Studikelayakan tulisan Kompasiana II(2)”GadisPada Sebuah Taksi Colt”

Fiksi Rifani Indragiri Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan Rancangan Allah jauh lebih indah dan sempurna ketimbang keinginan manusia.

JUDUL :” GADIS PADA SEBUAH TAKSI COLT”

PENGARANG : RIFANI INDRAGIRI

 

 FIKSI Rifani Indragiri |  23 September 2010  |  20:02 28 4

     
     
     

Mata yang terlihat sendu mengingatkanku pada seseorang yang dulu pernah aku cintai dan ini telah begitu melekat dihati , seakan-akan dia tidak pernah lepas dari ingatanku selama ini walau telah sekian tahun lamanya kami berpisah. Dan di Banjarbaru, kota dimana aku pernah jatuh cinta pada seseorang gadis yang sekarang entah dimana keberadaannya saat ini. Ia seakan bagian dari kehidupan masa laluku, dan kenangan itu selalu membayangi kehidupanku selama ini. Entah mengapa kemaren sore sewaktu aku pulang ke Banjarbaru dan dan bersamaan sewaktu naik taksi dari Banjarmasin sosok itu kembali mengusik diriku.

Sewaktu aku naik taksi dan mataku bersamplokan dengan mata gadis yang telah ada dan duduk disamping sopir, mata yang teduh bak bintang dilangit kelam membuat hati ini terasa nyaman menatapnya. Mata yang dulu membuat aku kasmaran dibuatnya. Pemilik mata yang sayu ini mengingatkanku pada kenangan lama tersimpan dan terpateri rapat direlung hatiku yang paling dalam , dan aku masih berkeinginan untuk suatu saat kami akan jumpa walau lewat mimpi dan harapanku tentunya tak ada batas waktu yang akan memisahkan kita hanya maut yang dapat memisahkannya, Ah , suatu keinginan yang terkadang relatif kecil untuk terealisasi tentunya ,namun harapan selalu tinggal harapan .Dan akankah ada kemungkinan lain jika nasib mempertemukan kami kembali apakah itu sebagai sesuatu yang mustahil ?.

Dalam perjalananku naik taksi dari Banjarmasin ke Banjarbaru dan kebetulan pula pada taksi yang sama duduk didepanku seorang gadis berparas ayu dengan rambut yang hitam legam itu tergerai diterpa angin segar bertiup lewat jendela taksi yang terbuka. Aku hanya berani melirik lewat kaca spion disamping kiri taksi, dan anak rambutnya tergerai nakal pada lehernya yang jenjang dalam tiupan lembut angin sepoi menerpa wajahnya yang cantik .Membuat aku selalu ingin mencuri pandang lewat kaca spion,

Kukira diapun tidak berdiam diri dan memang sesekali ia juga mencuri tatapan lewat kaca spion dan terkadang pandangan kami bertebrakan,dan memuat diri ini rasa tersipu malu hanya lewat kaca spion ini saja sebagai media kami untuk berkomunikasi dalam diam akan tetapi kaca yang kecil ini dapat menangkap raut wajah kami yang memerah dadu.

Waktu seakan begitu cepat berlalu tidak terasa taksi yang aku tumpangi tidak terasa sampai di Banjarbaru ,akupun turun dari taksi tanpa menoleh sedikitpun kebelakang, takut kenangan yang indah beberapa waktu lalu akan sirna begitu saja. Pada usiaku diambang senja ini tak ada keberanian buatku untuk menyapanya, Akupun hanya diam seribu basa. tak ingin moment yang begitu indah cepat berlalu. Sebagaimana dia dulu pernah meninggalkanku dan kenangan itu masih lekat dalam bayang-bayang pikiranku.

 selesai@hak cipta  Rifani Indragiri 2010(atas izin ybs di add dalam blog ini)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s