Studikelayakan Kompasiana(5)” Istana Kesultanan Siak di Provinsi Riau “

Wisata
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Menulis mendorong saya untuk belajar dan membantu menata informasi yang saya dapat menjadi suatu pengertian. Saya senang mengamati masalah seni, sosial, sejarah, politik dan pariwisata.

Istana Kesultanan Siak di Provinsi Riau
JGA Wibowo
|  18 September 2010  |  17:17
196
18
     
   
   
2 dari 3 Kompasianer menilai Menarik.

Provinsi Riau sudah lama terkenal sebagai provinsi yang kaya akan minyak bumi. Secara geologi provinsi Riau masuk dalam Cekungan Sumatera Tengah atau Central Sumatera Basin. Cekungan ini termasuk wilayah terkaya minyak di dunia. Tak heran banyak perusahaan minyak dan gas beroperasi di provinsi Riau.  Di masa jayanya industri minyak di wilayah Melayu Riau ini pernah mengalami produksi minyak di atas 1 juta barrel per hari. Sekarang masih menjadi penghasil minyak terbesar di Indonesia berkisar sekitar 500 ribuan  barel perhari.
Tetapi selain kekayaan sumber daya alamnya, Riau juga mempunyai kekayaan wisata sejarah yang sangat menarik untuk dinikmati dan dipelajari. Ketika kawanku mengajakku memenuhi undangan pemerintah daerah Riau dalam rangka program Corporate Social Responsibility di Riau, aku sempat mengunjungi Istana Kesultanan Siak di Provinsi Riau. Kesempatan ini tak aku sia-siakan, aku siapkan kameraku lengakap dengan asesoris untuk berburu gambar di Istana Kesultanan Siak.
Pemandangan Luar Istana Kesultanan Siak, Riau
Pemandangan Luar Istana Kesultanan Siak, Riau
Istana Kesultanan Siak Sri Indrapura terletak di tepi Sungai Siak yang dulu disebut Sungai Jantan. Jaraknya sekitar 125 kilometer dari ibukota provinsi Riau, Pekanbaru yang di sebelah timurnya berhadadapan dengan Selat Malaka.  Istana Siak ini bisa dicapai lewat darat atau sungai.
Istana ini berdiri dengan mewah hingga sekarang. Gerbang masuknya dihiasi dengan sepasang elang dengan matanya yang mengkilat tajam menyambut pengunjung yang masuk menuju bangunan istana melalui gerbang ini.
 
Istana Kesultanan Siak yang masih berdiri megah ini dibangun oleh  Sultan Syarif Hasyim, yang dinobatkan bertahta pada tahun 1889. Bangunan istana ini selesai pada tahun 1893. Nama resmi darai istana ini adalah  “Asserayyah Al Hasyimiah”  yang disebut juga “Istana Matahari Timur “. Istana ini dibangun dengan gabungan gaya arsitektur  Spanish, Arabian and Malay  yang pada masa itu sangat berpengaruh pada gaya-gaya kemegahan bangunan. dinding istana sultan Siak  ini dihiasi dengan ornamen keramik.
Istana ini terdiri ats dua lantai. Di lantai bawah ada beberapa ruang utama. Yaitu ruang depan istana, ruang sayap kanan, ruang sayap kiri dan ruang belakang istana.
 
Melihat-lihat ke dalam istana Kesultanan Siak ini, kita akan melihat kualitas bangunan yang sangat mewah, marmer dan ornamen yang sangat indah dan bersih terawat. Kita bisa melihat singgasana Sultan yang berlapis emas. Kita juga bisa lihat gramaphone kuno buatan Jerman dengan piringan musik berjari-jari 45 centi meter memuat lagu-lagu Mozart dan Beethoven. Menurut keterangan pemandu wisata istana, di dunia ini hanya ada dua buah gramaphone model seperti itu. Satu di Jerman dan satu lagi yang ada di istana Sultan Siak ini.
 
Di ruangan yang lain kita bisa lihat koleksi-koleksi hadiah pada Sultan Syarif kasim II seperti kursi kayu mewah, gelas dan lampu-lampu kristal. Hadia-hadiah yang berasal dari kerajaan-kerajaan tetangga. Interior istana kesultanan Siak ini tidak kalah dengan kemewahan istana-istana kerajaan di Eropa.
Ruang perjamuan kerajaan yang anggun dan mewah. Ruang perjamuan kerajaan yang anggun dan mewah. 
Diorama sidang kerjaan dalam ukuran sebenarnya Diorama sidang kerajaan dalam ukuran sebenarnya 

 


Tangga dari lantai satu ke lantai dua istana dengan ornamen yang mewah. Tangga dari lantai satu ke lantai dua istana dengan ornamen yang mewah. 

Kerajaan Siak Sri Indrapura adalah kerajaan Islam Melayu terbesar di Riau.  Kerajaan ini mencapai zaman keemasannya pada periode abad 16 hingga abad 19. Sejak berdirinya di tahun 1725, telah ada 12 sultan yang memimpin kerjaan ini.  Wilayahnya meliputi selat Malaka dan Semenanjung malaysia sekarang.

Sultan Abdul Jalil Rakhmad Syah mendirikan kerajaan Melayu Siak di Riau pada tahun 1725. Dia adalah keluarga pertama dari 12 sultan yang memerintah berikutnya hingga tahun 1945.

Gambar Sultan Syarif Kasim II, Sultan terakhir Kesultanan Siak Gambar Sultan Syarif Kasim II, Sultan terakhir Kesultanan Siak 

Melihat keindahan dan kemewahan istana Sultan Siak, di masa kejayaan kerajaan Siak yang tanpa industri minyak,  telah pernah menjadi pusat ekonomi dan kebudayaan di Selat Malaka. Pengaruh kebudayaan nya telah mencapai daratan semenanjung Malaysia.  Di masa itu   masyrakat di semenanjung Malaysia memandang Kesultanan Siak sebagai pusat kebudayaan

Pada bulan November 1945, sultan terakhir kerajaan Siak, Sultan Syarif Kasyim II, mengirim kawat berita pada PresidenRepublik Indonesia Soekarno bahwa beliau dan Kesultanan Siak menyatakan setia kepada Republik Indonesia dan menyumbangkan kekayaannya untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.  Luar biasa jiwa kebangsaan Sultan Syarif Kasyim II !

Untuk  itu wajar kita mengenang Sultan Syarif Kasim II  dengan mengabadikan namanya sebagai nama bandar udara Pekanbaru. Indonesia luar biasa, terdiri dari suku-suku,  kerajaan-kerajaan yang kaya-raya budayanya dengan sukarela menjadi bagian dari Indonesia. Tentulah mereka semua punya mimpi yang luar biasa tentang Indonesia. Mereka pastilah punya visi ke-Indonesia-an dan kebangsaan yang sangat agung. Marilah kita temukan kembali visi itu dan kita hidupkan menjadi kesejahteraan bangsa.

Selesai @ hak cipta JGA Wibowo (atas izin Ybs.-dalam rangka studikelayaak-Dr iwan)

3 thoughts on “Studikelayakan Kompasiana(5)” Istana Kesultanan Siak di Provinsi Riau “

  1. agha November 23, 2010 / 11:57 am

    nice ,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s