PUI-“The Dai Nippon Military Administartion In Java 1942-1945”

 

PUI-Premieum Uniquecollection Info,iwansuwandy.wordpress.com @copyright Dr IWAN S 2010.

THE DAI NIPPON MILITARY ADMINISTRATION IN JAVA 1942-1945

PEDUDUKAN JEPANG DI JAWA 1942-1945

UCM-UNIQUE COLLECTION CYBER MUSEUM

iwansuwandy.wordpress.com Cyber Museum

@COPYRIGHT Dr Iwan S 2010

WELCOME TO MY NEW BLOG iwansuwandy.wordpress.com, the blog consist unique collections

which found in Indonesia and during my travelling around Asia Countries. 

Before I have put many informations and illustration in my first blog uniquecollection.wordpress.com Blog (by Dr Iwan S), this new blog iwansuwandy.wordpress.com only consist the special informations from my cybermusuem collections with more best illustrations than the former uniquecollection.wordpress.com Blog.

 I just starting to write in Indonesia language PENDUDUKAN JEPANG DI JAWA 1942-1945  and if many foreign collectors want to read in English version,please asked me, this is the promotional sample of my limited edition e-book  the collectors who want to have this special book please registered via comment to be the uniquecollection’s member and after the administration Ok,the complete e-book will send to you via your e-mail.

                                      

                       kartu pos militer bergambar balatentara Dai Nippon 

                                                  PENDUDUKAN JEPANG

                                              DI PULAU JAWA 1942-1945

                             Berdasarkan Koleksi   Dokumen and Benda Pos milik pribadi

                                                   yang terkait dengan sejarah

                                    

                                             

                                                              OLEH Dr Iwan S

 

PENGANTAR

Situasi di pulau Jawa pada masa Pendudukan Jepang 1942-1945,sudah banyak ditulis oleh pengarang dalam dan luar negeri, tetapi yang berdasarkan informasi faktual dari koleksi dokumen and benda pos pribadi belum banyak yang ditulis oleh pengarang dari Indonesia dengan mengunakan bahasa Indonesia, hal ini karena tidak banyak bangsa Indonesia yang berani menyimpan dokumen-dokumen and benda pos tersebut ,umunya habis dibakar atau musnah saat mengungsi ,dan paling akhir rusah akibat banjir. Umumnya saat tersebut akibat situasi politis saat perang kemerdekaan Indonesia 1945-1950 pada umumnya rakyat Indonesia sangat takut menyimpan arsip pribadi terkait pendudukan Jepang yang dapat menjadi bukti mereka terlibat sewbagai kolaburator Jepang dan pejuang kemerdekaan Republi Indonesia akan menuduh mereka mata-mata Jepang dengan akibat yang  merugikan sipemilik.

Sesudah perang dunia kedua dan Perang kemerdekaar RI selesai tahun 1950, mulailah banyak kolektor prangko dan benda-benda pos yang terkait sejarah mengumpylkan kolesi yang merupakan data factual, salah seorang kolektor yang koleksinya berada dalam Museum filateli Den Haag Negeri Belanda  adalah Ricardo,sebagian koleksinya pernah di pamerkaan saat pameran fiateli Internasional di Jakarta tahun 1995.

Penulis tahun 1970 pernah bertemu dengan salah seorang kolektor senior di Padang GKL(saat sudah meninggal) dan ia bercerita bagaimana Ricardo menmgumpulkan kolesi filateli pendudukan jepang dan perang kemerdekaan RI 1942-1950,seluruh koleksinya di jual kepada

Mr Ricardo sehingga dapat membeli sebuah rumah yang dihuninya sekarang, hal ini menimbulkan motivasi bagi penulis untuk mulai mengumpulkan koleksi yang sama ,sebagian koleksi tersebut juga sudah dijual kepada pakarfilateli Belanda Bulterman dan kolektor Indonesia Karel (tahun 2009 seluruh koleksi itu sudah dijual lagi ke Negri Belanda) untuk biaya tambahan membeli sebuah rumah di Jakarta tahun 1990 dan biaya pendidikan S2 dan keluarga sampai selesai.Pada saat berdomisili di Jakarta, penuis mulai membangun koleksi yang sama tetapi dari pulau jawa, dan koleksi inilah yang dijadikan dasar penulisan buku ini. Tahun 2009 penulis memulai suatu tulisan sederhana sebagai pecobaan, di tampilkan dalam suatu blog internet dengan nama yang sama dengan penampilan kronologis historis, banyak tanggapan dan saran agar penulis meedit dan menyusun tulisan yang lebih sederhan dengan gaya ,cerita yang lebih menarik dilengkapi illustrasi koleksi yang tehnik fotografi yang canggih.

Penulisan dimulai bulan Juni 2010 dengan rencana yang lebih matang dibantu oleh suatu tim editor,layout dan,photography ,sebagai penerbitan pertama secara pribadi akan di terbitkan edisi terbatas  100 eksemplar dan empat nomor percobaan untuk penulis dan tim.Penulis menyadari buku ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan sehingga diharapkan koreksi ,saran dan tambahan informasi agar dapat disempurnakan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar dan saran sehingga penerbitan buku ini dapat terlaksana sesuai rencana, akan di luncurkan saat hari kemerdekaan RI ke 65 ,17 Agustus  2010, karena berbagai hal nama-nama teman-teman tersebut belum dpat di sebut satu-persatu, tanpa mereka karya tulis ini tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik dan menarik. Juga terima kasih kepada para kolektor setia dari blog saya di Internet.

Jakarta Juni 2010

Penulis

Dr Iwan S(iwansuwandy)

BAGIAN PERTAMA

A.SEBELUM PENDUDUKAN JEPANG 1945

1.Januari 1942

Sejak dari bulan Mei 1940, banyak profesor Belanda di Jakarta tidak dapat lagi berkomunikasi dengan tanah airnya, dan setelah perang Pasifik dimulai pada December 1941 , pemerintah Hindia Belanda mempesriapkan diri untuk menghadapi serangan balatentara Dai Nippon. Disepanjang pantai Jakarta sekitsr pelabuhan Tanjung Priok di tingkatkan pertahananya, dan di dibentukan pasukan sipil penjaga kota(Civil Stadwacht) dan Penjaga wilayajh Darat(Land Wacht) untuk melindungi penduduk sipil dan mereka di latih tindangan pertolongan pertama. Profeor expatriat Belanda ikut dalam latihan tersebut dan mengenakan seragam khusus. From Mei 1940, banyak Proffesor expatriat Belanda di Jakarta(Batavia saat itu) tidak dapat berkomunikasi dengan tanah airnya Belanda , sesudah perang Pasifik dimualia , pemerintah Hindia Belanda telah mempersiapkan wilayah hindia belanda terhadap serangan balatentara Dai Nippon, Pantai Jakarta sekitar Tanjung Priok ditingkatkan sistem pertahananya,jalan-jalan menuju Jakarta dari Banten dipasang barikade dengan pohon besar diametre im untuk menghalangi gerakan pasukan Jepang bila sudah mendarat.Setelah beberapa kali lapangan udara Kemayoran di bombardir oleh pesawat Dai Nippon , seluruh buku literatur dipindahkan kedalam bangunan utama universitas Indonesia yang dibangung dengan semen beton untuk perlindungan., mahasiwa Jurusan Anthrophologi UI membantu proses pemindahan buku-buku literatur tersebut.(Setyawati.soelaiman,The last Day of Batavia)Sejak awal tahun 1945, suasana perang dunia kedua mulai terasa di pulau Jawa.Surat pribadi yang dikirim dari Gang Djodang Madioen dengan stempel pos 5.1.42 ke Laan Canne Pav 11 (jalan  ini belum dapat diidentifikasi), Jakarta Pusat (saat itu Batavia Centrum) disensor dan bekas sampul yang dibuka ditempelkan label sensur dalam bahasa Belanda GEOPEND DOOR CENSUUR dengan stempel sensor  dalam bentuk lingkaran bewarna merah CENSCUUR   6 8.1.42, no. 6 berarti daerah provinsi Jawa Timur.

(illustrasi DN001)

 

 

 

2.Februari 1942

Pada  bulan  Februari 1945, menurut Boekema(1948) dalam bukunya Dai Nippon In South east asia Postal History, Kota Soerabaja, lapangan terbang Semplak di  Bogor(dulu Buitenzorg) ,Andir Bandung,Kamojoran Jakarta,Kali jati  di bombardir oleh Jepang. Pertempuran di laut jawa dengan armada laut Dai Nippon menyebabkan kapal belanda dan sekutu terbakar antara lain kapal perang De Ruyter,Java,Kortenaer,HMS Electrasan Jupiter, malah kapal perang Angkatan Laut bekllnada Evertsen hancurmdalam perjalanannya ke Australia di selat Sunda, dan akhir Pebruari tentara dai Nippon telah siap melakukan penyerangan terhadap pulau jawa.

3.Pada tanggal 3 februari 1942, perkumpulan seni traditional Jawa KRIDO BEKSO WITOMO cabang di  jalan Kesehatan Jakarta, mengirim surat edaran kepada anggotanya liwat kantor pos Jakarta Pusat (Batavia Centurm ) dengan stempel Pos Batavia centrum  3.2.1942, kepada L.Ch.Damais ,seorang budayawan yang terkenal, jalan Java (jawa)Jakarta Pusat (daerah Menteng), yang ditulis dengan ejaan lama,setelah  disesuaikan dengan ejaan saat ini sebagai berikut:

1).perkumpulan Krida Bekso Wiromo cabang Jakarta  masih tetap berdiri

2). Rapat tahun ditunda sampai pada saat yang baik

3).Seluruh pelajaran (beksan dan gamelan) dan pekerjaan-pekerjaan lainya,sweperti : pekerjaan komisi fonds gamelan,komisi Cipta-hening dan lain-lainya diberhentikan

4). Mulai  bulan februari 1942 seluruh anggota dibebaskan dari pembayaran kontribusi.

Tunggakan kontribusi  sampai bulan januari 1942,agar dikirimkan kepada bendahari  R.Soebari, Kantor Pos Pembantu (Hulppostkantoor) Pasar Minggu minimal  70 gulden. ( Silahkan melihat illustrasi koleksi surat ini ,bagian depan DN002 dan belakang DN003)

a.Illustrasi DN002

b.Illustrasi DN003

4.Pada tanggal 27 februari Komandan Militer dan Kepala Markas Departement Perang (Commandant Leger en Hoofd Departemenn van Orloog)   Hindia Belanda I di Bandung  menirim surat dinas  melalui kantor pos dengan stempel pos  Kantor Pos Jalan Riauw Bandung 27.2.42 ke  Kampung Bangbajan Desa warung Kandung Cianjur diterima di Cianjur dengan stempel pos 28.2.1948 jam 9 pagi.

 Ternyata surat ini tidak dapat diteruskan karena tanggal 28 maret malam hari dan subuh 1 maret 1942 Balatentara Dai Nippon mendarat di Banten dan daerah lain pulau jawa.

Surat ini baru di sampaikan Tanggal stempel pos Cianjur 4.4.1942 (lebih satu bulan tertahan di kantorr pos tersebut),ternyata alamat tidak ditemukan dan diberi catatan tulisan oleh pak pos tidak dapat disampaikan (Onafgeh-geven  ) dan kembali sipengirim (retuur  afd-sender ) dan diterima di Bandung dengan stempel pos Bandung 9.4.42.

Koleksi ini sangat historis karena dikirim pada saat pendaratan dan kapitulasi balatentara Jepang oleh Komandan Militer Hindia Belanda dan diterima kembali oleh Komandan Militer Balantentara Jepang di Bandung, sangat beruntunr asrip ini tetap ada setelah lebih dari 68 tahun.

a.Illustrasi  bagian depan sampul (DN004)

b.Illustrasi bagian belakang sampul (DN005)

Pasukan dari Balikpapan bergabung dengan kapal invasi Jawa Timur. Pendaratan pada malam hari tanggal 28 Februari 1942 di Krangan,suatu desa antara Rembang dan  Lasem yang berjarak lebih kurang 160 km barat dari Surabaya.

Pada tanggal 28 februari(boekema ibid) Balatentara Dai Nippon pada malam hari mulai  pen darat di Jawa  pada tiga tempat pantai banten,  Eretan wetan dekat Indramaju dan Kranggan Rembang.

Illustrasi no DN006 Banten Map (IMC,1941)

Illustrasi no.DN007 Krangan Map(IMC,1941)

B.PENDARATAN BALATENTARA DAI NIPPON DI PULAU JAWA

                                      

                                    let.jen.Hitoshi Immamura

1.Pada tanggal 1 Maret 1942 dini hari, Balatentara Dai Nippon dibawah pimpinan Let,Jen. Hitoshi  Immamura sebagai panglima Divisi ke-48 de ngan divisi ke-2 di bawah pimpinan May,GJen, Maruyama dan divisi ke-48 dibawah pimpinan Tsuci Ha, b rigade dipimpin oleh Mayjen Sakaguchi, dan resimen yang dipimpin Kolonel Shoji

Sekitar tengah hari ratusan prajurit Jepang mencemplungkan diri telanjang dari kapal pengangkut mereka menujuju panati. Diantaranya Sersan Mayor T.Oneidera. Ia teramsuk beruntung selamat. Sebagian reaknnya tenggelam besama kapal mereka kitika bertemu dengan dua kapal perusak sekutu di perairan Merak,jawa Barat sehari sebelumnya. Kendatipun demikian sisa pasukan yang ada tetap didaratkan di pantai Banten. Namun . Let,jen.Immamura, sebagai pimpinan tertinggi penyerangan,tidak dapat berbuat lebih banyak untuk mengetahui keadan anak buahnya,’Semua alat komunikasi  ikut tengelam ‘tulis immamura dalam memoirnya,’Satu-satunya hal yang saya tahu adalah bahwa resimen Shoji,Brigade Sakaguchi and divisi Tsuchihashi telah mendarat. Pada tanggal 2 maret 1942, Jenderal Immamura mendirikan markas di Serang,16-17 km dari pantai pendaratan sersan Mayor Onodera ikut merasakan betapa beratnya perjalanan menuju kota ini. Jangan kendaraan,pasukan infanteri Jepang saja susah payah melalui barikade pohon-pohon berdiameter satu meter yang dirobohkan Belanda sepanjang jalan.(Tempo,13 des.1986)

Divisi Balatentara Dai Nippon Ke 48 mendarat di Pantai Merak banten , setelah itu pasukan tersebut bergerak menuju Jakarta (Batavia saat itu), setelah sebelumnya  menaklukan serang, bergerak menuju Bogor(Buitenzorg saat itu)   melalui rute jalan Rangkasbitung dan  Leuwiliang. Stelah kota bogor dikuasai pasukan dibagi dua sebagian menuju Jakarta dan lainnya menuju Subang dan menyerang lapangan udara Kalijati dan kemudian Tjiater diduduki..

Kemudian berada di Jakarta (Batavia saat itu ) ,Sersa Onodera bersama satuan berkekuatan satu peleton ,ditugasi mengamankan dan menguasai daerah pelabuhan Tanjung priok . Sepanjang jalan  tidak satupun peluru yang dilepaskan ,karena ia tidak berjumpa dengan pasukan Belanda  dan sekutu. Sementara itu  Jenderal Immamura mulai memindahkan markasnya dari serang ke Jakarta.(Temp,,Orang-orang Yang Tak Harakiri,12 Des 1986)

Armada Angkatan Laut Dai Nippon dari Balikpapan  yang  diikuti oleh 3 unit batallion , unit Yamamoto ,Bataion Ke 1 dari resimen infantri ke 124 dibawah pimpinan Kolonel Yamamoto, unit kedua batalion ke-2  dari resimen yang sama dibawah pimpinan  Mayor Kaneji, dan unit ke 3 ,batalion ke-3 dari resimen yang sama dibawah pimpinan Let,Kol. Matsumoto. Pendaratan Balatentara Dai Nippon juga di Krangan sebuah desa antara Rembang dan Lasem lebih kurang 160 km sebelah barat dari Surabaya.

 Setelah pendaratan di Krangan, pada tanggal 2 maret 1942 Unit Tanaka menduduki kota Cepu, selanjutnya pada tanggal 3 maret unit Kitamura menduduki Bojonegoro,tidak ada perlawanan dari tentara Hindia Belanda,  penyerangan dilanjutkan dan akhirnya kota Ngawi,Tjaroeban,Nganjuk,Kertosono ,kediri dan Jombang dikuasai oleh balatentara Dai Nippon.

Pada tanggal 6 Maret 1942, Pasukan Balatentara Dai Nippon menduduki kota Solo dan Jogja, juga kota Jakarta

                                                           

                                                  

                                            Ill.kota jakarta diduduki balatentara Dai nippon

Pada tanggal 7Maret 1942, Pemerintahan Balatentara Dai Nippon di Jakarta menerbitkan Undang-undang no 1 tentang Penyelengaraan Pemerintahan  Balatentara,Jakarta  tanggal 7 bulan 3 tahun syowa 17(2602) oleh Pembesar Balatentara Dai Nippon.

 

                                      Undangundang Balatentara Dai Nippon no.1/1942(DN008)

 

Pada hari yang sama, setelah menduduki  lapanganterbang militer  Kalijati Subang, Balatentara Dai Nippon menyerang dan  menguasai Ciater, dan Lembang . Balatentara Dai Nippon dibawah pimpinan Brigadir Jenderal  Shoji  mengadakan perundingan di Hotel Isola Barrety (saat ini IKIP Bandung) dengan utusan milter Hindia Belanda, Pihak Balatentara  Dai Nippon memberikan  ultimatum agar Militer Hindia Belanda menyerah dengan mengirimkan utusan ke Kalijati untuk menanda tangani dokumen penyerahan tanpa syarat  dan memberikan penguman agar  seluruh militer KNIL meletakkan senjata dan menyerah (Kapitulasi) ,jika tidak dipatuhi maka Bandung akan dihancurkan dengan bombardier pesawat udara dai Nippon.

Pada hari ini , para pejabat Hindia Belanda melaksanakan penerbangan terakhir di lapangan terbang militer Andir jalan Buah Batu  Bandung Utara  dengan pesawat DC3 milik KNIL-tentara Hindia Belanda membawa Letnan Gubernur Jendral yang baru DR H.J. van Mook, DR CHO van der Plas dan Komandan militer KNIL Majoir Jendral L.V. van Oyen. Sehingga di Hindia Belanda(Indonesia) pejabat yang ada hanya ex Gubernur Jenderal Tjarda, Kepala Staf KNIL Brigjen Ter Poorten,wakilnya Kolonel Pesman dan Kol Baker.

Malam harinya ex Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Stockenbourg beserta Bgirjen ter Porten berangkat ke Kalijati untuk berunding denganbalatentara Dai Nippon yang dipimpin oleh Letenan Jenderal Hitoshi Immamura. Perundingan BERJALAN KURANG LANCAR  karena Letenan Jendral Hitoshi Immamura yang memimpin rapat kapitulasi yang pertama ini tidak mau berunding dengan ex Gubernur Jenderal Tjarda karena ia tidak memiliki kekuasaan , perundingan sampai malam hari ini tidak boleh difoto,hanya ada satu lukisan yang dibuat oleh prajurit balatentara Dai Nippon yang hadir saat itu(B0andoeng,1956).

 Akhirnya SETELAH SEPULUH MENIT MENINGGALKAN RUANG RAPAT KARENA TIDAK MAU BERUNDING DENGAN PIHAK POLITIKUS dengan ex Gubernur Jendera Tjarda yang tidak lagi memiliki kekuasaan, Let.Jen. Hitoshi Immamura  berkata ‘Saya tidak mau berbicara  tentang pemerintahan sipil, Tuan rupanya tidak memiliki keuasaan tertinggi untuk menjawab tuntutan saya, saya sekarang melarang Tuan untuk berbicara satu katapun dari saat ini dan saya hanya berbicara dengan Pangllima Tentara’.Ketika Immamura mengulangi tuntutannya sekali lagi, Ter Poorten menerima untuk menyerah atas nama seluruh Hindia Belanda.

Ex Guberenur Jenderal Tjarda mengatakan : ‘Karena pengambilan keputusan demikian (yang dimaksudkan penyerahan tentara), tidak termasuk kekuasaan saya, maka saya akan meninggalkan  kursi ini,namum jika Tuan masih ingin membicarakan kepentingan penduduk,saya bersedia untuk itu’.

Kemudian diceritak bahwa kemudian pada prinzipnya Ter Porten menerima penyerahan tentara Hindia Belanda tanpa syarat kepada Jepang dan akan menyiarkan melalui NIROM-radio Hindia Belanda tentang berita penyerah tersebut keesokan harinya dan akan ketempat yang sama untuk menanda tangan surat penyerahan kekuasaan dan membawa daftar kekuatan Tentara Hindia Belanda.

                                                 

                                        

                                                Jendral Ter Porten profile

. Tjarda  dan rombongan kembali ke Bandung ( cerita lengkap dapat dibaca dalam karangan DR Rushdy Hasan , Kapitulasi Kalijati dan thesis  DR Ong Kok Ham(Runtuhnya Hindia Belanda), penulis Belanda J.C. Bijkerk(Vaarwel Tot Betere Tijden) dan W.H.J. Eilias (Indie Onder Japansche Hiel), dan Memoir Jendral Hitoshi  Immamura. Kisah rapat kapitulasi tanggal 8 Maret 1942 akan dibahas dalam subbab berikutnya berjudul Kapitulasi Kalijati.8 Maret 1942

                                               

                                  

    Ex Gubernur general Tjarda van Steuchenborough profile 

B.PENANDA TANGAN NASKAH KAPITULASI KALIJATI 8 MARET 1942

Pada hari ini SESUAI DENGAN HASIL PERUNDINGAN Kapitulasi tanggal 7 malam hari di Kalijati, Ter poorten menyiarkan melalui NIROM(Ned.Indiiscvhe Radio Omroep Maatschappij) radio Hindia Belanda tentang berita Kapitulasi tersebut  pada pagi hari  ini jam 6.30 da jam satu siang ia dan staf sudah berada di Kalijati Kembali dengan membawa daftar kekuatan tentara Hindia Belanda(KNIL).

Dalam memoirnya Jenderal Immamura menyatakan bahwa kedua pihak menandatangani dua dokumen penyerahan yang disusun masing-masing dalam bahasa Jepang dan Belanda pada  lebih kurang jam 13,20 waktu Jawa. Dari Pihak Belanda hadir Jendral ter Poorten(pangkatnya dinaikkan), KASTAF May.Jenderal Bakkers(pangkat dinaikkan), Let.Kol. Mantel dan Kapten J.D.Thijs selaku peneterjemah,

Kenyataannya dokumen tersebut tida pernah ditemukan, pihak sejarahwan Belanda yakin hal tersebut tidak pernah terjadi,kendatipun Jenderal Immamura bersikeras bahwa dokumen itu pernah ada ,mungkin pada saat rekaputulasi Jepang ke Pada sekutu setelah perangg dunia kedua tahun 1946b banyak dokumen dib akar pikah Balatentara Dai Nippon  sehingga pihak Jepang tidak dapat membuktikannya sekarang.

Bebarapa foto repro dari tempat lokasi rapat kapitulasi di Lapangan terbang Kalijati Subang, dan satu foto masa kini , adalah pemberian dari DR Rushdy Husein kepada penulis tahun 1996.

                                                                       

                                                            

 

                                                   

                                        setelah rapat kapitulasi diberanda depan

 

                                                          

                               foto saat ini pada posisi yang sama di Kalijati

 PS.1.Please all indonesian collectors please send your name and email contact for registered your name as the one of hundred buyers, I will sendthe registartion number and more info. Pleas faster bacause many like this book.2. Foreign collectors who want this book in english v ersion please faster registrations via.comment.3.bag your pardon the sample Story still in unclear photos, but the original book will have the best and professional pictures.4.The limited e- book will lounching at Indonesian Independence Day August ,17th ,2010 in order the annyversary 65 th years Independent.

Greatings from

Dr Iwan S (iwansuwandy)

____________________________________________________________________

the end of promotional e-book @copyright Dr Iwan S 2010 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s