITAGE

                SELAMAT DATANG DI RUANGAN PAMERAN KHUSUS

SHOWCASE : PAMERAN SEPEDA ANTIK DAN LOGONYA.   

                                       

FRAME : INTRODUKSI

Saat ini sepeda antik sudah mulai langka dan peminatnya juga sudah meningkat. Pada tahun 1989, penulis masih sempat melihat di pasar senin sebelah statsiun ,sangat banyak sepda antik dijual sperti sepeda merk fonger, dan kemudian saat putra penulis Anton kuliah di Jogya tahun 1996 dibeli sepeda agar praktis pergi kuliah dari temapt kos yang kemudianzs etelah tamat dibawa pulang guna dipakai pembantu rumah tangga. Saat Anton masih kecil ada sepeda anak-anak yang dipergunakan untuk latihan naik sepeda bersama kakanya Albert,waktu pindah dijual. Pernah sebuah sepeda wahita dicuri di rumah jalan Bundo kandung Padang . saat di jkarta  sepeda tidak begitu diperlukan,- Penulis memperoleh banyak info dari beberapa teman kolektor sehinhha  pameran ini dpat terlaksana,- Silahkan bagi pencinta sepeda antik untuk menikmati pameran ini.

FRAME : KISAH PEDAGANG  SEPEDA ANTIK( OLEH SULKAN)

1.Sepeda bingung

 Mengkoleksi barang antik, barang langka membutuhkan ketelatenan yang cukup besar. Mengkoleksi suatu barang biasanya tidak terlepas dari hobi yang dimilikinya. Kalau sudah menyangkut hobi, urusan modal atau harga dan biaya yang dikeluarkan untuk merawat dan mempercantik barang koleksi tidak bisa dibandingkan dengan nilai harga barang lain apalagi dengan harga beras.

Tidak bisa dibayangkan seorang penggemar sepeda motor honda CB mengeluarkan ongkos hingga 10 juta hanya untuk menuruti hasrat merawat dan memodifikasi CB-nya. Padahal dia beli CB itu dulunya cuman 2,5 juta (sepeti saya baca di sebuah majalah otomotif tapi lupa namanya). Rp 10 juta ditambah 2,5 juta = 12,5 juta hampir sebanding dengan harga motor GL Max baru yang masih kinyis-kinyis. Sungguh tidak masuk akal. Apakah bisa dibilang ini pemborosan atau orang gak waras ?. Mungkin iya karena ongkos yang sangat mahal jika dilihat dari kacamata dapur. Tapi dari sisi kepuasan yang diraih si penggila motor CB tadi dengan hasil modifikasinya, rasanya tidak bisa disetarakan dengan rupiah yang dikeluarkan.

Itulah yang namanya hobi, apapun akan dilakukan, berapapun akan dikeluarkan, mahalpun akan dibeli demi kepuasan hawa hobi.

klik memperbesar sepeda bingung
Tidak beda dengan penggila sepeda onthel yang sekarang lagi marak di tanah air. Melihat onthel yang menarik rasanya seperti “kemecer” ingin memiliki. Seperti melihat Sandra Dewi atau Luna Maya (lagi-lagi Luna Maya, awas terkena rrRaccoonnn onthel..)
Gak inget lagi dirumah sudah berjubel sepedah onthel yang dipunyai.
Seperti saat melihat koleksi peng-GANDRUNG onthel pakde Mulyadi Lubis. Ada sepeda yang membuat saya bingung. Seperti sepeda Jengki tapi jelas bukan, kelihatan kayak onthel kebo tapi masak iya. Gak tahulah ini sepeda apa. Tidak ada petunjuk yang jelas hanya ada tulisan di tromol belakang tapi sayangnya saya lupa karna waktu motret memori kamera habis dan tidak saya catat tulisannya. Yang saya inget ada stiker pajak tahun 1953 dan 1960 nempel dibodinya.
Garpu depan rangkap dua (sayang fotonya agak gelap). Diragangan tengah jarak antara sisi atas dan bawah sangat tidak umum, ini yang bikin saya yakin bukan model sepeda Jengki. Beberapa asesoris onthel ikut melengkapi, seperti lampu belakang, klunthungan sapi made in Thailand yang nggantung di lampu depan yang unik, sadel tuebal yang tidak match (serasi) dengan ukuran sepeda.
klik memperbesar Rangka sepeda bingungAda asesoris onthel lain yang saya sampai terkekeh ketawa dan geleng-geleng. Tas kulit dibelakang keliatan sepuh/tua dan bernuansa DOELOE serta diatasnya ada tembak jadul menghadap kebelakang (menghadang musuh dari belakang ??) atau kalau diperlukan bisa di panggul di pundak pengonthel. ….Ampuh tenan.
Tapi tetap saja bikin bingung ini sepeda apa. Barangkali para onthelis punya review atau masukan akan sangat membantu saya. Pakde Mul punya sebutan khusus untuk sepeda ini, pakde menyebutnya sepeda wandu (wandu = tidak laki-laki juga tidak perempuan alias bencong). Hah ada-ada ajah pakde ini.

 2.Mesam-mesem ngonthel sepedah

klik untuk memperbesar Fongers berangkat touringBersepeda onthel merupakan kebanggan bagi sebagian orang. Selain menyehatkan, bagi para pehobi naik onthel adalah sarana unjuk gigi menampilkan onthel koleksinya, sarana berkumpul dengan komunitas penggila onthel lain untuk menambah koneksi, sekedar ikut-ikutan bahkan ada yang bertujuan mencari penghasilan tambahan dengan jual beli sepeda onthel.
Bisa dibayangkan betapa bangganya naik sepeda onthel merk FONGERS dengan asesoris yang lumayan lengkap. Tas depan model pistol, tas belakang bentuk kotak, tas kecil dibelakang sadel dan tutup roda belakang yang sangat aman.
klik untuk memperbesar asesoris onthel Tas model pistolTas tengah model pistol, bahan dari kulit dengan 2 saku samping dikerjakan dengan rapi terikat kokoh di bodi, menambah pede dan ganteng penampilan onthel kita.
klik untuk memperbesar asesoris onthel Tas kotak belakangTas kotak belakang. Warna hitam berbahan bagus, nyantol kuat di boncengan, terinspirasi tas pak pos atau kurir dengan penutup yang sangat rapet sehingga dokumen, ijasah atau surat lamaran kerja tidak mungkin semburat kena angin kenceng sekalipun. (memang mau nglamar kerjaan di mana mass…)
klik untuk memperbesar asesoris onthel Tas sadelKalau yang ini sangat spesial. Tas sadel ukuran kecil sesuai lebar sadel tumpuannya. Bahannya tebal sekali dijahit benang model menyilang. Pastinya kakek-kakek dulu menyimpan tembakau, cengkeh, klembak, kertas papeer dan perlengkapan ngudut/ngrokok di tas ini. Dijamin rokok TingWe (ngelinting dhewe) gak bakal diambil orang sembarangan karena untuk mbukaknya lumayan susah kudu pake dua tangan. Siapa pula yang mau nyopet tembakau kiloan …
klik untuk memperbesat asesoris onthel Tutup roda belakangTutup roda belakang samping kiri dan kanan, modelnya mirip apa yah..seperti kipas mungkin. Tidak akan menghalangi kunci roda belakang karena sudah dibuat lubang khusus. Barang bawaan tidak akan tergores roda dengan pelindung ini. Yang lebih penting kaki si thole kecil gak perlu diikat di bodi tengah karena kuatir kena jeruji. Kaki kok diikat kayak tahanan ajah…he..he. Kata iklan tivi “perlindungan maximal”

Kalau sudah seperti ini mengayuh sepeda onthel bisa mesam-mesem karena dilirik banyak orang, apalagi ngliriknya rada ndelongop sesekali menelan ludah. Pengonthel lain mengamati dari samping dan belakang. Awas digambar sama orang….ngonthel teruss.
Tapi rasanya asesoris onthel masih ada yang kurang, mungkin onthelis lain bisa mengomentari atau menambahkan. Sharing-sharing wawasan onthel-lah.

 3.GAZELA berasa disoerga

klik untuk memperbesar Gazelle berasa disoerga

Gazelle sepeda telah kesohor,
Ringan, ladjoe, kokoh dan moerah;
Lagi poela bisa dibikin obor,
Mentjari oentoeng penambah nafkah.

Merk Gazelle kereta angin pilihan
Ringan dan tjantik tiada bertara
Potongan molek seperti parawan
Doedoek diatasnja berasa disoerga

Dua bait puisi diatas saya kutip dari dua brosur gambar iklan sepeda Gazelle yang terbit tahun 1939 yang katanya wong-cilik diambil dari buku “1892-1967 : 75 jaar Gazelle” (1892-1967 : 75 tahun Gazelle).
Kalau ditahun segitu (aku belum lahir) saja merek Gazelle sudah begitu terkenal, maka tidak salah jika tahun sekarang begitu bangga ngayuh onthel Gazelle. Walaupun tidak 100 persen orisinil, tapi bisa tetap gayeng kalau dikasih asesoris onthel seperti tas kulit bentuk segitiga. Bahan kulit yang tebal nyanthol kuat dibodi dengan tiga ikatan. Sebelah kanan ada 2 saku salah satunya bisa buat tempat minum aqua. Sebelah kiri juga dua saku masih ditambah 1 slerekan (resleting).

klik memperbesar asesoris onthel tas depan segitiga-1klik memperbesar asesoris onthel tas depan segitiga-2klik memperbesar asesoris onthel topi polka coklat

Kalau sepeda sudah nampak cool jangan lupa penampilan si pengonthel juga mesti disesuaikan. Pakai topi POLKA (nggak tau polka itu kepanjangannya apa, mungkin onthelis bisa kasih masukan). Hnah.. kalau pakai topi polka ndak usah kuatir bentuk kepala anda yang tidak bagus atau rambut kepala botak, semua bisa lebih berasa “sampurnah”.
Seperti toean kompeni atau toean meneer….

FRAME TIGA : SEPEDA LELAKI ANTIK

FRAME EMPAT : SEPEDA WANITA ANTIK

FRAME LIMA : KOLEKSI SEPEDA ANTIK DAN LOGO DISUSUN SESUAI SEJARAH

PS. info lengkap klik hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com

selesai @hak cipta Dr iwan suwandy 2010

8 thoughts on “Pameran Koleksi Sepeda Antik di Cybermuseum Dr Iwan

  1. koplak December 3, 2010 / 1:51 am

    wilujeng enjing pa sulkan…..sehat ya.
    oh…ya pa u.sepeda “bingung” tersebut, kebetulan dirumah saya juga punya dan emblem merknya masih tertempel rapi dengan paku keling yang masih original disitu tertulis HIMA, mekoten mawon pa sulkan punten.suwuuun.
    salam onthel dari kami di Indramayu. by koplak. monggo suwun.

  2. mohamad jodi December 24, 2010 / 12:50 am

    mantaf reviewnya jadi ngiler ane bacanya sampek netes…netes

    • iwansuwandy December 24, 2010 / 4:25 am

      halo M,Jodi,
      terima kasih sudah mampir di blog saya,koleksi lengkap silahkan lihat di
      hhtp://Driwancybermuseum.wordpress.com
      Salam dari
      Dr Iwan suwandy

  3. Endi Hidetaki Maruyama January 15, 2011 / 3:37 am

    Selamat pagi..!!
    Salam kenal..
    Melihat-lihat situs Saudara sungguh menarik khususnya gambar-gambar sepeda dengan aksesoris kulitnya yang berwarna cokelat kemerahan. Alhamdulillah Qodarulloh saya juga sedang mencoba menghias sepeda saya dengan hal-hal tersebut dan kenungkinan besar saya sedang mencari model yang bagus untuk saya desain untuk dibuatkan ditukang kulit. Ngomong2 Bapak punya alamt dmna?

    • iwansuwandy January 15, 2011 / 4:11 am

      HALO ENDI,
      terima kasih sudah vist blog saya,
      saya harap dari tampilan koleksi sepeda antik anda dapat meniru tamiplannya,
      saya tinggal dijakarta.
      salam dari
      Dr Iwan Suwandy

  4. H. Bambang Waluyojati January 28, 2011 / 7:55 am

    slmt siang p. iwan, reviewnya biar pendek tapi bagus sekali, apakah bapak juga kolektor sepeda?

    • iwansuwandy January 30, 2011 / 1:13 pm

      hallo pak H.Bambang Waluyojati,
      terima kasih atas visit blog saya,
      koleksi yang lengkap dapat dilihat pala web blog saya yang lain,
      disana lebih lengkap.silahkan klik
      hhtp://www.driwancybermuseum.wordpress.com
      Saya dulu seorang kolektor sepeda onthel, tetapi hampir seluruh koleksi saya sudah dibeli oleh
      para kolekstor dari dalam dan luar negeri karena memerlukan tempat yang sangat luas,sedangkan
      koleski saya ada banyak jenisnya.
      salam dari
      Dr iwan suwandy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s