Bedah Buku ” Tentang Ekonomi Dan Moneter Indonesia 1951″

Bedah Buku “Laporan Pakar Jerman Tentang Ekonomi dan Moneter Indonesia  1951”

Untuk dapat menilai perkembangan Sosial Ekonomi dan Moneter Indonesia saat ini, perlu diketahui informasi pembanding dari situasi enam puluh tahun yang lalu .Untuk itu marilah kita melakukan Bedah  buku  “LAPORAN DR.HJAHMAR SCHACH” terbitan Kementerian Penerangan RI tahun 1951, koleksi pribadi Penulis.

Bagi yang telah mengetahui anggap sebagai nostalgia dan bagi generasi muda jadikan data dasar dalam menilai kemajuan SOSEKMON Negara dan Tanah air yang kita cintai. Tanpa data dasar ini akan sulit bagi kita untuk menyusun strategi masa mendatang.

Laporan Pakar Bangsa Jerman ini disusun dengan tata urut sesuai dengan karya tulis ilmiah singkat,isinya  sebagai berikut ( Keterbatasan tempat dan waktu menyebabkan Buku di Bedah secara Umum ,tidak seluruhnya dipilih yang paling penting dan menarik)  :

I.PENDAHULUAN

1. Pada tanggal 3 Juni 1951 Dr Sumitro Djojohadikusumo sebagai Kuasa-Penuh Pemerintah Indonesia menjampaikan suatu Permintaan tertulis dari Perdana Menteri Republik Indonesia Sukiman kepada                     DR. HJALMAR SCHACHT  pakar ekonomi Jerman.

2.Setiba di Jakarta pada tanggal 3 Agustus 1951, DR Hjalmar beserta Isteri sebagai sekretaris,

 berkesempatan mengadakan pembicaraan yang mendalam dengan anggauta Pemerintahan dari Kementerian yang bersangkutan untuk memberikan segala Bahan  Pokok yang diingini.

3. Surat Permintaan  ini meletakan tangung-jawab yang berat atas diri saya(DR Hjalmar), tetapi juga memberanikan  untuk terus-terang menjatakan pendapat .Begitupun saya  berhadapan dengan pertimbangan -pertimbangan yang baru sama sekali dan saya tidak boleh berharap dapat menempatkan dengan tepat faktor politik  dan psikologi. Meskipun demikian, atas pengalaman saya yang mendalam di Jerman, saya kira dapat memberikan sesuatu petunjuk yang  dapat di terima dengan senang hati oleh Pemerintah Indonesia dalam melakukan tugasnya dilapang Ekonomi dan Keuangan ( suatu pendahuluan  luar biasa, pantas ditiru-pen)

II. KEADAAN UMUM

1.Kesulitan-kesulitan yang dihadapi Republik Indonesia yang muda ini, timbul dari kenyataan bahwa suatu rakyat yang berjumlah 75 juta dengan bahasa-bahasanya, dan kebiasaan dan keadan sosial primitif yang sangat ber-bedaan itu , dengan suatu Perubahan yang mendadak telah dilepaskan dari suatu pemerintahan yang menguasainya. Betul pemerintahan itu adalah pemerintahan asing,tapi ia berjalan baik. Dan sekarang Rakyat Indonesia dilepas dan tidak ada yang membimbingnya. Tambahan lagi, hari ini terjadi dengan digunakannya sembojan-sembojan politik seperti demokrasi, kemerdekaan dan pemerintahan sendiri .

 Semboyan tersebut  pada Bangsa yang paling tinggi perkembangannya dan peradabannya pun hanya dapat menjadi kenyataan dengan pembatasan-pembatasan yang pantas.Pada suatu massa yang sama-sekali buta pengetahuan dan buta huruf, hal yang demikian itu dengan terang-terangan mesti  mengakibatkan kerusakan-kerusakan.

Kepada lapisan-atasan pribumi terpelajar yang sangat kecil itu dan yang pada waktu ini memikul tangjuwab politik aats massa ini tidak mempunyai kesatuan, harus diberikan penghargaan yang setingi-tinginya. Golongan pemimpin kecil inti tidak boleh mengangap sebagai suatu ketidak-hormatan bahwa pembantu-pembantunya kalah dlam pengetahuan dan pengalaman jika dibandingkan dengan pemerintah asing ,

 Bukan salah mereka, bahwa mereka baru sekarang dapat mengejar pengetahuan dan pengalaman itu. Tanggung Jawab tentang hal ini bukanlah harus diletakkan kepada kalangan-kalangan pimpinan Indonesiasekarang, tetapi kepada penjajah-penjajah dahulu  (Pendapat yang berani dan tulus dari pakar Jerman tersebut-pen)

2. Bentuk politik Indonesia pada dewasa ini adalh pekerjaan orang Amerika dan Belanda, dengan sokongan Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka inilah yang memikul Tangung Jawab atas status politik Indonesia sekarang. Mereka harus mengerti bahwa suatu Pemewrintahan-Sendiri yang demokratis dan yang mengambil contoh Undang-undang dasar Amerika dengan perkembangan yang tinggi itu, mau tidak mau harus menimbulkan perselisihan dalam pelaksanaannya pada suatu rakyat yang sangat kurang akan tenaga-tenaga ahli pemerintahan yang cakap , dan hingga belum pernah mendapat suatu pendidikan kearah tanggung jawab sendiri menurut suatu rencana yang tegas,

Mereka telah melemparkan seorang yang-seperti mereka ketahui- tidak dapat berenang, kedalam air yang dalam dengan harapan bahwa orang itu akan dpat menolong dirinya sendiri. Mereka tidak memikirkan kemungkinan bahwa orang itu dapat binasa.

Orang Amerika , Belanda dan PBB harus tetap menginsjafi tanggung Jawab yang telah diterimanya. Mereka harus memberikan bantuan yang lebih banyak lagi kepada negeri ini, dan mungkin juga bantuan yang lain rupanya daripada apa yang diberikan hingga dewasa ini. Dalam pada itu mereka harus tetap insjaf bahwa perkembangan yang dimulainya, tidak dapat diputar kembali, tetapi harus dibimbing terus kemuka (pendapat ini apakah masif status quo dan perlu dijadikan perhatian bagi Pak BEYE ,PBB, dan MR Obama ?-pen)

3. Suatu penyakit pokok yang diderita Republik Indonesia yang masa itu adalah, Ketidak-Amanan yang masih merajalela diseluruh Indonesia. Pemerintah Indonesia tahu, bahwa tidak ada sedikitpun harapan untuk mengembangkan Indonesia kerah kemajuan, jika Pemerintah tidak dapat mengembalikan keamanan untuk perseorangan dan milik sepenuhnya.

Serangan-serangan dan pencurian-pencurian dalam bulan-bulan akhir-akhir ini tidak saja sangat merugikan nama baik Indonesia dilapangan politik diluar negeri, tetapi juga telah sangat merugikan perekonomiannya (Pendapat tentang situasi keamanan tempo dulu, ternyata masih sama  saat ini walaupun dlam versi berbeda,perlu jadi perhatian pemerintah saat ini-pen)

4.Republik baru saja memperoleh Kemerdekaannya .Dari itu dapat dimengerti bahwa Rakyat Indonesia  pada dewasa ini sangat mudah tersinggung dalam hal-hal yang brerkenan dengan pemeliharan kedaulatannya. Tetapi meskipun demikian, Rakyat Indonesia harus mengerti bahwa untuk perkembangnya, bantuan luar negeri sampai suatu tingkat tertentu, memang dapat dipersatukan dengan pemeliharan hak-hak Kedaulatannya. Bantuan ini betul-betul diperlukan (hal ini dibahas panjang lebar, bagaimana apakan situasi saat ini masih releven dengan pendapat pakar Jerman tersebut, silahkan pembaca menilai sendiri-pen)

5. Jang lebih-lebih dibutuhkan ialah bantuan Luar Negeri dilapangan Ekonomi. Semua Negeri yang tadinya belum maju, dan yang telah mengunakan tehnik dan peradaban Eropah telah menempuh jalan yang sama ,  telah memberikan keuntungan kepadanya sebesar-bewsarnya. Jalan itu sekarang harus juga ditempuh oleh Indonesia (apakah masih relevan,silahkan pembaca tentukan sendiri pendapstnya-penulis bukan ahli ekonomi dan politik-pen)

6. Tidak ada suatu negeri diluar Eropa yang telah memperkembangkan dirinya secara Teknis-Modern dengan tiada bantuan modal Eropa. Amerika Serikat yang sekarang berada dibaris terdepan dari peradaban tehnik, pada masa sebelum perang Dunia pertama, jadi sebelum 1914, masih merupakan suatu negara dimana tertanam modal asing sbesar 8.000-10.000 Juta dolar Mas.kendatipun sekarang semua bekas perusahan asing di Ameika serikat didalam tangan Amerika. Jalan-jalan Kereta -Api Argentina dengan tidak ada kecualinya dibuat dengan modal Inggris, sekarang semua itu telah ditangan Argentina. (Perlu jadi perhatian Pak BEYE , dan menginggatkan MR Obama-pen)

7. Ada suatu rangkaian perusahan atas nama negara harus mencurahkan pengaruhnya yang istimewa. Yang termasuk didalamnya pertama-tama ialah Bank Peredaran . Soal dan keputusan yang besar-besar dalam lapangan ekonomi yang bersangkutan dengan penyaluran Keuangan, tidak dapat dipercayakan kepada pihak orang-orang partikelir(Swasta-pen).

Selanjutnya Negara harus tetap dapat mengunakan segala kekayaan Bumi dari Pertambangannya. Kemungkinan-kemungkinan mendapatkan uang dari pengalian-pengalian barang-barang Tambang yang ada, kadang-kadang melebihi dugaan besarnya, dan hal ini tidak boleh dibiarkan dengan tiada dengan pengawasan.

Demikian juga halnya dengan pengusaha Tenaga-Air dan Areal Tanah yang berlebih besar. Begitu pula perusahan-perusahan Lalu-lintas yang besar (tranportasi-pen), harus diawasi oleh Negara, untuk menjamin suatu pemberian Jasa yang merata kepada seluruh penduduk (Luar biasa kajiannya pakar jerman tersebut, sehingga sampai masa ini masih dapt jadi bahan dasar penetapan keputusan oleh Pemerintah -pen)

8. Ini tidak berarti bahwa Pemerintah Indonesia  harus melepaskan usaha mempengaruhi perusahaan-perusahan itu,  Hanya yang harus dilenyapkan oleh alat-alat Negara. Malahan sebaliknya, kita harus menarik modal partikelir(Swasta-pen) sebanyak mungkin, agar dapat meringankan beban Negara. Pengaruh Negara harus dijamin dengan Peratutan-Peraturan menurut Undang-Undang, Lisensi-lisensi  dan Syarat-syarat konsensi. dalam hal ini termasuk Peratuarn-peraturan dan syarat-syarat mengenai kepasitas, Ketetapan Harga, Kecepatan,dll dari perusahan Lalulintas , pada pengusaha Pelayaran, dijalankannya rencana Pelayaran dengan teratur dll , ( hal ini dibahs panjang lebar, sungguh sangat multikompleks permasalahan sehingga untuk menjadi pemimpin bangsa saran penulis harus memilki kemampuan ilmiah yang cukup tinggi dan tidak hanya mengandal kharisma saja, harus memahami dan menguasai faktor IPOLEKSOSBUD terkait, jadi sebelum mengajukan diri sebagai calon Pimpinan Peerintahan dan masuk arena Politik belajar terlebih dahulu diperguruan Tinggi atau membanca buku literatur terkait secara Otodikdak, bagaimana pendapat pembaca ? dapat dijadikan diskusi yang hangat -pen)

III.DASAR-DASAR EKONOMI

 Suatu tinjauan tentang dasar-dasar ekonomi Indonesia harus berpangkal pada suatu pokok pikiran yang memberi ketentuan kepada aliran tiap-tiap komentar dan tiap-tiap usul, yaitu bahwa perkembangan Indonesai kearah menjadi suatu Negara yang teknis-modern dalam segala-galanya, bergantung atas perimbangan antara ekspor dan impor. (hal ini dibahas angat menditail, sehingga hanya ahli ekonomi saja yang akan mengerti ,karena itu tidak di bedah disini-pen)

IV. PERDAGANGAN DAN PERUSAHAAN BANK

Disamping satu-dua perkecualian , perdagangan Besar Indonesia berada dalam tangan Belanda, Rumah Dagang Jerman yang meskipun satu-dua tetapi penting artinya itu, dan yang sebelum perang ada dibaris depan bersama-sama orang Belanda, oleh karena Perang telah kehilangan tempatnya. Untuk kepentingan Indonesia, perlu sekali mereka secepat mungkin memulai kegiatannya lagi. (dibahas secara terperinci situasi hubungan dagang dengan Belanda dan Jerman-Pen)

Usaha Pemerintah untuk memberikan kedudukan kepada Pedatang baru Indonesia dengan pemberian kredit dan lisensi yang royal, telah memakan ongkos  banyak, dan lagi pula gagal. Kredit telah hilang dalam jumlah yang besar dan pembagian lisensi-lisensi itu telah mengakibatkan adanya Korupsi dan ini sama sekali tidak baik guna suatu kesusilaan dagang yang sehat. Pembangunan firma dagang Indonesia yang dapat mengadakan saingan,sangat diinginkan,tetapi ini hanya dapat berjalan dengan lambat, dan harus dilakukan tidak saja untuk kepentingan Indonesia, tetapi juga untuk luar negeri.(bagaimana pembaca ,apakah masih sama  situasinya saat ini? Menko Ekuin kemarin masih mengeluhkan hal yang sama , penulis baca di Metro TV-pen)

(Masih banyak lagi pembahasan soal Perdagangan dan Perbankan yang merupakan komsumsi para pakar, tidak di tampilkan dalam tulisan ini -pen.)

V.KEUANGAN NEGARA

Adalah sukar sekali dan suatu soal yang pelik bagi seorang tetamu luar negeri , untuk memberikan pendapatnya terhadap pos-pos tersendiri dari perekonomian negara Indonesia. Untuk itu saya (Pakar Jerman) seharusnya lebih mengenal kebutuhan-kebutuhan Negeri ini disegala Lapangan,daripada pengetahuan yang mungkin diperoleh selama berdiam beberapa minggu dinegeri ini ( Dibahas panjang lebar,tidak ditampilkan -pen)

VI.VALUTA

Suatu valuta terancam dari luar disebabkan oleh neraca pembayaran yang defisit dengan Luar Negeri dan  Dalam Negeri,  disebabkan oleh karena terlalu banyak diminta bantuan dari pihak Bank, peredaran untuk keperluan anggaran belanja. (hakl ini dibahas panjang lebar khusus  yang memahami adalah para pakar maka tidak  ditampilkan dalam bedah buku  ini-pen)

VII. KESIMPULAN PENUTUP

Orang-orang Barat yang mengunjungi Indonesia ,tidak jarang kecewa oleh karena melihat pertentangan antara kekayaan alam yang nyata  ada dinegeri ini dengan kondisi kemiskinan rakyatnya.

Memang para pengunjung ini, yang kerap kali dalam bayangannya melihat Kehidupan Mewah serta modern di Shanghai,Tokyo,Manila dan Singapura, tentu akan sangat merasakan bahwa Jakarta sangat kekurangan “make -up” BroadwayNew York. Yang segera menyolok mata orang asing disini ialah soal-soal ekonomi dan Masyarakt, kemiskinan, ketidak-tertiban dan ketidak-amanan. Karena itu timbul pendapat-pendapat seperti yang baru-baru ini diucapkan oleh seorang Amerika terkemuka setelah singgah di Indonesia untuk empat hari lamanya, jaitu Bahwa Negeri ini untuk beberapa keturunan lamanya, akan belum dapat memerintah diri sendiri (Kesimpulan juga dibahas secara ditail ,tidak ditampilkan ,menurut penulis itu konsumsi para Pakar saja, jadi bila ada yang ingin memperoleh info lengkap hubunggi liwat komentar , bagaimana apakah saat ini masih sama dengan enampuluh tahun yang lalu ?silahkan pembaca menentukan pendapat sendiri-pen)

PENUTUP

1.Setelah membaca informasi tersebut diatas, silahkan kepada generasi muda  untuk menulis penilaiannya tentang SOSEKMON masa kini,apakah sudah maju atau  masih tetap status quo.

 2.Pesan dan saran penulis , agar apa yang pernah dikatakan Bung Karno dalam pidatonya yang berjudul JAS MERAH (Jangan Selalu Melupakan Sejarah) , harus diingat oleh  generasi muda karena mereka selalu melupakan dan tak berminat dengan sejarah, DAN  berpendapat itu sudah usang, lusuh dan tak menarik untuk dibaca serta  diketahui, akibatnya  menulis tanpa data dasar sama sekali.ibarat “Sumur Tanpa Dasar” seperti Lakon Sandiwara yang pernah digelar Almarhum Arifin C.Noer bersama isterinya Jajang di TMII tempo dulu , sebab sulit untuk mengukur dalamnya, tanpa data dasar kemajuan dan kemunduran tak dpat dinilai,, seperti menilai keberhasilan pemerintah saat ini .

Sekian@hak cipta Dr Iwan Suwandy,2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s