Koleksi Unik Pangeran Djojobojo

Buku lama  tentang Ramalan Djojobojo tahun 1966

Buku lama terbitan Tjantrik Mataram tahun 1966 menjelaskan tentang ramalan Djojobojo menegani Revolusi Kemrdekaan Indonesia. Penulis  mengunjungi Petilasan Pangerang Djojobojo di Kediri tahun 1996 bersama teman yang menganut kepercayaan Kejawen dari Surabaya, setelah meliwati pintu gerbang *ill 001

*ill 001

tibalah dipetilasan yang menurut teman dulunya Pangeran Djojobojo raib menghilang ditempat tersebut. Suasana dipetilasan  sangat khidmat dan kesannya  magis, salah satu acara hening disana adalah mencoba meraba lubang pada bagunan petilasan tersebut dengan tangan,nama bagunan Lokamuksa *ill 002

*ill 002

,katanya bila berhasil akan membawa berkah ternyata penulis berhasil menyentuh batu dalam lubang petilasan tersebut.Juga disana ditemukan sebuah prasasti kaligrafi dengan huruf Ngawi kuno *ill 003

*ill 003

Setelah itu mulailah penulis pada pertualangan keliling pulau Jawa,berburu buku-buku lama tentang pangeran Djojobojo, dari beberapa temuan yang menarik adalah  terbitan penerbit N.V. Masa Baru bandung tahun 1966 dan majallah Djojobojo terbitan tahun 1950 dan masih banyak yang lainnya.*ill 004

*ill 004

Kutipan singkat dari Buku Tjantrik Matram tentang Peranan Ramalan dalam Revolusi Kita, adalah sebagi berikut : .

1)Kisah kehidupan Pangeran Djojobojo (hal 4-6)

Almarhum Prabu Djojobojo adalah seorang Raja Pendeta, yang memerintah di Kediri dalam tahun”Sanga Kuda Suddha Tjandrarama” atau 1070 Caka (1157 tahun Masehi). Nama lengkap Sang Mahapanji Jayabya Cri Dharmaishwara Madhusudana Warianindita. Sri Prabu Djojobojo ini adalah putera mahkota Sri Erlangga, raja di Kahuripan, yang namanya terkeanal dalam sejarah Indonesia. Setelah meletakan tahta Kerajaannya, Jayabaya(atau djojobojo) menjadi seorang pendeta dengan berganti nama Mpu Pogawat. Nama beliau terkenal karena  dibawah pemerintahannya menulis Kitab Bharatajudha yang mengisahkan peperangan para Pandawa melwan para Kaurawa. Kitab itu digubah  oleh dua pujanga yaitu empu Sedah dan Empu Panuluh(Bhrata judha adalah versi Jawa dari Mahabrata India-pen) *ill oo4Relief candi dari para kurawa ,tengah Yudisthira, dari kiri Bhima, Arjurja ,nakula dan sadewa

, tetapi Baginda lebih tersohor sebagai seorang ahli ilmu falak (Astrologi). Dengan puja semedinya menghening cipta, Raja ini memeroleh ilham dari Yang Maha Esa.

Tidak mengherankan bahwa Djojobojo diibaratkan sakti laksana Batara. Beliau dapat meneropong ke zaman depan sehingga dapat mengetahui apa yang akan terjadi. Tidak mengherankan pula,bahwa jangka Djojobojo sampai sekarang selalu sejalan dengan roda sejarah. Cocok dengan keadaan, bahkan dapat pula menyalakan pengharapan Rakyat yang menunggu-nunggu kapan datangnya zaman kemenangan .

Dalam zaman pemerintahan kolonial dulu, penjajah mengerti bahwa Rakyat Indonesia sangat percaya pada ramalan Djobojo, oleh karena itu orang dilarang membicarakan atau mempunyai catatan ramalan  ini. Tidak sedikit kitab-kitab kuno yang berisikan ramalan dirampas oleh pemerintahan Jajahan  itu.

Dalam pemerintahan Pendudukan Militer Jepang orang tidak diperkenankan menyiarkan ramalan Djojobojo, meskipun sebelum itu Jepang sendiri kerap kali menyebut ramalan itu.

Apa artinya Djojobojo? Ada yang mengatakan bahwa Djojobojo asal dari perkataan Djojo artinya Menang dan Bojo atau Hubojo artinya Janji., jadi artinya Djojobojo adalah “Kemengangan yang dijanjikan” . Sementara orang lain menerangkan bahawa “BOJO” itu artinya Nahaya. jadi Djojobojo berarti “Dapat mengatasi bahaya”.

2) Ramalan Djojobojo

(1) Ramalan Penjajahan Jepang Di tanah air kita

Dalam ramalan Djojobojo tentang penjajahan tanah air kita oleh bangsa Jepang sudah diramalkan dalam kitab tersebut. dalam Bahasa jawa “Tekene banbantu saka Nusa Tembini,kukulitan djenar, dedeg tjebol kepalng,iku kang bakal ngebroki tanah Jawa kene,pangrehe mung saumuring djagung suwene,nali bojong nyang negarane dewe Nusa Tumbini. Tanah jawa bali nyang asale sakawit,bali nyang putra-putrine tanah Djawa maneh “,artinya dalam bahasa Indonesia”

:” Atas kodrat Tuhan Yang Maha Esa dalam Perang Dunia Kedua belanda kalah, kemudian Indonesia diserahkan mentah -mentah begitu saja pada jepang, akhirnya Indonesia menjadi jajahan Jepang.Datanglah bantuan dari Nusa Tembini, berkulit kuning pendek-pendek tubuhnya . Merekalah yang menduduki Tanah Jawa dan memerintah selama umur jagung. Kemudian pulang kenegerinya Nusa Tembini. Pulau Jawa kembali keasalnya, dikuasai oleh putra -putri Jawa  “.

(2)Soalnya sekarang ialah , bukankah itu semua hanya kebetulan sadja”cocok”? kutipan dari ramalan Djojo, dalam bahasa kejawen ngawi ,setelah diterjemahkan artinya adalah sebagai berikut :

(a) Setelah mendengarkan uraian jangka panjang tentang zaman penderitaan yang akan terjadi.Bok perawan menjadi susah hatinya dan beropang dagu. “Tapi” demikian kata selanjutnya Jaka Lodang, “setelah zaman prihatin itu berakhir, maka pasti akan datang zaman keemasan,zaman yang gilang gemilang, Dan pesanku K usahakanlah terlaksananya!”

“Pada zaman itu pula, yaitu pada tahun Jawa Wiku spata Ngesti Ratu (1877 atau 1945 masehi), atas kehendak Tuhan  orang mengantuk disepanjang jalan akan girang menemukan ketuk (nama salah satu dari bagian gamelan Jawa) yang berisikan permata berkilau-kilauan.

Mengenai isi “Ketuk” yang diterangkan adalah permata berkilau-kilauan itu hanyalah mengkiaskan atau mengambarkan zaman gemilang. Karena Ketuk ini dapat dipukul dan menimbulkan suara gamelan, maka apa yang telah tercapai pada tahun 1945 adalah alamat akan datangnya zaman keemasan.

(3) Naskah Ramalan Djojobojo

Ditulis dalam bahasa Ngawi Kejawen (hal 11-14), Menurut catatan Cantrik Wilis, Ramalan yang ada hubungannya dengan perobahan keadaan Negara yang terakhir ialah Ramalan mengenai zaman Kiamat Kobra, yaitu zaman kelanjutan Zaman kalabendu.Untuk jelasnya disajikan terjemahan dari ramalan Kiamat Kobra :

“Kiamat Kobra datang pada akhirnya zaman Klabendu penghabisan, Herucakra Asmara Kingkin. Tanah Jawa lebarnya tinggal sebesar ijub (rindangnya payung karena terpengaruh buminya menyempit) .Meskipun yang diasuh menerima dengan ikhlas siksaan zaman, namun Ynag Momong (Pamong) tidak dapat membiarkan yang diasuh dari siksaan Neraka dunia yang diderita selama Herucakra ketiganya. ”

Masih banyak lagi ramalan Djojobojo, tetapi karena keterbatasan tempat dan waktu hanya sampai disini.

Informasi lebih lanjut menegnai ramalan Djojobojo hanya untuk anggota Premium

Selesai@hakcipta Dr iwan s 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s