Driwancybermuseum announcement

Hallo friend from all over the world,this day my cybermuseum naem Driwancybermuseum will open in one hours please click hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com . THe sponsorship still open, your logo or name will seen at the Welcome To Cybermuseum depend what kind logo you want.

The fee for :

1. only one sponsor for a year fee US$ 25.000,=

2. five sponsor only ,each sponsor fee US$5.000.=

3. 50 sponsor only, each sponsor fee US$500,-

PLease register as fast as you can via comment the editor woill contact via your email, because this is the first Indonesian Cybermusuem in the world, and your advertisment will reed by all Indonesian,Asia,and other place in the world.

Some of the dr Iwan S masterpiece collections will add in the Driwancybermueum:

1. Ancient coins

*ill empress buran silver coin circa 601 AD,faound at Sumatra

2.Famous Leader collections

*ill Bung Karno and son ,the Indonesian Independence Proclamator

3.Rare Imperial Ceramic faound in Indonesia

*ill. Ming emperor Cheng-te imperial Arabic calligraphy ceramic

II. Old Book Collections

1. Gajus Siagian from Balige tapanuli

Mengapa Markus Pajak Diberi  Nama  Gajus Oleh Orang Tuanya?

Orang Tua Markus Pajak yang saat ini sedang diadili saat lahir memberikan nama Gayus dengan harapan ia nantinya menjadi sukses seperti nama idolanya Gajus Siagian, amat disayangkan harapan tersebut tidak terkabul.

Apakah pembaca sudah kenal dengan idola orang tua Markus Pajak tersebut, bila sudah anggaplah sebagai nostalgia dan bila belum bacalah informasi dibawah ini yang diperoleh penulis dari sebuah buku lama berjudul Perpisahan karangan Gajus Siagian, terbitan Putaka Jaya, Yayasan Jaya Raya ,Jakarta , dicetak oleh Percetakan Krakatau ,Jakarta, edisi pertama,1971 dengan kulit depan direncanakan oleh Oesman Effendi *ill 001(buku dan seluruh illustrasi koleksi pribadi penulis, maaf dicroping dan dibuat kabur untuk mencehag tag dan dibajak-pen)

*ill 001

almarhum adalah pelukis terkenal dari Sumatera Barat yang juga telah merancang penerbitan Uang pertama RI nominal lima ratus rupiah dan seribu rupiah tahun 1952-56 ditarik tahun 1959.*ill 002

*1ll 002

*ill 003

1.  Autobiografi Gajus Siagian*iill oo3

GAJUS SIAGIAN, pengarang yang dilahirkan tanggal 5 oktober 1920. Ia berasal dari Balige Tapanuli Sumatera Utara. Lulus AMS (setingkat SMA) bagian A, di Jogyakarta tahun 1941.

Selain pengarang cerita Pendek, ia bertahun-tahun menjadi wartawan. Pernah memimpin majalah “Patriot”, harian “Warta Indonesia”, “Lembaran Minggu”. Redaktur majallah”Aneka”, pembantu “Far Eastren Film News (Tokyo), Wakil direktur”Suluh Indonesia”,dan Pemimpin Redaksi Majalah “Warta Dunia”.

Iapun pernah tinggal di Eropa(1952-1953) dan oleh Badan Kerjasama penelitian Kebudayaan Belanda”Sticting voor Culture Samenworking” diberi kesempatan mempelajari Film dan Kebudayaan Barat.

Pada tahun 1956-57, jadi Dosen pada Universitas Gamaliel, sedangkan tahun 1957 di Universitas Havaard Amerika Serikat.

Tahun 1950-56, Kepala Bagian Skenario Perfini. Iapun menulis beberapa skenario film, antaranya “Enam Jam Di Jogya”, “Krisis”,”Terimalah Laguku””Seorang Mahasiswa Di Negeri Belanda”.Ia Juga menterjemahkan dan menulis beberapa lakon sandiwara yang bertema Kristen. 

Ia menjabat Ketua Harian Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional(BMKN) dan pernah menjadi Sekretaris Jendral Lembaga Kebudayaan nasional (LKN) dan angota DPRGR/MPRS wakil seniman. Pada tahun 1969/1970  ia menjadi Wakil Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengantikan Arief Budiman. Tahun 1971 jadi angotaDKJ, dosen Akademi Sinematografi Lembaga Pendidikan Nasional Indonesia.

Buku berjudul “Perpisahan” ini adalah kumpulan Cerita Pendek karangan Gajus Siagian yang pertam. Sedangkan buku-buku terjemahannya yang telah terbit antara lain ” Ratapan Tanah Air(Alan Paton) Jakarta 1954, “Kembali ke Bataan (Carlos Romulo) Bandung 1954.

2. Cuplikan Buku ” Perpisahan” karangan Gajus Siagian( hal 7)

1) ” Kami keluar dari jalan kecil yang dikelilingi semak-semak. Sebentar kami berhenti di pinggir jalan dan aku mengikuti dia menyeberang. Di depan dan dalam warung ada beberapa orang laki-laki , perempuan dananak-anak yang sedang menunggu bus”

2)”Orang-orang ini mau mengungsi juga rupanya, aku pikir. Dan setelah aku lihat bungkusan-bungkusan barangnya, akupun yakinlah bahwa mereka turut juga menjadi korban gerembola yang sedang mengamuk dekat Sukabumi. Mungkin sekampung keluarga Kadim yang baru kami kunjungi. seluruh kampung Kadim terbakar. Abangnya terbunuh dan isteri abangnya dibawa lari oleh gerembolan. Untung saja Ayah dan Ibunya sedang bepergian waktu gerembolan datang menyerbu, Kadim sendiri sudah lama tinggal di Jakarta”

Setelah mebaca kisah ini, tentulah Ayah  Markus Pajak yang lagi terkenal kelihaiannya nelakukan korupsi akan merasa sedih putranya tidak berperilaku sepert Idolanya, dan Pengarang Gajus Siagian  juga turut prihatin dan mengutuk generasi penerus dari kampung halamannya karena  telah mencemari nama bangsa dan etnis yang ia sangat cintai.

Pesan penulis, Bang Gajus bertaubatlah, berikan keterangan yang jujur dan jalani hukuman duniawi dengan tegar ,serta setelah selesai hukuman tersebut  Bertaubatlah  agar tidak menerima Hukuman dari Tuhan Yang Maha Adil. Berubalah menjadi Orang yang berjasa seperti pengarang yang dijadikan idola ayakmu. Dunia masih lama dan lebar buat anda untuk membuat Kreasi yang bergunan bagi Tanah Airmu, berdoalah kepada Tuhan Yang Mahakuasa sesuai dengan kepercayaan yang Abang anut dan minat ampun atas dosa-dosamu, pasti akan dikabulkan.Abang masih punya kesempatan untuk menuntut S3 ilmu filsafat , agar tahu mana yang baik dan buruk. Abang memiliki otak yang sangat cerdas , sayang digunakan untuk hal yang maksiat,  dimasa depan gunakanlah untuk membangun Bangsa dan Tanah Air kita . Amin

Selesai @hak cipta Dr iwan Suwandy.2010.

II.Mengapa Markus Pajak Diberi  Nama  Gajus Oleh Orang Tuanya?

Orang Tua Markus Pajak yang saat ini sedang diadili saat lahir memberikan nama Gayus dengan harapan ia nantinya menjadi sukses seperti nama idolanya Gajus Siagian, amat disayangkan harapan tersebut tidak terkabul.

Apakah pembaca sudah kenal dengan idola orang tua Markus Pajak tersebut, bila sudah anggaplah sebagai nostalgia dan bila belum bacalah informasi dibawah ini yang diperoleh penulis dari sebuah buku lama berjudul Perpisahan karangan Gajus Siagian, terbitan Putaka Jaya, Yayasan Jaya Raya ,Jakarta , dicetak oleh Percetakan Krakatau ,Jakarta, edisi pertama,1971 dengan kulit depan direncanakan oleh Oesman Effendi *ill 001(buku dan seluruh illustrasi koleksi pribadi penulis, maaf dicroping dan dibuat kabur untuk mencehag tag dan dibajak-pen)

*ill 001

almarhum adalah pelukis terkenal dari Sumatera Barat yang juga telah merancang penerbitan Uang pertama RI nominal lima ratus rupiah dan seribu rupiah tahun 1952-56 ditarik tahun 1959.*ill 002

*1ll 002

*ill 003

1.  Autobiografi Gajus Siagian*iill oo3

GAJUS SIAGIAN, pengarang yang dilahirkan tanggal 5 oktober 1920. Ia berasal dari Balige Tapanuli Sumatera Utara. Lulus AMS (setingkat SMA) bagian A, di Jogyakarta tahun 1941.

Selain pengarang cerita Pendek, ia bertahun-tahun menjadi wartawan. Pernah memimpin majalah “Patriot”, harian “Warta Indonesia”, “Lembaran Minggu”. Redaktur majallah”Aneka”, pembantu “Far Eastren Film News (Tokyo), Wakil direktur”Suluh Indonesia”,dan Pemimpin Redaksi Majalah “Warta Dunia”.

Iapun pernah tinggal di Eropa(1952-1953) dan oleh Badan Kerjasama penelitian Kebudayaan Belanda”Sticting voor Culture Samenworking” diberi kesempatan mempelajari Film dan Kebudayaan Barat.

Pada tahun 1956-57, jadi Dosen pada Universitas Gamaliel, sedangkan tahun 1957 di Universitas Havaard Amerika Serikat.

Tahun 1950-56, Kepala Bagian Skenario Perfini. Iapun menulis beberapa skenario film, antaranya “Enam Jam Di Jogya”, “Krisis”,”Terimalah Laguku””Seorang Mahasiswa Di Negeri Belanda”.Ia Juga menterjemahkan dan menulis beberapa lakon sandiwara yang bertema Kristen. 

Ia menjabat Ketua Harian Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional(BMKN) dan pernah menjadi Sekretaris Jendral Lembaga Kebudayaan nasional (LKN) dan angota DPRGR/MPRS wakil seniman. Pada tahun 1969/1970  ia menjadi Wakil Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengantikan Arief Budiman. Tahun 1971 jadi angotaDKJ, dosen Akademi Sinematografi Lembaga Pendidikan Nasional Indonesia.

Buku berjudul “Perpisahan” ini adalah kumpulan Cerita Pendek karangan Gajus Siagian yang pertam. Sedangkan buku-buku terjemahannya yang telah terbit antara lain ” Ratapan Tanah Air(Alan Paton) Jakarta 1954, “Kembali ke Bataan (Carlos Romulo) Bandung 1954.

2. Cuplikan Buku ” Perpisahan” karangan Gajus Siagian( hal 7)

1) ” Kami keluar dari jalan kecil yang dikelilingi semak-semak. Sebentar kami berhenti di pinggir jalan dan aku mengikuti dia menyeberang. Di depan dan dalam warung ada beberapa orang laki-laki , perempuan dananak-anak yang sedang menunggu bus”

2)”Orang-orang ini mau mengungsi juga rupanya, aku pikir. Dan setelah aku lihat bungkusan-bungkusan barangnya, akupun yakinlah bahwa mereka turut juga menjadi korban gerembola yang sedang mengamuk dekat Sukabumi. Mungkin sekampung keluarga Kadim yang baru kami kunjungi. seluruh kampung Kadim terbakar. Abangnya terbunuh dan isteri abangnya dibawa lari oleh gerembolan. Untung saja Ayah dan Ibunya sedang bepergian waktu gerembolan datang menyerbu, Kadim sendiri sudah lama tinggal di Jakarta”

Setelah mebaca kisah ini, tentulah Ayah  Markus Pajak yang lagi terkenal kelihaiannya nelakukan korupsi akan merasa sedih putranya tidak berperilaku sepert Idolanya, dan Pengarang Gajus Siagian  juga turut prihatin dan mengutuk generasi penerus dari kampung halamannya karena  telah mencemari nama bangsa dan etnis yang ia sangat cintai.

Pesan penulis, Bang Gajus bertaubatlah, berikan keterangan yang jujur dan jalani hukuman duniawi dengan tegar ,serta setelah selesai hukuman tersebut  Bertaubatlah  agar tidak menerima Hukuman dari Tuhan Yang Maha Adil. Berubalah menjadi Orang yang berjasa seperti pengarang yang dijadikan idola ayakmu. Dunia masih lama dan lebar buat anda untuk membuat Kreasi yang bergunan bagi Tanah Airmu, berdoalah kepada Tuhan Yang Mahakuasa sesuai dengan kepercayaan yang Abang anut dan minat ampun atas dosa-dosamu, pasti akan dikabulkan.Abang masih punya kesempatan untuk menuntut S3 ilmu filsafat , agar tahu mana yang baik dan buruk. Abang memiliki otak yang sangat cerdas , sayang digunakan untuk hal yang maksiat,  dimasa depan gunakanlah untuk membangun Bangsa dan Tanah Air kita . Amin

Selesai @hak cipta Dr iwan Suwandy.2010.

4.

Many other Driwan master piece collections,some you ever seen in Dr Iwan s older free blog hhtp://www.uniquecolection.wordpress.com and the new premium blog hhtp://www.iwansuwandy.wordpress.com.

More info please click hhtp://www.Driwancybermuesem.wordpress.com.

Thak for your attentions.@copyright Dr Iwan s 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s