Pameran “Mangkuk Persahabatan Kaisar Tiongkok” di Museum duniamaya Dr Iwan

Apabila anda belum pernah melihat bentuk mangkuk langka hadiah Kaisar Tiongkok kepada para penguasa(sultan) di Indonesia pada masa dinasti Ming dan Qing , lihatlah illustrasi sampul buku dibawah ini:

MING AND QING EMPEROR IMPEIRAL CUP WITH TWO HANDLE

*koleksi mantan Ketua IOC,ilustrasi kulit depan buku keramik Tiongkok ,koleksi pribadi penulis.

apabila masih penasaran bacalah informasi tentang mangkuk telinga dua tersebut di web blog hhtp://www.iwansuwandy.wordpress.com dan lihat gambarnya secara lengkap di pameran mangkuk keramik persahabatan dari Kerajaan Ming dan Qing di hall of freedom ,ruangan pameran Frame :”Mangkuk Persahabatan Kaisar Tiongkok Yang Memiliki Telingga Dua”  di hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com. yang cuplikannya sebagai berikut:

1.Cuplikan kisah Mangkuk Persahabatan Telinga Dua(pegangan dua)

1)Ada seorang teman bertanya kepada penulis tentang mangkuk unik ini, karena ia tidak menemukan  jenis tersebut diseluruh koleksi buku keramiknya.Kemudian penulis meminta informasi dari seorang pakar keramik dari Swedia, jawabannya sebagia berikut:

“Sehubungan dengan fakta bahwa mangkuk tersebut memiliki dua telingga atau pegangan, saya dapat menerangkan bahwa para orang tua tempo dulu dengan pikiran bisnis telah mempopularkan telingga atau pegangan pada mangkuk, dan hal ini merupakan alasan dasar untuk dpat menjual lebi banyak kreasi porseleinnya.

Porselen telah dibawa kembali dari Tiongkok didalam kapal kayu tua seperti kargo Amerika dan pada masa yang lebih awal dari itu, Orang yang ke  India timur dari Portugal, Belanda, Inggris dan Swedia.Untuk menjaga agar teh kering yang mahal ,mereka memerlukan sesuatu yang dapat berdiri rata-rata air untuk diletakan dalam pegangan kapal kargo dan oleh karena itu poselein menjadi sebagai suatu dagangan yang perfek. tetapi, ketika abad ke-18 para pembuat keramik dan pedagang mengunakan banyak bentuk “dinners set”  berbeda sampai akhir abad ke-19 dengan ratusan bentuk berbeda untuk setiap keperluan, malahan mereka membuat tempat abu rokok  yang diletakan dibawah sendok.dan disanalah kedua telinga (pegangan)  berasal.

2) Kemudian penulis mencari literut koleksi pribadi tentang mangkuh teligga datu pegangan dua tersebut, dan dijupailah sebuah buku Keramik cina karangan he Li , terbitan Thames &Hudson  milik pribadi hadiah dari putra yang dibeli diluar negeri seharga US 125.- dengan ilustrasi mangkuk langka tersebut bewarna kuning pada kulit buku tersebut(lihat illustrasi diatas, dan keteranganlengkap dapt dilihat dalm web blog)

Menurut He Li , Mangkuk dengan pegangan dua , berwarna kuning dengan dekorasi incised(dikorek) adalh Mangkuk Kerajaan Qing dari masa kaisar Kangxi(KangHsi) memiliki merk bewarna biru putih di dasar bagian belakang ,dasar mangkuk,dengan aksara mandarin yang berarti Dibuat oleh pabrik keramk kerajaan Qing Kanghsi(Ta Qing Kanghsi Nien Hao) yang berkuasa pada tahun 1662-1722.Mangkuk bewarna kuning hanya boleh digunakan oleh Kaisar  dalam upacara minum teh kehormatan Kerajaan bagi keluarga dan persahabatannya.

3)Penulis memiliki mangkuk dengan dua pegangan atau telingga bewarna biru putih (utuh) dan silver(artifak pecahan) yang juga langka(lihat dalam pameran dimuseum dunia maya), dan menurut literatur lain dan informasi dari eksplorasi google ternyata mangkuk telingga dua adalah mangkuk lambang persahabatn yang saat ini masih digunakan pada piala kejuaran oleh raga yang juga merupakan kegiatan lambang persahabatn, sayang karena generasi penerus yang tidak memahami arti telinga dua piala tersebut telah merupah bentuk tropi kenuaran oleh raga dengan bentuk lain seperti kristal demi kepentingan industri kistal, mungkin setelah membaca tulisan ini baru pembaca mengerti mengapa lambang perkumpulan olah raga lama selalu dengan dua raket bulutangkis dan dua obor api  lambang bendera olimpiade yang ditambah lima lingkaran yang maksud lima benua, begitu juga bendera pekan Olah raga Nasional, walaupun bendera PON pertama di Surakarta telah hilang(penulis punya foto aslinya),sehingga bendera pon saat ini adalh duplikat.

PESAN PENULIS

1.Menurut informasi, mangkuk persahabatan ini memberikan inspirasi pada piala kejuaran Olah raga, yang juga melambangkan persahabatan, dimanakah perbedaanya? bila penasaran segera klik web blog tersebut diatas.

2.pada kesempatan lain .penulis akan melaporkan hasil penelitiannya tentang upacara ikatan tali persaudaraan tersebut, katanya ada yang upacaranya sangat magis.

3.Ayo teman-teman dukung perkembangan web blog penulis yang anda cintai , dengan lebih sering mengunjunginya agar tali persaudaraan berubah menjadi rasa cinta sebagi sesama umat manusia , buktikanlanh dengan mengikuti setiap ada kesempatan tulisan dan info baru.

4.Informasi lain tentang persaudaraan dilingkungan etnis Tionghoa, yaitu minum dalam mangkuk yang sama ,berisi minuman anggur ditetesi setetes darah dari para peserta upacara ikatan persaudaraan tersebut, selama ini belum ada yang mau menceritakan upacara tersebut.

Selesai @ hakcipta Dr Iwan Suwandy  2010

.

In the beginning there were no handles at all on the tea cups since the wise men of the East would not dream of drinking anything that was so hot that you could not even hold the cup with your fingers.

But, there is a limit to how many plain “bowls” you need, so after first having invented the “dish” to put under the cup, they came up with the idea of putting one handle on some of the bowls, and decided that this was for coffee.

Then, finally, by the basically Western notion that anything worth doing is worth overdoing we got cups with TWO handles, and decided that this is for chocolate – or as it seems from your email – for bullion. We do know from contemporary paintings that there was no such distinctions in the beginning – but there we are.

Again, I am sorry not being able to help you with your real problem but as always, nice to chat

Cup with two handles

I have looked in all my books to find the name of this pattern, and it’s not in there. Any clues?

The story of Handles

This is so embarrassing, but the truth is that I can only help regarding antique Chinese Porcelain, i.e. hand painted potery or porcelains from the early 20th century and back to early Neolithic period, so this is off my turf so to speak.

The modern Chinese porcelain factories have thousands of patterns and I can only begin to guess what this is called. The flower of the border seems to be a Chinese Tree Peony, though, and a pattern name would most probably be referring to this.

Regarding the fact that this cup has two handles, though, I could mention that it is our businessminded forefathers who made it popular with handles on cups, and it seems like the basic reason was that they needed to sell more porcelain.

The porcelain was brought back from China in leaky old wooden ships. It was American Clippers and earlier than that, East Indiamen from Portugal, Holland, England and Sweden.

To keep the expensive tea dry they needed something that could stand water to put in the bottom of the cargo hold and it was there the porcelain came in as a perfect merchandise. But, as the 18th century went along the potters and the traders invented more and more different shapes until we ended up with the 19th century dinner sets with literally hundreds of pieces with one special shape for every conceivable purpose. They even made trays to put under spoons.

And that is where two handles came in.

In the beginning there were no handles at all on the tea cups since the wise men of the East would not dream of drinking anything that was so hot that you could not even hold the cup with your fingers.

But, there is a limit to how many plain “bowls” you need, so after first having invented the “dish” to put under the cup, they came up with the idea of putting one handle on some of the bowls, and decided that this was for coffee.

Then, finally, by the basically Western notion that anything worth doing is worth overdoing we got cups with TWO handles, and decided that this is for chocolate – or as it seems from your email – for bullion. We do know from contemporary paintings that there was no such distinctions in the beginning – but there we are.

Again, I am sorry not being able to help you with your real problem but as always, nice to chat.

.

Ayo teman-teman dukung perkembangan web blog yang anda cinatai ini, dengan lebih sering mengunjunginya agar tali persaudaraan berubah menjadi rasa cinta sebagi sesama umat manusia , buktikanlanh dengan mengikuti setiap ada kesempatan tulisan dan info baru, bersama webbblog ini sebenarnya sudah tersedia blog khusus tenatng prangko unik dengan nama ” uniquestamp.wordpress.com” tetapi baru mulai diisi sedikit, nanti akan berkembang menjadi “Museum Duniamaya Prangko Unik “.
Salam dari Penemu webblog ini
Dr Iwan Suwandy @copyright 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s