PUSAT INFOKES DIVISI “KESpormiki”

PUSAT INFORMASI KESEHATAN Dr IWAN( KESharini)

DIVISI  PORMIKI (KESpormiki)

KEPALA DIVISI ; Lily Widjaya,Amdpk,SKM,MM

1.Info No, 003

Pada hari ini juma’t 15 Oktober 2010, Direktur program Apikes EsaUnggul Jakarta ulang Tahun, Pimpinan Dan staf PUSINFOKES Harini mwngucapkan selamat uang Tahun, semoga panjang Umur dan tambah rezeki serta tetap awet muda.

2.Info no 002

Pada hari kemis tanggal 14 Oktober, Universitas Esa unggul tealh memwisuda lulusan Apikes dengan gelar AMdPK ,Dir Program Ibu Liliy Widjaya,AMDPk,SKM,MM menyerahkan ijazah stelah diambil sumpah sebemumnya, dihadiri rektor Esa Unggul dan pembantu Rektor Ibu DR Roro MHA,PhD.

3. INFO NO.001

RAPAT KURIKULUM KBK

TANGGAL : 1-3 OKTOBER 2010.

TEMPAT   : JOGYA

PESERTA : a. PORMIKI PUSAT : Ketua Pormiki Pusat dengan staf, b. APIKES SE-INDONESIA

ALAMAT PANITIA RAPAT :

ACARA : a. Rapat Kurikulum Apikes berdasarkan KBK,

2. INFO NO.002

Rapat Panitia JUKNIS Rekam Medis

TANGGAL DAN TEMPAT : SAMA DENGAN RAPAT APIKES(Peserta dan lokal berbeda)

3. info no.3 : Pertanyaan Tentang Tugas Keprwatan dalm rekak medis dalm bahasa Inggris dan sudah dietrjemahkan secara bebas.

A: I believe it is nursing. Nurses provide the bulk of the primary care in hospital, nursing homes and emergency rooms. Doctors prescribe and write orders, but it is up to the nurses to carry out the orders. If there are too few nurses, the ones who are working put in too many hours and may make mistakes. They measure up dosages of powerful , including to do the Medical record health information inpu daat in the heelth information komputer paperless sistem, can done the mistake too.

J: Saya yakin adalah Perawat. Perawat meyediakan selumlah besar pelayan primier di Rumash sakit, perawatan kerumah dan rawatan Gawat darurat emergensi. Dokter menulis resep dan memberikan perintah, tetapi tergantung pada perawat dalam melaksankan perintah tersebut,mereka akan bekerja dalam waktu yang lama dan dapt membuat kesalahan. Mereka mengukur kekuatan dosis.termasuk juga tugas menginput data rekam medis ke dalam sistem komputerisasi informasi kesehatan tanpa kertas RS, kadang-kadang dapat juga membaut kesalahan.

(perlu mendapat perhatian bagi Rumah sakit yang baru mengembangkan sistem infomasi kesehata”paperless’ tersebut, sejogyanya mengunakan tenaga komsultan ahli, jangan dibuarkan petugas rekam medis lulusan Apikes yang yunior dan belum menguasai teknologi tersebut melaksanaknnya, pasti akan menimbnulkan kesulitan dan timbunan rekam medis secara tertulis,juga adanya pihak medis yang kurang senang akan teknologi tersebut akibat tidak mau mengikuti perkembangan sistem Informasi kesewhatn rumah sakit paperless, kendatipun demikian beberapa RS besar dijakarta sudah mulai memanfaat tenaga ah;i dibidang tersebut, bila masih binggung hubungi kepala devisi KESformiki ini, sebagi pakar pertama lulusan Indonesia-Dr Iwan s-penemu KESharini pusinfokes duniamaya)

selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s