BUKU EKSPEDISI MILITER TIONGKOK KE INDONESIA

5)Ekspedisi Dinasti Yuan (1249-1260)
a) Meng Chi ,buku 324
(1)Pada masa kaisar Kublai dari dinasti Yuan , Meng Chi dikirim ke Jawa sebagai duta dan wajahnya disayat , oleh karena itu Kublai mengirim Angkatan Perang yang besar untuk menghukum negara tersebut dan kemudian kembali pulang.

(2)Kaisar Kublai bersabda kepada Jendral Shih-pi,Ike Mese and Kau Hsing yang menjadi komandan balatentara yang menghukum Jawa :”Ketika kamu tiba di Jawa harus mengumumkan secara jelas kepada tentara dan rakyat negara tersebut , bahwa Pemerintah Kerajaan telah berhubungan sejak dulu dengan Jawa melalui para duta dari kedua pihak dan terjadi secara baik dan harmonis, tetapi pada kunjungan terakhir Duta Kerajaan Meng Chi disayat wajahnya dan untuk itu kamu datang untuk menghukum mereka. ( Raja Singosari Kertanegara membuat codet diwajah Meng Chi, dalam kepustakaan lain dikatakan membuat tato-pen)
(3) Laporan Shih -pi ,buku 162
Ketika Kaisar Shih-tsu(Kublai) ingin menghukum Jawa , ia bersabda kepada Shi-pi :
”Diantara Perwira saya hanya ada beberapa yang merupakan kepercayaan saya secara penuh , oleh karena itu saya percayakan Permaslahan Jawa ini kepadamu”
Pada tahun 1292 Shih-pi menjadi komandan dari ekspedisi ke Jawa,sedangkan Ike Mese and Kau Hsing ditunjuk sebagai pembantunya.(ternyata setiap Jendral memperoleh tugas yang berbeda, dapat dibaca pada laporan dari Ike mase dan Kaushing sehingga timbul perbedaan pendapat yang menyebabkan timbulnya banyak korban dan kerugian Mengapa Kaisar seperti itu perlu dikaji lebih lanjut, mungkin tujuannya efisiensi sekali tangkap dapat banyak–pen)
Kaisar memberikannya seratus dan limapuluh Stempel Kerajaan dan dua ratus lembar sutra sebagai hadiah kepada mereka yang telah menyerahkan dirinya untuk berbakti.(informasi ini penting karena tidak ada membawa keramik imperial, sehingga selama ini kolektor keramik berpendapat banyak keramik Imperial dibawa para Jendral Tartar dan saat pulang kapalnya tengelamdi Tuban dan temuan disana dianggap keramik imperial, penulis menemukan beberapa fragment keramik dari Tuban ternyata bukan keramik Imperial-pen)
Dalam 12 bulan ia bergabung dengan pasukan lain yang berjumlah 5000 orang dan berangkat dari Chuan-Chou ( tanah kelahiran kakek Penulis, dan penulis sudah berkunjung disana-pen),angin sangat kuat dan laut amat besar gelombangnya sehingga Kapal-kapal terombang ambing dan para serdadu tidak dapat menelan makanan dalam beberapa hari.
Setelah meliwati laut dari tujuh pulau ( the Parcels Island) dan Karang Panjang (Macclesfield), mereka meliwati pulau Giau-chi dan Champa.
Pada bulan pertama tahun berikutnya mereka tiba di Pulau Tung Timur(Natuna?), Pulau Tung Barat (Anamba?) masuk kelautan Hindia dan tiba di pulau Hijaukuning( Olive Island) , Karimata dan Kau-lan(Biliton) dimana mereka berhenti untuk membuat perahu kecil dari batang kayu yang ditebang agar dapat memasuki sungai-sungai (Didaerah ini banyak ditemukan pecahan keramik Yuan ,mungkin keramik milik para jendral untuk itu baca buku “The Unique Red and Blue Yuan-Ming Ceramic”–pen.)
Pada saat itu terjadi permusuhan dengan negara tetangga Kalang (Katwang, Kediri-auth) dan Raja Jawa Haji Ka-ta-na-ka-la ( Adi Kartanegara pen.) telah dibunuh oleh pangeran Kalang Hadji Katang (Jaya Katwang -pen) .
Anak Menantu dari penguasa tersebuTuhan Pidjaja (Raden Wijaya) , telah menyerang Hadji Katang, tetapi tidak berhasil, ia kembali ke Modjopait dan ketika ia mendengar bahwa Shih-pi dengan balatentaranya telah tiba,ia mengirim duta dengan sebuah laporan tentang sungai dan pelabuhan laut serta peta negeri Katang ,serta menyampaikan sembah dan permohonan bantuan
Kemudian Shipi dengan seluruh kekuatan perangnya menyerang pasukan Katang dan mengalahkannya secara keseluruhan , Hadji Katang lari kembali ke kerajaannya.
Sekarang Kau Hsing berkata :” Kendatipun Jawa telah ditaklukkan , tetap tergantung pada keputusan-nya dan Katang, pasukan kami mengalami posisi yang amat sulit dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi”
Oleh karena itu Shih pi membagi pasukannya dalam tiga bagian, ia sendiri,, Kau Hsing dan Ike Masse masing-masing memimpin satu devisi dan bergerak menyerang Kalang.
Ketika mereka tiba dikota Daha, lebih dari seratus ribu serdadu Kalang maju menghadang mereka.
Mereka bertempur dari pagi sampai sore, ketika pasukan Kalang letih dan lari sendiri-sendiri kekota.
Pasukan Cina mengepung kota dan segera ditawan Hadji Katang , isteri dan anaknya dan para perwira oleh pemenang perang .
Tuhan Pidjaja meminta izin untuk kembali ke negaranya untuk menyiapkan surat tanda takluk kepada Kaisar dan menyaipakan benda-benda berharga untuk dikirimkan keistana Kaisar Cina .
Shi-pi dan Ike Masse setuju , untuk itu mereka mengirim dua perwira dengan 200 serdadu pergi bersama Tuhan Pidjaja.
Tuhan Pidjaja membunuh kedua pewira diperjalanan dan menimbulkan perlawanan kembali.
Sesudah itu ia sendiri dengan serdadu kembali menyerang dari kedua sisi.
Shih-pi dengan sisa pasukan bertempur dalam perjalanan sejauh 300 li sebelum tiba di Kapal, akhirnya berangkat pulang dan mencapai Chuan-cahau setelah berlayar 68 hari
Lebih dari 3000 pasukannya meninggal, Kantor Kaisar membuat daftar barang berharga yang ia bawa dan menemukan lebih dari 500.000 tael perak.
Ia juga membawa untuk Kaisar surat emas dengan tulisan dari Negeri Muli (or Buli) dengan benda-benda emas dan perak, cula badak, gading dan benda lainnya.
Atas laporan bahwa ia kehilangan demikian banyak pasukan, Kaisar memerintah agar Shi-pi dicambuk 17 kali dan sepertiga hartanya disita pemerintah

c)Laporan Ike Mese,buku 131
Pada awal tahun 1293 mereka mencapai Jawa; Ike Mese memimpin armada laut dan Kau Hsing memimpin infantri, di sungai kecil Pa-tsieh mereka bersatu kembali.
Ketika Mantu lelaki Raja Jawa terakhir, Tuhan Pidjaya, mengajukan subminssion , merak maju menyerang negeri Kalang and putra Haji Katang Sih-lah-pat-ti lari ke gunung
Kau Hsing menyerang ke bagian dalam negeri dengan seribu pasukan dan menawannya.
Ketika kembali kekota Taha(Daha) , Shih-pi and Ike Mase telah mengizinkan Tuhan Pidjaya kembali ke negerinya, dengan didampingi oleh pasukan kerajaan , dalam rangka mempersiapkan pengiriman persembahan kepada kaisar Cina.
Kau Hsing amat tidak setuju dan benar Tuhan Pidjaya membunuh orang yang dikirim bersamanya dan menimbulkan revolusi kembali, ia mengumpulkan pasukan dalammjumlah banyak untuk menyerang balatentara kerajaan tetapi Kau Hsing dan yang lainnya bertempur secar berani dengannya dan meendorongnya kembali.
Setelah membunuh Hadji Katang dan putranya mereka kembali ke Cina.
Dengan dekrit Kerajaan Shih-pi and Ike Mese, yang mengizin kan Pangeran Jawa pergi dihukum tetapi Kau Hsing yang tidak ambil bagian dalam keputusan tersebut diberikan hadiah 50 taels emas.

d)Laporan Kau Hsing,buku 162
Kaisar memberikan instruksi sebagai berikut : “Jika kamu telah tiba di Jawa, kamu harus mengirim utusan untuk menyampaikan informasi, Jika kamu menduduki negara tersebut, negara kecil lainnya akan menyerah dengan sendirinya, kamu hanya harus mengirim duta untuk menerima penyerah mereka. Jika negeri tersebut telah menyerahkan tanda kepatuhan.
Ketika sampai di Champa mereka pertama kali kirimkan duta untuk meminta tanda menyerah dari Lambri, Sumatra, Pu-lu-pu-tu, Pa-la-la negara kecil lainnya dan pada awal 1293 mereka mengalahkan negeri Kalang.
Duta lainnya dikirim kebeberapa negeri Malaya yang berbeda, yang semuanya mengirimkan putranya atau saudara lelakinya yang lebih muda sebagai suatu tanda dari kewajiban atas kesetiaan.
Ketika Tuhan Pijaya menimbulkan revolusi kembali, para jenderal berpikir untuk melaksanakan perang kembali, tetapi Ike Mese ingin melaksanakan apa yang diperintahkan Kaisar ager mengirim kabar keistana.
Kedua Jenderal lainnya tidak setuju, oleh karena itu pasukan ditarik dengan para tawanan mereka dan dengan duta dari negara kecil yang telah tunduk kepada Kaisar Cina.

b. Perjalanan Ming , buku 324
Pada Tahun 1369 kaisar Taitsu mengirim duta ke negeri Jawa , untuk menyampaikan informasi tentang ia naik tahta sebagai kaisar .
Pada saat para duta dari negeri yang membawa persembahan kepada dinasti Yuan, dalam perjalanan pulang dipropinsi Fukien mendengar jatuhnya dinasty Yuan, sehingga mereka kembali ke ibukota dari dinasti baru .
Kaisar menunjuk duta untuk mendampingi mereka kembali pulang dan memberikan hadiah almanac
Pada tahun.1370 kaisar menerbitkan suatu plakat untuk menginformasikan keseluruh dunia bahwa ia telah menaklukan Sha-moh (negerit Yuan) dan selanjutnya berisi :” dalam seluruh masa yang lalu penguasa Dunia telah terikat perhatian kepada seluruh mereka yang hidup didalamnya.
Ia secara terus menerus memperhatikan mereka , jauh dan dekat secara seimbang dan itu harapannya selalu bahwa seluruh umat manusia akan menikmati ketenangan dan kebahagiaan.
Sekarang untuk tujuan tersebut perlu Cina pertama berada dalam suatu negeri yang tenang dan kemudian negara diluar cina dapat berhubungan kepadanya.
Pangeran terakhir dari rumah Yuan adalah manusia bernafsu, bodoh dan lemah, pikirannya tidak terikat kepada rakyat sehingga orang pemberani didalam kerajaan menolaknya .
Saya merasa kasihan bahwa rakyat sengsara sehingga mengerakkan pasukan patriotik dan mengakhiri negara pembawa penyakit tersebut.
Tentara dan rakyat dari seluruh kerajaan memberikan kehormatan kepada saya dengan mahkota, nama dari kerajaan universal adalah Ming Agung dan nama reign saya Hung Wu.
Dua tahun yang lalu saya telah merebut Ibukota Yuan , seluruh negeri sekarang telah mampan .
Negeri Champa, Annam, Corea dan negara lainnya telah membawa persembahan.
Tahun ini saya kirim Jenderal menghukum bagian Utara dan hanya kemudian saya pelajari bahwa pangeran Yuan telah meninggal, cucunya dibawa sebagai tawanan dan saya memberikannya gelar bangsawan (earl.)
Mengikuti contoh dari kaisar dan raja dari dinasti terdahulu dalam mengorganisir dunia, hanya inilah harapan saya adalah rakyat didalam dan diluar cina selalu menyenangi ketenangan dan sebagai orang asing yang berbeda-beda hidup dinegeri jauh belum mengetahui seluruh kejadian ini. Sekarang saya kirim duta untuk menginformasikannya.’
Pada bulan ke 9 pada tahun yang sama(1370), Raja Sri Pah-Ta-La-Po mengirim duta dengan sebuah surat diatas lembaran emas dan produk dari negara tersebut sebagai persembahan.

c. Perjalanan Cheng Ho , buku 304
Cheng Ho adalah seorang putra Yunnan dan orang yang sama dikenal sebagai San-pau(Sampo).
Pertama kali ia melanyani pangeran Yen di Istana yang kemudian menjadi Kaisar dengan nama Chen-tsu.
Ketika Kaisar Cheng-tsu (1403-1424) merasa takut bahwa Hwui-ti yang diturunkannya dari tahta berada disuatu negara seberang lautan.

Ia ingin mencarinya dan pada saat yang sama mengelar kekuatan militer di negera asing dalam rangka memperlihatan bahwa cina adalah negara kaya dan kuat.

Cheng Ho melaksanakan tujuh misi keluarnegri :
(1) 1405 , dengan didampingi Wang Ching Hung Companion berlayar dari Su-chou ke Fukien dan dari sana ke Champa dan kemudian ke berbagai negara barbar agar memahami perintah Kaisar..
(2) 1407, menuju Kukang (Palembang), dimana kepala pemerintahannya Chen Tsui adalah seorang bajak laut, ia ditangkap sebagai tawanan dibawa ke Cina.
(3) 1408, ke Ceylon, and Raja A-liet-ku-nair menyerang dan merampok emas dan sutra yang dibawaattack Chengho .
Setelah kembali ke Cina tahun 1411 ,kembali ke Ceylon and pasukan Cheng Ho mengalahkan raja Ceylon dan membawanya sebagai tahanan ke Cina tetapi Kaisar tidak memancungnya dan memberikan izin untuk pulang kembali ke negerinya.
(4) 1412, Kesumatra ,bagian utara dimana mereka menemukan putra kesayangan raja dibunuh doleh seorang pangeran yang kemudian naik tahta
, ia marah dan tidak mau berhunungan dengan Cheng Ho , menghimpun pasukan dan menyerang pasukan Chengho tetapi ia dikalahkan dan dibawa ke Lambri dimana ia dipenjarakan bersama isteri dan anaknya..
Pada bulan ke y tahun 1415 ia kembali ke isatana dan kaisar sangat senang dan memberikan hadiah sesuai tingkat kepangkatannya,
(5) 1416, Ke Malaka.Kalikut dan 17 negara lainnya yang mengirimkan duta ke Istana dengan persembahan.dimana Cheng Ho diperintahkan untuk berlayar bersama mereka dan mebawa hadiah kepada Raja dan Kepala negara .Pada tahun 1419 ia kembali .( Beberapa Pemberian Kerajaan ini telah ditemukan saat ini baik dalam kondisi bagus maupun pecahan-pen)
(6) 1421, Ia pergi lagi dan kembali tahun berikutnya
(7) 1424
Kepala pemerintaan Kukang(Palembang) memangil Chengho dan membawanya keMojopahit dimana Raja tinggal.
Tempat tingga raja terbuat dari dinding bata lebih dari 30 kaki tingginya dan seratus kaki panjangnya, memi;liki dua pintu dan bersih terrawat dengan baik.
Rumah didalamnya berdiri tinggi dari tanah dengan tingginjya 30 samapi emppuluh kaki.
Merekan memiliki lantai dari papan, ditutpi dengan anyaman rotan yang bagus dengan disain bergambar ,diatasnya orang-orang duduk bersila.

Atap dibuat dari kayu keras yang disusun seperti tiles (keramik lantai)
Didalam setiaprumah terdapat ruangan penyimpanan (gudang) yang tiga atau empat kaki tingginya untuk menyimpan harta bendanya dan
Mereka selalu duduk diatasnya.
Raja tanpa tutup kepala atau mengenakan topi dengan daun dan bunga emas.Ia tidak mengenakan pakaian dibagian atas tub8uhnya tetapi dibagian bawahnya ia mengenakan pakaian berbunga(Sarong), kain diikatkan sekitar sarong dan dikenakan selendang sutra.
Ia membawa satu atau dua pedang yang dinama-kan Pu-lak dan selalu tanpa alas kaki.Ia menunggang seekor Gajah atau duduk diatas cart yang ditarik oleh Oxen.
Lelaki dan wanita dari negeri ini sangat memelihara kepalanya, jika seseorang menyentuhnya maka terjadi perselisihan atau jika mereka mabuk dan menganggu satu dengan lainnya, mereka akan menghunus pedangnya dan mulai mulai membacok sehingga timbul kekerasan.
Jika seseorang terbunuh, pelakukunya tidak memeperhatikan nyawa lawanya. Kecuali tertangkap basah maka ia juga akan dibacok sampai mati dengan segera.
Tuban adalah nama tempat yang dihuni oleh lebih dari seribu keluarga penduduk asli yang seluruhnya dibawah seoran pemimpin.
Diantara mereka terdapat penduduk Tionghoa dari Chua-Chou yang kehidupannya sudah mapan disitu.
Perjalan kearah timur dari Tuban selama lebih kurang satu hari akan tiba di one Tse-tsun yang nama aslinya Grisse(Gersik).
Aslinya tempat ini adalah kawasan tepi pantai dimana penduduk Tionghoa yang datang disini untuk bermukim.
Perjalanan kearah selatan dari tempat itu , akan dijumpai dua desa yang jaraknya 7 mil dari Surabaya
Dimana banyak orang kaya ditemui. Disini juga terdapat keluarga Tionghoa diantaranya.
Perjalanan dari Surabaya dengan sebuah kapal kecil dalam jarak 70 atauo 80 li ( 25 miles) akan tiba tipasar yang dinamakan Chang-ku, pergi kepinggir pantai dan berjalan kearah selatan selama satu setengah hari tibalah di Modjopahit.
Tempat ini adalah kediaman raja, dan diwilayah inji terdapat penduduk asli dua sampai tiga ratus keluarga dengan tujuh kepala suku yang membatu Raja..
Penduduk didaerah ini tidur dalam posisi duduk tanpa tempat tidur, jika makan mereka tidak mengunak sendok atau sumpit.
Lelaki dan wanita secara kontiniu mengunyah pinang dengan kapur sirih, jika mereka mau makan pertamakali menmbersihkan mulut untuk membuang sisa pinang. Membersihkan tangan kemudian duduk.
Mereka mengambil satu mangkuk penuh nasi yang dituangkan krim atau sejenis saus lainnya, kemudian memasukkan kedalam mulutnya dengan jari tangan, jika haus mereka minum air.
Jika menerima tamu mereka tidak menghidangkan teh tetapi menyuguhkan pinang.
Didalam negeri ini ada tiga jenis penduduk , pertama Orang islam yang datang dari baratr dan mereka mengenakan pakaian dan makanan mereka bersih.
Kedua,Orang Tionghoa dari Canton,Chang-Chou and Chuan-Chou kedua tempat ini terletak di propinsi Fukien tidak jauh dari Amoy.
Ketiga penduduk asli yang amat jelek,mereka tidak memenyisir rambut dan telanjang kaki dan percaya kepada setan, mereka adalah salah satu negeri setan seperti yang btertulis dalam kitab Budha.
Makanan mereka sangat kotor dan jelek seprti ular,semut, dan segala jenis serangga dan ulat yang dimakan tanpa dimasak.
Anjing yang dimiliki dalam rumah mereka makan dan tidur bersama dengannya tanpa dibedakan. .
Setiap tahun mereka melaksanakan pertemuan Tombak Bambu, pada bulan kesepuluh permulaan musim hujan , saat itu Raja memerintahkan Isterinya mengendarai Pengangkut-pagoda dibelakangnya .sedangkan ia naik kendaraan biasa.
Pengangkut Pagoda lebih dari sepuluh kaki tingginya dengan jendela diseluruh sampingya, dibawahnya ada alat pemutar yang ditarik olek kuda.
Pada tempat pertemuan sesuai tingkat sosial disampingnya ,tiap orang memegang tombak bambu tanpa ujung besi tetapi amat keras dan tajam.
Setiap orang bersama isteri atau pasangannya dipersenjatai dengan tongat panjang 3 kkaki dan berdiri diantara mereka.
Pada saat tanda dari genderang yang dipukul cepat , dua lelaki maju dengan cambuknya dan mulai bertempur, mereka berlaga tiga kali ,kemudian isterinya berpisah darinya dengan tongkat bersorak Na-rah! Na-rah! Atau La-rah!La-rah!aaa pada saat mereka berpisah.
Jika seseorang terbunuh dalam pertarungan pemenang membayar satu koin emas kepada keluarga yang meninggal, isterinya mengikuti pemenang. ..
Dalam perdagangan mereka mempergunakan gobok (cash) dari dinasti yang berbeda, mereka memiliki surat yang sma dengan Soli, tetapi mereka tidak mempergunakan kertas atau pensil, menulis dengan mengores memakai unjung pisau pada daun Kajang.
Mereka mempergunakan tata bahasa yang amat baik dan lembut.
Pada saat bulan penuh, dan malam cerah, wanita asli dalam kelompok 20 atau 30 dengan salah seorah sebagai pemimpinnya berjalan bergandeng tangan dalam cahaya bulan .
Pemimpin kelompok menyanyikan lagu asli dan lainnya tengkurup bersama-sama (kecak-kecak?), mereka pergi kerumah tetangga yang kaya dan kedudukan tinggi dimana mereka diberi hadiah. Upacara ini dinamakan Membuat musik didlam Cahaya Bulan. .
1.2.2. Sumber Indonesia ibid *6) and *10)

a.Sejarah Mongol-Majapahit affair :
(1)Balinese manuscript about The Mongol-Majapahit war, Raffles,The History of Java,page 110.
Sri Laksi Kirana, Raja Tumapel, memiliki dua putra, yang sulung dinamakan Sang Sri Siwabuda ysng bungsu Raden Widjaya. Sri Siwauda .
Raja Tumapel dibunuh olehSri Jaya Katong, Raja Kediri, yang menaklukan negeri dan wijaya melarikan diri .
Kemudian ia menemukan kota baru Mojopahit dan segera menjadi cukup kuat untuk menyerang Kediri.
Beberapa waktu saat raja Tartar tiba di Kediri
Jaya Katong telah berjanji untuk menikahi putrinya tetapi tidak dipenuhi. Raja Trtar marah dan membantu Wijaya menyerang Kediri sehingga Jaya Katong dibunuh dengan tangannya sendiri.
Setelah Raja Tartar pulang kenegerinya dan Wijaya menjadi raja Majapahit yang berkembang keseluruh pulau.(Versi Indonesia ini suatu legenda yang tidak benar, karena sumber cina adalah suatu fakta tertulis.

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s