Candi Bahal Di Tapanuli Sumatera Utara

 

 kompleks halaman candi Bahal penuh dengan sampah, perlu mendapatkan perhatiana dari Pemerintah daerah setempat, karean candi ini merupakan warisah Nenek Moyang Bangsa Indonesia , masa Kerjaan Srivijaya dan penyerangan oleh Raja Chola dari India, masih menjadi penelitian apakan candi ini didirikan oleh Srivijaya atau Raja Chola dari Tamil, sma dengan candi Muara Takus di Riau dekat sungai Kampar.

saya yang sudah dari bayi tinggal di sumatera  telah tahu kalau ada candi di Tapanuli. tetapi saat bertualang diwilayah tersebut tahun 1976 sampai 1985 saya tidak memperoleh informasi tentang candi ini, ada yang mengatakan candi tersebut berada di sekitar kota Gunung Tua, tetapi waktu ditanya pada penduduk setempat mereka tidak tahu , syukurlah ada info baru ternyata lokasinya di Padang Lawas ,jalan antara Padang sidempuan dan Padangbolak.Syukurlah pada hari ini saya membaca artikel di Kompasiana karangan Kali Siregar , yang memberikan beberapa informasi tentang candi tersebut berikut illustrasinya,penulis mengucapkan terima kasih,dan bila ada kesempatan akan bertualang kesana. marilah kita baca informasi tersebut dibawah ini :1. Candi bahal namanya, namun lebih dikenal dengan sebutan candi portibi karna letaknya di kecamatan portibi di sibuhuan kabupaten padang lawas, daerah yang banyak ditempati suku batak mandailing. Siregar, hasibuan, harahap, nasution, lubis, dst adalah sederet marga yang termasuk batak mandailing. Kebetulan dalam perjalanan balik mudik dari pekanbaru saya melewati sibuhuan, rugi rasanya kalau tak berkunjung, kali pertama melihat candi pikir saya. Kalau dari pekanbaru jalan kecil ke candi bahal ini berada di sebelah kanan kurang lebih 0,8 km dari jalan lintas masuk ke dalam. Kondisi jalan bergelombang karna sering dilewati truk pengangkut kelapa sawit. Candi ini merupakan peninggalan kerajaan sriwijaya

2.Banyak pedagang yang berjualan di badan jalan, mungkin karna lagi musim lebaran jadi banyak yang memanfaatkannya untuk berdagang. Kira-kira jam 4 sore kami disana, saat itu kompleks candi bahal ini ramai dikunjungi, bahkan tak jarang yang berebutan background poto yang ujung-ujungnya jadi ajang pamer di fecebook, termasuk saya dan keluarga yang bergantian poto dengan background candi dari pintu masuknya

. Ternyata itu hanya terjadi kalau di musim liburan, di hari biasa bisa dikatakan tak ada yang mengunjungi candi ini. Maklum saja, dari kota medan candi ini harus di tempuh selama 13-15 jam dengan kenderaan pribadi, dan lebih rumit kalau menggunakan angkutan, harus naik bus medan-padang sidempuan lalu dilanjutkan dengan angkutan padang sidempuan-padang bolak dan padang bolak-desa bahal

Candi bahal ini terdiri dari III, yaitu candi bahal I, II, dan III yang letaknya terpisah beberapa meter. Bahal II berjarak kurang lebih 300 m dari bahal I dan bahal III kira-kira 100 meter dari jalan namun harus melewati rumah penduduk dan pematang sawah terlebih dahulu.

Berbeda dengan candi di pulau jawa yang rata-rata digunakan untuk peribadatan, candi bahal ini tidak digunakan untuk ibadah. Keadaan kompleks candi juga sembrawut dan tak terawat, hal ini terlihat dari banyaknya ilalang yang tinggi disekitar candi. Saya pun sedikit kesulitan untuk mendapatkan poto dengan view papan nama candi

sekaligus bangunannya karna terhalang pohon liar kecil yang tumbuh didepan papan nama.

Kompleks candi pun bisa dibilang menjelma menjadi tempat pembuangan sampah karna sepanjang jalan menuju kompleks dari jalan lintas, sampah bertebaran apalagi di dalam kompleks. Parahnya lagi saat melihat ke dalam candi yang ada ruangan itu dijadikan toilet dadakan karna bau pesing yang menusuk hidung.

Yang menarik bagi  yang baru pertama kali melihat candi, indah sekali mengabadikan candi yang terkena sinar matahari sore, candi bahal ini pun menjelma menjadi merah bata , lihatlah betapa indahnya juga Stupa Candi Bahal

The end@copyright Dr Iwan S 2010., illustrasi dan  info courtecy Kali Siregar. (trims Siregar,horas!!!)

   
     
     

 

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s