Sudakah Anda membaca Informasi Kesehatan hari Ini ?

Banyak info Kesehatan yang menarik dan bermanfat karangan beberpa pakar keseshatn Indonesia yang perlu pembaca ketahui dalam rangka meningkatan ketahan Kesehatan tubuh.Peningkatan teknologi informasi  didunia maya memungkinkan pembaca untuk dengan mudah mengakses infokes  tersebut, dan untuk menambah kemudahan itu penulis sudah mengembangkan suatu Pusat infokes didunia maya silahkan klik liwat HP anda  hhtp://www.iwansuwandy.wordpress.com suatu pusat infokes yang diberi nama “PUSINFOKES HARINI” yang memuat infokes yang dipilih oleh penulis selaku profesional kesehatan. silahkan membaca beberapa cuplikab dibawah ini.

1. Mempersiapkan Keturunan Sehat Sebelum Menikah

Oleh Merry Wahyuningsih

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Saat mempersiapkan pernikahan, sebaiknya jangan lewatkan tes kesehatan pra nikah. Selain memperdalam keyakinan Anda terhadap pasangan, tes kesehatan pra nikah juga memungkinkan Anda mendapatkan keturunan yang sehat.

Pemeriksaan pra nikah merupakan salah satu tahap dalam persiapan yang tidak boleh dilewati. Banyak konflik dalam pernikahan yang mungkin berujung pada perceraian diakibatkan oleh masalah kesehatan, kesuburan dan keturunan.

Tapi dengan saling mengenal kondisi kesehatan Anda dan pasangan, masalah itu telah Anda antisipasi dan cegah sejak awal.

“Setiap pasangan yang akan menikah butuh keterbukaan tentang kesehatan,” jelas dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina, dalam acara Seminar Kesehatan 100% Siap Nikah di Prodia Tower, Jakarta, Sabtu (16/10/2010).

7 Tanda-tanda Bayi Sakit

oleh Vera Farah Bararah

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Orangtua yang baru punya anak terkadang masih belum memahami kondisi seperti apa yang menunjukkan si kecil sakit. Untuk itu ketahui 7 tanda bahwa bayi sakit.

Saat bayi masih berusia di bawah usia 6 bulan, maka tubuhnya rentan terkena berbagai penyakit. Seperti dikutip dari Sheknows, Senin (11/10/2010) ada 7 tanda-tanda bahwa bayi sedang sakit, yaitu:

Demam

Bayi dikatakan demam jika suhunya lebih dari 38 derajat celsius. Jika demam diikuti dengan ruam, sulit bernapas, leher kaku, muntah atau diare, maka segera hubungi dokter. Demam sendiri bukanah suatu penyakit, melainkan respons bayi terhadap suatu penyakit terutama akibat infeksi.

Dehidrasi

Dehidrasi bisa terjadi jika bayi memiliki nafsu makan yang buruk, demam, lingkungan yang terlalu hangat atau muntah dan diare terus menerus. Kondisi ini bisa dikenali dengan cara mulut dan gusi kering, popok yang jarang basah serta tidak ada air mata ketika menangis.

Diare

Orangtua perlu menghubungi dokter jika terdapat darah di dalam tinja atau tinja berwarna hitam, lebih dari enam kali buang air besar dan berair serta susah untuk minum.

Muntah

Bayi mungkin sering mengalami gumoh setelah menyusui, jika hanya terjadi satu atau dua kali saja kemungkinan hal tersebut bukanlah kondisi serius. Tapi jika kondisi tersebut terjadi dalam frekuensi yang sering maka harus menjadi perhatian.

Sulit bernapas
Bayi yang memiliki kesulitan bernapas ditandai dengan gejala napas yang lebih cepat dari biasanya, bayi mendengus saat menghembuskan napas, kepala bayi terayun-ayun dan bibir bayi atau kulitnya terlihat kebiruan. Kondisi ini sebaiknya mendapatkan perhatian serius dan segera hubungi dokter.
(perlu mendapatkan perhatian karena pernah terjadi kematian mendadak yang dikeanl dengan nama kelianan ” Sudden Death Newborn”-Pen)


Ruam
Jika ruam mencakup area yang luas, terutama jika terjadi di wajah, disertai demam, perdarahan atau bengkak, maka ada kemungkinan ruam disebabkan oleh infeksi.
(Kelainan ini sering membinggungkan orang tua, karena gejala permulaan penyakit hampir sama berupa ruam , seperti demam berdarah,campak dan allergi makan atau obat ,oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dan oleh dokter anak secepatnya agar dapt diobati sedini mungkin ,hasil lab dapat segera membedakan kelainan tersebut,dan jangan memprotes bahwa dokter malpraktek-pen)

Pilek
Infeksi saluran pernapasa atas disebabkan oleh virus dan sangat umum terjadi pada bayi, biasanya bisa berlangsung selama satu atau dua minggu. Jika disertai dengan demam dan nafsu makan yang buruk selama beberapa hari, maka penyembuhannya bisa lebih lama dan membutuhkan bantuan dokter.(perlu waspada infeksi saluran pernafasa bagian atas,dapat menimbulkan suatu penyakit infeksi berat yang fatal  akibat reaksi sistem pertahan tubuh yang abnormal seperti kelainan jantung yang dikenal dengan penyakit “‘Menjilat sendi menikam jantung” dan Ginjal “Glomerulo Nephritis”-pen) 

2.Payudara Sensitif dengan Polusi Kendaraan

 oleh Merry Wahyuningsih

img
(Foto: thinkstock)

Kanada, Perempuan yang tinggal di kota besar harus makin rajin mengecek payudaranya. Bukan apa-apa selain asap rokok yang bisa memicu kanker payudara, organ seksi perempuan ini juga sensitif terhadap polusi kendaraan.

Studi yang dilakukan peneliti dari McGill University dan University of Montreal menemukan kasus kanker payudara akan semakin meningkat di daerah tinggi polusi karena udaranya mengandung banyak gas nitrogen dioksida (NO2). Hal inilah yang membuat wanita dua kali lebih rentan kena kanker payudara.

“Kami menemukan hubungan antara kanker payudara pasca menopause dan paparan nitrogen dioksida, yang merupakan penanda untuk polusi yang terkait kanker payudara,” jelas Dr Mark Goldberg dari Research Institute of the McGill University Health Centre di Kanada, seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (8/10/2010).

Menurut Goldberg, risiko kanker payudara akan meningkat sekitar 25 persen dengan setiap kenaikan lima bagian NO2 per miliar.

“Dengan kata lain wanita yang tinggal di daerah tinggi polusi tinggi hampir dua kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara daripada daerah dengan tingkat polusi rendah,” jelas Goldberg lebih lanjut.

Goldberg menjelaskan, gas NO2 bukan hanya polusi yang dihasilkan oleh gas buangan dari mobil atau truk, tetapi juga ada gas-gas lain, serta partikel dan senyawa yang kaitkan dengan lalu lintas. Beberapa dari senyawa ini bisa bersifat karsinogen.

“NO2 hanya penanda, bukan agen karsonogenik yang sebenarnya,” tungkas Goldberg. Hasil studi Goldberg ini telah diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

Meningkatkan daya tahan tubuh adalah faktor utama yang bisa menangkalnya. Membiasakan makan sehat, tidur teratur dan olahraga bisa membuat daya tahan tubuh terjaga.

3.Menangani Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

oleh Vera Farah Bararah

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Orang-orang yang mengalami cobaan

Perawatan paliatif artinya meringankan penderitaan si pasien yang sudah sakit parah dan tidak dapat disembuhkan seperti misalnya kanker, pasien penyakit motor neuron, penyakit degeneratif saraf dan pasien HIV/AIDS. Tujuannya agar penderita dapat menjalani hari-hari sakitnya dengan tidak putus asa.

“Pasien dengan penyakit yang tidak bisa disembuhkan kebanyakan berpikir sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Untuk itulah perawatan paliatif dibutuhkan,” ujar Prof Dr dr Akmal Taher, SpU(K) dalam acara seminar dan konferensi press Memperingati Hari Hospis dan Perawatan Paliatif Sedunia di Gedung A RSCM, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Perawatan paliatif merupakan metode yang ampuh dalam membantu pasien lepas dari penderitaannya, baik nyeri berkepanjangan ataupun keluhan lain. Kondisi ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan juga keluarganya.

Pada awalnya perawatan paliatif ini hanya ditujukan untuk pasien kanker (kecuali di Afrika Selatan awalnya untuk pasien HIV/AIDS). Tapi kini perawatan paliatif juga bisa digunakan untuk penyakit lain seperti paru obstruktif kronis (COPD), stroke, parkinson, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit genetika dan juga infeksi seperti HIV/AIDS.

Seperti apa perawatan paliatif itu?

Intinya perawatan ini lebih berupa dukungan dan motivasi ke pasien. Kemudian setiap keluhan yang timbul ditangani dengan pemberian obat untuk mengurangi rasa sakit.

Perawatan paliatif ini bisa mengeksplorasi individu pasien dan keluarganya bagaimana memberikan perhatian khusus terhadap penderita, penanggulangannya serta kesiapan untuk menghadapi kematian.

Perawatan paliatif dititikberatkan pada pengendalian gejala dan keluhan, serta bukan terhadap penyakit utamanya karena penyakit utamanya tidak dapat disembuhkan. Dengan begitu pasien terbebas dari penderitaan akibat keluhan dan bisa menjalani akhir hidupnya dengan nyaman.

“Perawatan paliatif dilakukan dengan kerja sama antara dokter, perawat, terapis, sosial-media, psikolog, rohaniawan, relawan dan profesi lain yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk agar pasien bebas dari penderitaan, sehingga kehidupannya tetap berkualitas dan berakhir dengan tenang,” ujar Prof dr R Sunaryadi Tejawinata, SpTHT(K), FAAO, PGD, PAllMed.

Lebih lanjut Prof Sunaryadi menuturkan dari tahun 1992-2010 pelayanan perawatan paliatif baru ada di 6 ibukota besar yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan.

Perawatan paliatif kebanyakan terdapat di rumah sakit pemerintah seperti RS Hasan Sadikin Bandung, RSCM, RSK Dharmais, RSU Dr Soetomo Surabaya, RS Sanglah Bali, RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makasar dan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Sementara Prof Dr I W Suardana, SpTHT(K) menuturkan berbagai keluhan biasanya dirasakan oleh pasien perawatan paliatif ini.

Keluhan yang muncul seperti nyeri, gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare, konstipasi), gangguan kulit (gatal, kering atau akibat berbaring terlalu lama), kelemahan umum, gangguan respirasi, kelemahan anggota gerak, gangguan saluran kemih dan juga merasa bingung.

Nah, dengan perawatan paliatif pasien diajak untuk lebih bisa menerima keadaannya sehingga masih bisa menjalani hidupnya meskipun umurnya tak lama lagi. Karena kebanyakan kualitas hidup pasien dengan penyakit tak bisa disembuhkan akan terus memburuk atau menurun jika harapan pasien tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Jadi tugas dari tim paliatif adalah memodifikasi ekspektasi dari pasien, sehingga jarak antara harapan dan kenyataannya menjadi lebih dekat. Bisa dengan cara membangkitkan spirit untuk hidup, orientasi masa depan, keimanan bahkan tentang seksualitasnya,” ungkap Dr Siti Annisa Nuhonni, SpKFR(K).

Dr Nuhonni menuturkan harapan selalu ada, tapi sebaiknya tidak memberikan harapan yang palsu karena harapan juga harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Untuk itu keluarga merupakan kunci makna hidup dalam perawatan paliatif.

Tempat untuk melakukan perawatan paliatif beragam, seperti:

  1. Rumah sakit, untuk pasien yang harus mendapatkan perawatan dengan pengawasan ketat, tindakan khusus atau memerlukan peralatan khusus.
  2. Puskesmas, untuk pasien yang melakukan rawat jalan.
  3. Rumah singgah atau panti (hospis), untuk pasien yang tidak memerlukan pengawasan ketat, tindakan atau peralatan khusus, tetapi belum dapat dirawat di rumah karena masih memerlukan pengawasan tenaga kesehatan.(Penulis pernah merencanakan mendirikan Hospes di Jakarta bekerjasma dengan Pusat pendidikan kesehatan Australia, dengan nama Terminal Hospital, saya gagal akibat krisis moneter tahun 1998, gagasan ini akan diteruskan bila ada sponsor, dengan visi agar setiap orang yang menderita penyakit tak dapt disembuhakan lagi dapt dengan tenang menjalni saat-saat terakhir hidupnya-pen)
  4. Rumah pasien, untuk pasien yang tidak memerlukan pengawasan ketat, tindakan atau peralatan khusus, serta keterampilan perawatan bisa dilakukan oleh anggota keluarga.(Penulis pernah merawat almarhum ibunda tercinta selama satu tahun setengah dirumah pribadi secara mandiri,sehingga saat-saat terakhir beliau selama satu tahun setengah dapt dilaluinya dengan gembirta, waktu pindah kerumah adik akhirnya meninggalkan kami sekeluarga dengan tenang dalam keadaan tidur tanpa gejala sakit dan menderita-pen)

Selain mengurangi gejala-gejala yang muncul, perawatan paliatif juga memberikan dukungan dalam hal spiritual dan psikososial. Perawatan ini bisa dimulai saat diagnosis diumumkan sampai akhir hayat dari si pasien.

“Meski pasien telah meninggal dunia, perawatan paliatif tidak berhenti sampai di situ. Karena relawan paliatif juga akan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka,” ujar Prof Sunaryadi.

4.Info Kesehatan Pilihan

“Salon Kaki” Manjakan Pengidap Diabetes

Bagi para penderita diabetes, luka…

Minum Pil KB Pun Ada Aturannya

Agar efektif mencegah kehamilan, pil…

Bumi Makin Panas, Nyamuk Jadi Ganas

Meningkatnya suhu dan kelembaban akan menyebabkan Nyamuk makin ganas.

PS.Info lengkap baca setiap hari di “PUSINFOKES HARINI”

selesai@ diedit oleh Dr Iwan Suwandy,MHA  .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s